Konser Amal Tuai Kritik Publik

Portal Teater – Konser amal virtual bertajuk “Berbagi Kasih Bersama Bimbo, Bersatu Melawan Corona” yang digagas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), MPR, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (17/5) malam menuai kritik luas dari masyarakat.

Akselerasi kritik tersebut dapat terlihat pada kicauan masyarakat di linimasa Twitter, di mana tagar #TerserahIndonesia dan #StopKonserUnfaedah menjadi trending topics pada Senin (18/5).

Sebanyak 14,2 ribu warga maya men-tweet tagar #TerserahIndonesia dan #StopKonserUnfaedah sudah di-tweet sekitar 27,8 netizen pada sekiranya pukul 14.00 WIB.

Tidak hanya di linimasa Twitter, tapi juga di laman Facebook dan Youtube, banyak orang sudah mulai melontarkan kritik terhadap konser yang diniatkan untuk membantu warga terdampak corona.

Beberapa hari sebelum konser digelar, bahkan sudah banyak masyarakat yang melontarkan kritik merespon gelaran konser.

Salah satunya datang dari politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik. Ia menyindir kinerja BPIP dalam pemerintah dalam sebuah cuitan di akun Twitter-nya @RachlandNashidik.

Menurut Rachland, gelaran konser tersebut tidak efektif untuk menangani krisis yang menghantam masyarakat akibat corona.

“Duit negara jangan lagi-lagi dibuang buang percuma. Lebih baik Megawati dan BPIP sarankan Jokowi batalkan pelatihan online kartu prakerja. Dan pindahkan seluruh anggarannya jadi BLT bagi rakyat miskin. Atau untuk menalangi defisit BPJS. Itu lebih membantu rakyat daripada konser,” tulisnya, Sabtu (16/5).

Jurnalis senior Farid Gaban pun melontarkan kritik terkait langkah BPIP yang menggelar konser untuk menggalang dana.

Ia menilai pemerintah tidak berbeda jauh dengan yayasan yang mengumpulkan dana bantuan dari masyarakat.

Hal mana pernah terjadi sebelumnya ketika MPR dan Kementrian Keuangan membuka kantong donasi dari masyarakat.

“Ketua DPR dan BPIP bikin konser narik sumbangan rakyat. Sebelumnya, Ketua MPR bikin platform donasi via HP dan Menteri Keuangan buka rekening sumbangan. Ini negara atau yayasan sih? Tugas utama membuat kebijakan publik yang benar untuk menangani wabah justru diabaikan,” tulisnya di akun Twitter @faridgaban, Minggu (17/5) malam.

Sejumlah pejabat pemerintah turut hadir dalam konser amal bertajuk" Berbagi Kasih Bersama Bimbo, Bersatu Melawan Corona", Minggu (17/5) malam. -Dok. @susetyopr.
Sejumlah pejabat pemerintah turut hadir dalam konser amal bertajuk” Berbagi Kasih Bersama Bimbo, Bersatu Melawan Corona”, Minggu (17/5) malam. -Dok. @susetyopr.

Masyarakat Kecewa

Gambaran yang tertangkap dari kicauan-kicauan dalam tagar #TerserahIndonesia menunjukkan kekecewaan besar masyarakat terhadap gelaran konser tersebut.

Masyarakat menilai bahwa acara tersebut memperlihatkan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani pandemi corona.

Di satu sisi pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap menjaga jarak, menghindari kerumuman, dan membatasi pergerakan.

Namun di sisi lain, pemerintah justru menginisiasi pelaksanaan konser yang melibatkan massa.

Hal itu dapat terlihat dari unggahan Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo di akun Twitternya @susetyopr, Minggu (17/5) sekitar 23.00 WIB di mana para pejabat pemerintah dan pembawa acara melakukan foto bersama di panggung konser.

Melihat unggahan tersebut, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan pun buka suara.

Ia mengaku kecewa terhadap karena para pejabat pemerintah jutru tidak menjaga jarak aman atau physical distancing.

