Komite Teater DKJ Resmi Luncurkan Web PortalTeater.com

Portal Teater – Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta secara resmi meluncurkan website Portalteater.com hari ini, Kamis (13/6). Portalteater.com akan menjadi web program yang akan mendistribusi dan memposisikan berbagai program yang dibuat Komite Teater DKJ, maupun berbagai informasi, jaringan wacana di luar program-program Komite Teater yang dianggap ikut membentuk kinerja teater kontemporer.

Wacana peluncuran website ini terbilang memakan proses waktu yang panjang karena rencana pembuatannya sudah dimulai dua tahun yang lalu. Namun karena perubahan struktur kepemimpinan di tubuh Dewan Kesenian Jakarta, wacana tersebut hampir lupa untuk direalisasikan. Barulah tahun ini rencana itu dieksekusi.

Secara keredaksian, Portal Teater ini beranggotakan empat personil, antara lain: Robert Bell Tundang (Koordinator Humas/Editor), Roby Aji (Penulis/Editor), Daniel Deha (Penulis/Koordinator Liputan) dan Rere Marselina (Sekretaris dan Media Relation).

Ketua Komite Teater DKJ Afrizal Malna mengungkapkan bahwa adanya web khusus Komite Teater ini diharapkan dapat menjadi wadah atau platform pengumpulan database kerja kesenian, bukan hanya produksi karya teater, tetapi juga karya para fotografer dan penulis.

“Di Jakarta ini yang memproduksi teater tidak semata-mata teater, tapi ada fotografer, penulis dan bagaimana mengumpulkan itu semua,” katanya.

Afrizal menekankan bahwa saat ini kerja kesenian lebih berkaitan dengan kurasi. Karya kerja kurasi akan goyang bilamana berhadapan dengan data yang tidak lengkap atau data yang salah. Dengan itu, kerapkali kurasi dilakukan tanpa dasar pijakan.

Karena itu, adanya website diharapkan menjadi data-data pendukung, atau bahkan menjadi big data, yang dapat mengarahkan kerja kurasi dalam menentukan tema yang relevan pada pagelaran atau even tertentu.

“Di Indonesia ada situs Seputar Teater Indonesia, sebuah situs yang luar biasa karena sudah di dalamnya memuat timeline, yaitu historisitas teater Indonesia sejak tahun 1950-an. Walaupun, isi web itu mungkin 90 persen kliping yang dimuat ulang,” imbuhnya.

Lebih sebagai Home

Dalam terminologi Inggris, istilah Portal Teater diambil dari istilah portal yang berasal dari kata “port” yang berarti pelabuhan. Dalam pemahaman yang sederhana, “port” yang kemudian terserap ke dalam bahasa Indonesia sebagai portal ini akan digunakan sebagai pintu masuk, gerbang, dan halaman-halaman utama karya seni teater.

Namun demikian, web designer Robert Bell Tundang agaknya menyarankan agar definisi portal dalam konteks Portal Teater lebih terlihat sebagai “home”, tempat berpulangnya semua anggota komunitas pencinta karya seni teater.

Obeth, demikian sapaaannya, bukannya tidak mengakrabi istilah portal sebagai pintu masuk, tetapi secara filosofis, menurutnya, istilah home akan lebih relevan dengan visi pendirian Portal Teater sendiri yang ingin menjadi platform yang mendistribusikan, bukan hanya kerja kesenian Komite Teater DKJ, melainkan juga karya seni komunitas kesenian lain di Jakarta, bahkan seluruh Indonesia.

“Dalam struktur bahasa Indonesia, home ini malah diterjemahkan secara keliru, bukan sebagai rumah, tetapi sebagai “beranda”. Kalau di “beranda”, pembaca hanya datang dan singgah, namun sebagai “rumah”, pembaca akan tinggal berlama-lama dan merasakan kenyamanan rumah tersebut,” paparnya.

