Agustus 17, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Kisah Gus Dur meminta wartawan membeli Ravon karena dia tidak membawa uang

Jakarta, KOMPAS.com – Tanggal 26 Juli 2001, Abdurrahman Wahid alias Qas Dur meninggalkan Istana Merdeka.

Gus Dur yang dilengserkan sebagai Presiden RI ke-4 saat itu berdasarkan keputusan sidang khusus Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), meninggalkan istana menuju Lapangan Monumen Nasional (Monas).

Sosok Nahdadul Ulama (NU) itu ingin menemui para pendukungnya sebelum berangkat ke Amerika Serikat (AS) untuk berobat.

Wartawan veteran Harian menceritakan kejadian yang terjadi 21 tahun lalu KompasJoseph Astor yang bekerja di istana saat itu.

Baca selengkapnya: Momen Haru di istana tempat Gus menjatuhkan Dur: Viridan paspumpres, supirnya menangis…

ster mengatakan bahwa Guz Dur tetap diam setelah MBR memutuskan untuk mengakhiri kepresidenannya.

Berbeda dengan pendukungnya yang mengungkapkan kesedihan, pria asli Jombang ini justru terlihat santai.

Bahkan Guz Dur pun masih sempat melontarkan kata-kata lucu kepada para tamu dan wartawan yang bertugas di istana.

Osthar sempat mendengarkan Gus. “Gus, apa yang terjadi selanjutnya? (Setelah tidak menjadi presiden),” tanya Ostar, ketika Gus berbicara kepada Dur. Kompas.com Jumat (22/7/2022).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Gus Dur menyebut sebenarnya makan.

“Oh ya, kalau begitu kita bisa ngobrol di Chikanjoor (tempat tinggalnya). Sambil makan,” Ostar mengikuti jawaban Gus Dur saat itu.

Baca selengkapnya: Sementara Custard mengganggu pers Gedung Putih, Bill Clinton senang.

Kemudian, Guz Dur juga sempat menyinggung seperti apa menu makanannya saat berbincang dengan wartawan di rumahnya. Salah satunya adalah masakan khas Jawa Timur, Rujak Singur.

Bahkan Guz Dur pernah bercanda bahwa setelah dia tidak lagi menjadi presiden, akan sulit untuk membuat kebiasaan makan secara diam-diam di dalam mobil dinas.

Karena kesehatannya pasti keluarga akan lebih memperhatikan asupan makanannya.

READ  Cristiano Ronaldo Resmi Bertahan di Juventus, Jose Mourinho Takut: Okeson Bola

Makan dengan tenang di mobil dinas

Urban Rambe Pelantikan Abdurrahman Wahid (Kuz Dur) sebagai Presiden Republik Indonesia pada tanggal 20 Oktober 1999. Gus Dur adalah presiden terakhir yang dipilih oleh MPR. Kompas/Arbain Rambe (ARB) 20-10-1999 *** Headline Lokal *** Pelantikan Presiden Kustur

Menurut Joseph Asthar, Gus Dur suka makan jajan.

Wartawan yang bekerja di Istana Kepresidenan sering diajak ngobrol sambil makan kacang asin atau kacang rebus.

Selama percakapan santai seperti itu, wartawan juga menggunakannya untuk menanyakan beberapa masalah kepada Gus Tur.

Tak hanya itu, diam-diam ayah Yenni Wahid juga kerap makan sambil berpergian dengan mobil dinas.

“Gus Dur sering minta beli makanan, jajan, dll. Lalu diam-diam disantap di mobil dinas,” kata Oster.

Baca selengkapnya: Ketika orang-orang dipanggil untuk meninggalkan Istana Khus Durai…

Kacang asin, kacang rebus dan serundeng termasuk jajanan yang paling sering dikonsumsi.

Menurut Astar, yang kerap berbincang mesra dengan Gus Dur, pria berjuluk Bapak Pluralisme ini sebenarnya suka makan makanan asin dan pedas.

Guz Dur makan di mobil dinas sehingga keluarga dan dokter tidak mengawasinya.

Karena kondisi kesehatannya Gus Dur harus menjaga apa yang dia makan setiap hari.

Katakan padaku untuk membeli Raven

Lahir di Jawa Timur, Gus Dur menyukai makanan khas provinsi tersebut.

Semasa menjadi presiden RI, Gus Tour sering menitipkan sopirnya untuk membeli makanan khas Jawa Timur.

Salah satunya adalah landang kupang umum di Chitorjo.

Menurut Joseph Astar, Gus Dur sering menyantap makanan kerang yang sangat kecil ini saat bepergian dengan mobil.

Selain Londang Kubang dan Rujak Singur, Gus juga menyukai Dur Ravon.

Baca selengkapnya: Drama Panjang Guz Dur Jadi Presiden: Diawali Habibi Mundur, Lawan Megawati

READ  Alasan Aleix Espargaro Gagal Raih Podium di MotoGP Inggris 2022: Ocean Sports

Suatu kali dalam kunjungan resmi, Aster mengungkapkan bahwa Gus Tur telah mempercayakan Raven kepadanya untuk dibeli.

“Kemudian di Malang, Gus minta tolong belikan dur ravon karena saat itu dia tidak membawa uang,” kata Ostar.

Saat itu, ia juga memerintahkan agar Gus Dur menyerahkan mobil tersebut kepada sopir agar pihak keluarga tidak mengetahuinya.

Namun, terungkap bahwa keluarga dan pembantu Khuz Dur menemukan rawan beras yang telah dibeli secara sembunyi-sembunyi.

“Itu disimpan tetapi ditemukan,” kata Astor, menertawakan pengalaman lucu itu.

Dapatkan pembaruan berita khusus Dan berita penting Setiap hari dari Kompas.com. Jom join group Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.