“Nyuruh rakyat untuk cegah penyebaran virus corona dengan “jaga jarak”, tapi dari foto konser MPR-BPIP ini sama sekali tidak diterapkan physical distancing,” ujarnya di akun Twitter @OssyDermawan, Senin (18/5).

Seorang warga maya dengan nama akun @HeraLoebss menyayangkan sikap pejabat pemerintah yang terlibat dalam konser. Ketika berfoto mereka tidak mengenakan masker.

“Kami dipaksa pake masker, jaga jarak & dilarang kemana sementara kalian malah berkumpul tanpa jarak tanpa masker berKonser ria di tengah pandemi,” tulisnya, Senin (18/5).

Merespon kicauan yang menyebabkan viral di jagad maya, psikolog klinis dari Personal Growth Veronica Adesla mengatakan bahwa fenomena tersebut merupakan luapan kekecewaan publik terhadap perilaku pejabat yang tidak kooperatif dalam menangani pandemi.

“Ini adalah ungkapan geram, frustrasi dan kekesalan terhadap perilaku masyarakat maupun kebijakan. Geram dan kekesalan ini tampak diungkapkan dalam bentuk ungkapan sinis atau sarkastik (sarkasme),” katanya kepada Detik.com, Senin (18/5).

Tanggapan Pemerintah

Benny Susetyo sebelumnya menilai bahwa kritik masyarakat maya terhadap gelaran konser tersebut hanya karena salah paham.

Ia memastikan konser musik itu diinisiasi oleh para seniman dan difasilitasi tiga lembaga negara: BPIP, MPR dan BNPB.

“Kita harus berpikir positif. Kita butuh upaya gotong-royong dan kebersamaan,” katanya kepada CNN Indonesia, Sabtu (16/5) lalu.

Ia tak menampik bahwa banyak masyarakat yang mendukung acara tersebut. Dan sebagai lembaga negara, pihaknya harus mendukung seniman untuk bertumbuh selama pandemi.

Ketua MPR Bambang Seosatyo pun menegaskan bahwa tujuan konser amal tersebut bukan untuk pencitraan, melainkan sungguh-sungguh untuk penggalangan dana.

Ia juga menampik kritik yang mengatakan bahwa konser tersebut dilakukan secara bersama-sama.

“Ini konser virtual dari rumah masing-masing. Tidak ada kumpul-kumpul, yang ada di studio hanya Bimbo dan pembawa acara,” ungkapnya, melansir CNN Indonesia, Senin (18/5).

Sehari sebelumnya, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menggagas konser bertajuk “Bersama Jaga Indonesia”.

Konser yang melibatkan puluhan seniman (artis) dan disiarkan secara serentak di enam TV nasional.

Dana yang terkumpul dari konser tersebut diketahui sebesar Rp4 miliar dan akan didonasikan bagi pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak.

Keadilan untuk Pekerja Seni

Namun sebagai awasan, Ketua Pusat Informasi & Jaringan Aksi Reformasi (Pijar) 98 Sulaiman Haikal meminta agar pemerintah tetap memperhatikan kesejahteraan dan keadilan pekerja di bidang seni.

Sebab jika konser tersebut diselenggarakan atas inisiatif seniman, maka para seniman yang terlibat harus membayar kepada pihak TV.

Namun bilamana difasilitasi oleh pemerintah, maka niscaya anggarannya dialokasikan dari kantong pemerintah.

Hal itu berbeda jika konser tersebut digagas oleh pihak TV, di mana artis yang tampil akan dibayar oleh manajemen TV.

“Kita tahu untuk membayar airtime TV itu berapa duit, belum membayar seniman/selebritis papan atas yang akan tampil, karenanya saya sangat mengapresiasi jika konser tersebut dilakukan tanpa membebani kas negara,” kata Haikal, Kamis (14/5) lalu.

Haikal juga menyinggung soal keadilan bagi seniman, sebab seniman yang terlibat hanyalah seniman besar. Sementara seniman kecil dan pekerja kreatif lainnya tidak mendapat bagian yang layak.

Mencermati argumentasi Ketua BPIP Benny Susetyo, maka tak menampik kenyataan bahwa dana untuk konser tersebut dikeluarkan oleh seniman itu sendiri dan pemerintah hanya memfasilitasi.

