Komite Teater: Residensi Inklusif Buka Ruang Penciptaan Karya Disabilitas

Portal Teater – Djakarta Teater Platform (DTP) tahun ini menyediakan ruang dan waktu tersendiri untuk menggagas penciptaan karya seni disabilitas di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menggelar residensi inklusif bertemakan “Art and Disability” selama hampir seminggu, yaitu pada 16-19 Juli 2019.

Residensi atau lokakarya ini diadakan di Studio TOM FFTV Institut Kesenian Jakarta, pada setiap pukul 11.00-17.00 WIB.

Dalam residensi ini, Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta sebagai penyelenggara kegiatan, menghadirkan dua kelompok seniman asal Inggris yang terkenal aktif dalam produksi gagasan kolaboratif dan pembelajaran disabilitas, yaitu Corali Dance Company dan Impermanence Dance Theatre.

Impermanence sebelumnya telah mementaskan dance teater berjudul “Baal”, yang diadopsi dari manuskrip Bertolt Brecht (1918) selama dua hari, yaitu pada Kamis dan Jumat malam pekan lalu.

Program lokakarya ini merupakan gagasan kreatif Komite Teater untuk merangkul penyandang disabilitas dalam memperkuat kesenian disabilitas di Indonesia yang selama ini jarang disentuh.

Karena itu, Komite Teater melalui DTP mengundang salah komunitas seni tari di Jakarta yang dalam lima tahun terakhir concern pada pengembangan kesenian disabilitas dengan membuka kelas khusus bagi kaum difabel, yakni GIGI Art of Dance.

Mentor dari Corali mengajarkan model-model gerakan tari disabilitas kepada peserta dari GIGI Art of Dance.
Mentor dari Corali mengajarkan model-model gerakan tari disabilitas kepada peserta dari GIGI Art of Dance.

Hal itu kemudian ditegaskan oleh anggota Komite Teater Adinda Luthvianti, yang mengatakan, bahwa residensi ini dimaksudkan untuk membuka ruang seluasnya untuk berbagai penciptaan karya (seni), dalam hal ini penciptaan karya disabilitas berupa dance theatre, yang langsung diampu oleh pengidap disabilitas.

Corali yang berdiri pada 1989, merupakan perusahaan dance theatre yang anggotanya adalah kaum penyandang disabilitas. Mereka terkenal aktif mempromosikan peningkatan akses kesenian bagi para seniman dan publik disabilitas di seluruh dunia.

Corali dalam produksi karya mereka, melakukan latihan dengan berbagai metode kolaborasi artistik dan mengeksplorasi hubungan antara pemain dengan dan tanpa ketidakmampuan belajar, antara tarian dan bentuk seni lainnya, dan antara karya seni profesional dan partisipatif.

Dinda menjelaskan, setelah berproses bersama selama residensi, kelompok seniman beda benua itu akan menampilkan karya bersama berupa showcase pada akhir pekan ini, Sabtu (20/7), pukul 15.45 WIB.

“Karya bersama mereka masih berupa showcase,” ungkapnya, pada Jumat (18/7).

Para peserta residensi berdua-dua melakukan gerakan tari sesuai arahan para mentor.
Para peserta residensi berdua-dua melakukan gerakan tari sesuai arahan para mentor.

Namun ia berharap, pertemuan dalam sebuah kolaborasi antar seniman disabilitas dapat pula menjadi sebuah penciptaan yang memberi ruang yang dilihat, dipelajari, dan menjadi ruang bersama ke depannya.

Karena itu, di masa depan, ia berharap agar lebih banyak lagi ruang dan waktu yang disediakan, baik oleh seniman atau kreator, pemerintah dan akademisi seni, untuk membuka ruang yang lebih luas bagi kelompok dengan “kemampuan berbeda” itu di Indonesia.

“Di Indonesia ruang kesenian untuk teman-teman disabilitas masih kurang. Tetapi Komite Teater berikhtiar meretas jalan itu,” terangnya.

Mentor dari Impermanence, Josh Ben-Tovim, memberikan metode latihan dengan menunjukkan model gerakan tari dalam sketsa yang dibuatnya.
Mentor dari Impermanence, Josh Ben-Tovim, memberikan metode latihan dengan menunjukkan model gerakan tari dalam sketsa yang dibuatnya.

*Daniel Deha

Baca Juga

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...