Komunitas Odah BulanKu Pentaskan “Lembuswana” pada PTN 2019

Portal Teater – Komunitas Odah BulanKu merupkan sebuah komunitas yang mewadahi para seniman Kutai Kertanegara dari berbagai lintas generasi. Odah BulanKu merupakan kepanjangan dari Odah Budaya Lestarikan Negeri Kutai.

Harapan dari komunitas berbasis di Tenggarong ini adalah mempelajari dan menggali seni tradisional daerah Kutai, Kalimantan Timur, yang sangat beragam. Keberagaman ini terlihat dari perpaduan budaya besar yang ada di Kalimantan Timur, seperti Dayak dan Kutai.

Komunitas Odah BulanKu melakukan pembelajaran kesenian tradisional, seperti musik Sampek, musik Kanong, musik Tingkilan, tarian Jepen, Dewa memanah, Burung Enggang, dan lain sebagainya.

Di tempat inilah para seniman lintas generasi melakukan transmisi pembelajaran mengenai hal yang terkait seni budaya khususnya kesenian tradisional Kutai-Kalimantan Timur.

Pada gelaran Pekan Teater Nasional 2019, Jumat (20/9), Odah BulanKu menampilkan karya berjudul “Lembuswana” atau juga dikenal dengan nama Paksi Liman Jonggo Yokso.

Makhluk berwujud seperti binatang lembu/sapi yang memiliki belalai dan bertaring seperti gajah. Ia juga mempunyai sayap seperti burung, serta kuku dan taji seperti ayam jantan, bersisik seperti naga, dan bermahkota.

Patung Lembuswana pun telah menjadi ikon di kota Kutai Kartanegara dan bisa dilihat di dua lokasi utama.

Pertama, di halaman depan Museum Mulawarman, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Kedua, patung Lembuswana raksasa juga terdapat di Pulau Kumala, sebuah destinasi wisata di tengah Sungai Mahakam.

Komunitas Odah BulanKu mengadakan latihan gerakan tari. -Dok. Odah BulanKu.
Komunitas Odah BulanKu mengadakan latihan gerakan tari. -Dok. Odah BulanKu.

Mitologi Lembuswana

Konon Lembuswana menjadi penguasa Sungai Mahakam yang kerap dihubungkan dengan kelahiran Putri Karang Melenu yang muncul bersamaan dengan satwa ini dari dasar Sungai Mahakam.

Di kemudian hari sang putri menikah dengan Raja Aji Batara Agung Dewa Sakti. Dari sang putri inilah kemudian dilahirkan penerus dinasti raja-raja Kutai Kartanegara.

Cerita Lembuswana ini sebenarnya syarat akan nilai filosofis, salah satunya sebagai pengingat kepada manusia bahwa dalam hidup ini kita jangan serakah, karena kalau melihat dari wujud Lembuswara yang mengambil beberapa bagian dari tubuh binatang sehingga terkesan tidak memiliki wujud yang pasti.

Fisolofi tentang bertaji bukan ayam, berbelai bukan gajah, bersisik bukan ikan, bersayap bukan burung, dan bermahkota bukan raja, menginspirasi penciptaan karya ini dan ditampilkan dalam bentuk drama musikal.

Pentas ini mengambil idiom musik dan tari tradisional daerah Pesisir dan Pedalaman Kalimantan Timur dengan melibatkan sekitar 50 orang.

Penata tari Odah BulanKu, Ari Ersandi, S.Sn., M.Sn.
Penata tari Odah BulanKu, Ari Ersandi, S.Sn., M.Sn.

Tim Produksi

  • Penanggungjawab: Dr. Aji Eka Qamara Yulianti,¬†Dewi Hakim, S.Sn., M.Si.
  • Pimpinan Produksi: Rusdi,S.Sn., M.Sn.
  • Sekretaris: Khaidir Ali, S.Sn.
  • Bendahara: Siti lailatul Fitriya
  • Pimpinan Artistik: Wawan Surawan
  • Pimpinan Panggung: Fahrul Yamani
  • Penata Musik: M. Yoga Supeno, S.Sn., M.Sn
  • Penata Tari: Ari Ersandi, S.Sn., M.Sn.
  • Penata cahaya: Wahyu Fitriansyah, S.H.
  • Penata Rias: Melinda Adriani Zulkifli
  • Penata Busana: Novita Ainun Farah Alya
  • Penata Sound Audio: Rusdiansyah
  • Dokumentasi: Adamy Fitriansyah
  • Konsumsi: Kristiani Ritha Domna Direq
  • Kerumahtanggaan: Sisca Ayu P.
  • Perlengkapan: M.Agri Renaldi
  • Transportasi: Muhammad Aldi Aldisius Lung

*Naskah ini diambil dari Katalog Pekan Teater Nasional 2019 di Samarinda, 20-26 September, dengan penyuntingan seperlunya.

Baca Juga

“Senjakala” Kritik Seni di Era Digital

Portal Teater - Komite Seni Rupa Dewan Kesenian (DKJ) telah sukses menggelar pameran "Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)" di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki,...

Deal! Hilmar Farid Jawab Keresahan Pelaku Seni dan Budaya

Portal Teater - Penghapusan Direktorat Kesenian dari struktur Direktorat Kebudayaan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim awal tahun ini memunculkan polemik di kalangan...

Bamsoet Ajak Milenial Nonton “Panembahan Reso” Mahakarya Rendra

Portal Teater - Masterpiece dramawan WS Rendra, "Panembahan Reso", akan dipentaskan ulang oleh kolaborasi GenPI.Co, JPNN.Com, Ken Zuraida, dan BWCF Society. Lakon yang menjadi buah...

Terkini

TEKO UI akan Pentas Teater Musikal Skala Besar di GKJ

Portal Teater - Teater Psikologi Universitas Indonesia (TEKO UI) akan mempersembahkan pentas teater musikal dengan skala besar selama dua hari, pada 13-14 Februari 2020...

“Anak Garuda”, Sebuah Inspirasi Merawat Mimpi

Portal Teater - "Anak Garuda", sebuh film yang diproduksi Butterfly Pictures telah resmi tayang perdana di seluruh bioskop di tanah air pada Kamis (16/1)...

Pematung Dolorosa Sinaga Jadi Direktur Artistik Jakarta Biennale 2020

Portal Teater - Pameran seni kontemporer Jakarta Biennale kembali menyapa warga kota Jakarta tahun ini. Diadakan tiap dua tahun sekali untuk "membaca" identitas kota...

“Senjakala” Kritik Seni di Era Digital

Portal Teater - Komite Seni Rupa Dewan Kesenian (DKJ) telah sukses menggelar pameran "Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)" di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki,...

Mengomentari Sanento Yuliman Hari Ini

Portal Teater - Saya bukan seorang seniman, tetapi sangat menikmati tulisan-tulisan Sanento Yuliman. Dia menulis untuk dipahami orang seperti sebuah tanggung jawab. Dia tidak...