Namun jika dana untuk konser tersebut berasal dari kantong pemerintah, maka itu hanya untuk membuang-buang uang, yang sebenarnya dapat disalurkan melalui skema BLT.

Karena itulah apa yang dilontarkan publik terkait acara tersebut menemukan satu titik simpul bahwa konser tersebut tidak efektif.

“Untuk Pak Presiden jangan banyak buang waktu dengan sibuk menikmati konser sementara 3 juta buruh sudah di-PHK dan bantuan sembako kita belum lancar,” ujar Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS kepada Suara.com, Sabtu (16/5) lalu.

Lelang Motor Jokowi

Presiden Joko Widodo diketahui membuka konser amal yang disiarkan melalui sejumlah televisi nasional dan Vidio.com itu.

Jokowi dalam sambutannya meminta masyarakat agar kuat dan tangguh menghadapi pandemi corona. Sebab Indonesia memiliki catatan sejarah yang panjang sebagai bangsa yang besar dan kuat.

“Kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang tangguh, bangsa yang kuat, dan itu sudah kita buktikan dari sekian banyak pengalaman sejarah. Kita tunjukkan pada dunia bahwa kita mampu hadapi pandemi Covid ini,” katanya dalam sebuah video.

Merespon tajuk utama gelaran konser, Jokowi meminta masyarakat agar menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama yang terdampak.

“Kita tunjukkan bahwa kita mampu menunjukan kepedulian pada sesama, terutama yang terdampak Covid,” tuturnya.

Sebagai bentuk kepedulian, kepala negara melelangkan motor listrik Gesits yang selama ini kerap digunakannya.

Motor tersebut jatuh ke tangan pengusaha asal Jambi bernama M Nuh setelah tawarannya Rp2,5 miliar menjadi yang tertinggi.

Selain hasil lelang motor, konser tersebut berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp4 miliar. Sumber donasi juga berasal dari penjualan lukisan dan jaket dari para seniman.

Seratus persen hasil lelang tersebut nantinya akan diberikan kepada masyarakat paling terdampak akibat corona.

Selain Jokowi, hadir pula dalam konser Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyala Mattalitti, Ketua MA M. Syarifuddin, Ketua MK Anwar Usman, Ketua Gugus Tugas Doni Monardo, dan sejumlah pejabat kementerian/lembaga lain.

Sementara sejumlah artis yang tampil dalam konser ini, selain personal Bimbo, ada Erwin Gutawa Orchestra, Yovie Widianto, GIGI, Radja, Rossa, Andien, Via Vallen, Inul Daratista, Dira Sugandi, Yura Yunita, Tompi, Sandhy Sondoro, Iwa K, Afgan, Rizky Febian, Arsy Widianto, Rizki & Ridho, Andre Taulany, Sule, Andhika Pratama, Gading Marten, Baim Wong, Maia Estianty, dan beberapa lainnya.*

Baca Juga

Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal Teater - Buku puisi "Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona" karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3...

Teater Broadway Tutup hingga Awal 2021

Portal Teater - Teater Broadway telah mengumumkan secara resmi bahwa akan tetap menutup teaternya sepanjang sisa tahun ini hingga awal tahun 2021 mendatang. Meski demikian, pembukaan...

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Terkini

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Rontoknya Kekerasan karena Cinta

Portal Teater - Apakakah kekerasan akan luluh lantak dengan indahnya alis mata, binar indah bola mata dan lentik bulu mata. Atau malah makin ganas? Dalang (sutradara)...

Teater Broadway Tutup hingga Awal 2021

Portal Teater - Teater Broadway telah mengumumkan secara resmi bahwa akan tetap menutup teaternya sepanjang sisa tahun ini hingga awal tahun 2021 mendatang. Meski demikian, pembukaan...

Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal Teater - Buku puisi "Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona" karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3...

Rudolf Puspa: “Abdi Abadi” adalah sebuah Tanggung Jawab

Portal Teater - Berdiri di panggung Graha Bhakti Budaya di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM), pada 26 Desember 2016 ketika menerima piagam...