Karena itu, sebagai Koordinator Media Komite Teater DKJ, Obeth sedang merancang strategi-strategi bernas bagaimana rumah itu harus dikonstruksi sekian, agar setiap insan pembaca dan pencinta karya seni khususnya, dapat memposisikan dirinya serentak sebagai anggota keluarga dari komunitas kecil di rumah itu.

“Kami di tim redaksi akan mendiskusikan bagaimana rumah kita ini dapat memberikan kenyamanan bagi pembaca dan kita semua,” ungkapnya.

Direncanakan, Portal Teater tidak hanya akan menghimpun data-data digital dari arsip-arsip kesenian lama, karya-karya komunitas dan karya fotografer dan penulis. Tetapi, pada tataran tertentu, portal online ini akan digunakan sebagai media yang mewadahi seluruh media komunitas kesenian dari berbagai lintas karya.

Lebih dari itu, Portal Teater juga akan menjadi platform di mana komunitas-komunitas teater di ibukota dan bahkan seluruh Indonesia dapat bertukar gagasan, karya, performa.

Menghapus Jejak Orde Baru

Selain memoderatori jalannya acara peluncuran website, Afrizal yang juga adalah anggota DKJ menceritakan bagaimana DKJ sebagai institusi menyisakan memori kelam pada benak publik kesenian ibukota.

Dia mengisahkan bahwa pada zaman Orde Baru, DKJ tidak lebih merupakan produk kelembagaan rezim otoriter yang hegemonik. Praktik hegemoni itu tidak hanya terjadi pada level kognisi, tetapi juga pada tataran psikososial.

Pada saat itu, banyak seniman besar yang memang lahir dari rahim lembaga semi-pemerintah ini. Meski begitu, karya-karya para seniman itu cenderung mendominasi ruang-ruang publik kesenian, sehingga tanpa sengaja mematikan kreasi seni para seniman rintisan dan muda.

Suaranya parau ketika mengenang memori kelam masa itu.

Afrizal justru berharap bahwa dengan peluncuran Portal Teater ini, karya kesenian para seniman rintisan dan generasi milenial dapat tereksplor ke ruang-ruang publik dengan bebas kepentingan.

Lebih dari itu, seperti yang terlihat dalam pagelaran Lintas Media tahun ini, para karya anak muda yang setengah jadi (on progress) mendapat tempat yang pantas di ruang-ruang sirkular baru secara pantas dan adil.

Malah, pada suatu periode waktu tertentu, sebelum Indonesia dibanjiri kemunculan media-media online, banyak seniman yang menjadikan DKJ sebagai arena “nongkrong” sekaligus untuk mengenal perkembangan karya-karya kesenian lewat pemberitaan media cetak.

“Narasi-narasi hegemonik rezim lama mesti ditinggalkan agar lembaga tidak lagi dilihat sebagai lembaga yang angker bagi seniman,” katanya.

*Daniel Deha

Baca Juga

ITI Ajak Insan Teater Berbagi Karya Lewat Media Daring

Portal Teater - Virus corona (Covid-19) merebak seantero dunia. Ratusan negara telah terpapar virus yang datang bagai ledakan asteroid ini. Sementara ratusan ribu umat...

Industri Seni Indonesia Menderita

Portal Teater - Di tengah pandemi global virus Corona (Covid-19), industri seni Indonesia ikut menderita. Jika beberapa negara terpapar corona sudah menggelontorkan dana untuk menopang...

Presiden Jokowi Tetapkan Pembatasan Skala Besar

Portal Teater - Setelah melewati pelbagai pertimbangan, Presiden Joko Widodo akhirnya secara resmi menetapkan pembatasan sosial berskala besar untuk menekan laju penyebaran dan pertumbuhan...

Terkini

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Intelijen AS Sebut China Sembunyikan Data Covid-19

Portal Teater - Intelijen Amerika Serikat dalam sebuah laporan rahasia mengatakan bahwa pemerintah China telah menyembunyikan data penyebaran virus Corona di negara itu, terutama...

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...