Lima Kelompok Teater Indonesia akan Meriahkan DTP 2019

Portal Teater – Sejak terbentuk pada tahun 2016, Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sebagai basis penciptaan dalam Djakarta Teater Platform (DTP) telah menampilkan pertunjukan dari mancanegara, termasuk Inggris, Jepang, Hongkong, dan Filipina. Itu tidak berarti DTP lalu menisbahkan seniman lokal sebagai ‘nomor dua’.

Hal itu terbukti dari beberapa kali even DTP, Komite selalu giat mengkurasi karya-karya kesenian lokal untuk tampil di ajang bergengsi ini. Tentu, proses itu melewati strategi pengukuran yang teliti pula.

Pada April lalu, misalnya, para seniman yang akan tampil pada even ini mempresentasikan karya mereka di hadapan Komite dan ahli kesenian DKJ. Presentasi itu bukan saja untuk memperkenalkan karya mereka, tetapi juga untuk melihat ketersinggungan gagasan penciptaan karya dengan tema pokok DTP 2019: “Kekuasaan dan Ketakutan”. Setelah dikurasi, terpilihlah lima kelompok teater.

Kriteria keterpilihan itu, pun tidak selalu berarti bahwa karya-karya itu lebih baik dari yang lain, tetapi lebih pada melihat medan sirkulasi karya yang relevan dengan visi DTP, yaitu ingin menjadi embrio yang melahirkan seniman ‘on progress’ agar lebih matang dan bisa naik ke level tertinggi.

Kelima kelompok teater dan karya-karyanya, yakni: Artery Performa (Underscore Copy Paste Sae), Gema Swaratyagita dan Laring Project (Ngangon Kaedan: Dari Ruang Rahim), Kala Teater (Suara-suara Gelap: Dari Ruang Dapur), Lab Teater Ciputat-Jakarta (Sinopsis TIM 2019+) dan Teater Alamat (Setengah Komplek-X).

Even ini sendiri akan berlangsung selama dua pekan, yaitu dimulai pada 8 Juli sampai dengan 20 Juli 2019. Ada tiga venue kegiatan, yaitu Graha Bakti Budaya (GBB) Taman Ismail Marzuki, Studio TOM FFTV dan Gedung Teater Luwes Institut Kesenian Jakarta.

Program ini diselenggarakan oleh Komite Teater DKJ dan didukung sepenuhnya oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika, British Council, Japan Foundation dan Institut Kesenian Jakarta.

Artery Performa

Dalam even ini, Artery Performa akan menampilkan pertunjukan “Underscore: Copy Paste Sae”. Pertunjukan ini merupakan sebuah upaya pemeragaan dari tiga video dokumentasi pertunjukan Teater Sae, yaitu Pertumbuhan di Atas Meja Makan (1991), Biografi Yanti Setelah 12 Menit (1992) dan Migrasi dari Ruang Tamu (1993).

Sutradara Artery Performa dalam penggarapan karyanya, terinspirasi dari karya pertunjukan Takao Kawaguchi yang melakukan pemeragaan terhadap karya-karya Kazuo Ohno pada tahun 2016. Setelah menontonnya, ia berniat mengadopsi metode tersebut untuk melakukan pemeragaan terhadap karya pertunjukan teater kontemporer dari kelompok teater Indonesia.

Dibentuk pada tahun 2013, Artery Performa melakukan pementasan perdana pada even Dramakalafest di London School Public of Relations Jakarta (2013) berupa monolog “Adek Ceeguk, Segenggam Tanah di Mulutku”. Kemudian, beralih ke pertunjukan teater “Struktur Rumah Tangga Kami” pada Festival Teater Kota Administrasi Jakarta Timur (FTJT), 28 Juni 2013.

Lalu, pada tahun 2014, Artery Performa lebih banyak bergerak di bidang performance art, terutama dengan komunitas PADJAK (Performance Art di Jakarta). Kemudian berlanjut lagi pada tahun-tahun berikutnya dengan memproduksi pertunjukan, seperti Tidak Ada Kekosongan, Abracadabra Postpartum, Nyae da Gunungan Bantar Gebang.

Artery Performa akan tampil pada pertunjukan “”Underscore: Copy Paste Sae” pada Senin, 8 Juli, pukul 20.00 WIB di di Gedung Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Kala Teater

Berbeda dengan Artery Performa, Kala Teater akan lebih mengeksplorasi wacana feminisme dalam kehidupan sosial masyarakat. Kali ini, Direktur Artistik Kala Teater Shinta Febriany akan menyutradarai langsung pertunjukan bertajuk “Suara-suara Gelap (dari ruang dapur)” tersebut.

Kala Teater akan tampil pada 15 Juli di Gedung Luwes Teater IKJ, pukul 20.00 WIB.

Melalui pertunjukan teater ini, Shinta dan Kala Teater ingin menelusuri pengalaman traumatik perempuan atas kota di mana mereka bermukim. Suara-suara yang sering tidak sanggup dinyatakan dan tidak ingin didengar datang dari ruang terdalam sebuah rumah, harus dieksplorasi keluar rumah.

Karya ini merupakan penciptaan dalam proyek ‘Kota dalam Teater’. Proyek ini adalah proyek pembacaan isu-isu kota berdurasi 10 tahun yang digagas Kala Teater sejak tahun 2015.

Dibentuk di Makassar tahun 2006, Kala Teater berupaya mencapai visinya, yakni mengasah kepekaan antar manusia. Kala Teater menggagas dan melakukan program penciptaan teater, festival, diskusi, penelitian, pelatihan, dan residensi.

Sementara, sutradara dan penulis naskah Shinta, pernah meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik Festival Teater Se-Sulawesi Selatan 1998, dan Aktris dan Sutradara Terbaik Festival Teater Se-Sulawesi Selatan 2002. Atas dedikasinya di bidang teater Shinta dianugerahi penghargaan Celebes Award dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di tahun 2007.

Gema Swaratyagita dan Laring Project

Gema Swaratyagita adalah seorang komposer. Ia lahir di Jakarta, tahun 1984. Dia aktif dan produktif sebagai komponis, performer dan pengajar musik. Melalui karyanya “Ngangon Kaedan: Dari Ruang Rahim,” ia ingin membawa kita ke dalam permenungan atas pemaknaan eksistensi manusia sejak berada di dalam rahim seorang ibu.

Bagi Gema, di dalam rahim terselubung aneka pesan yang tidak pernah tersampaikan, bahkan ketika seorang manusia sungguh-sungguh terbentuk menjadi manusia utuh.

Gema merefleksikan, rahim bukanlah sebuah ruang kosong tanpa makna, tetapi menyimpan angan, mimpin, harapan, kegelisahan, doa, dan bahkan kekuasaan.

“Ngangon Kaedan” sendiri merupakan karya on progress, dimulai dari komposisi musik “Dongeng Polifoni” (2018) yang merupakan fragmen awal karya yang menggunakan dongeng anak nusantara, hingga menuju “Dari Ruang Rahim”.

Sementara, Laring project adalah ruang kekaryaan bermedium bunyi yang dibentuk oleh Gema sejak tahun 2012. Penggarapannya diawali dengan sekuel karya pertunjukkan berjudul “Laring: Sound of Differences” (2012) dan “Laring 2: Ragahulu” (2013) yang banyak mengeksplorasi bunyi bambu.

Gema melihat bahwa menelusuri bunyi itu sebegitu menariknya, hingga seperti bertamasya dan terus antusias melihat setiap hal menarik yang ditemui.

Melalui pengalaman 2 karya tersebutlah Gema berupaya untuk melanjutkan ruang berkarya tersebut dalam sejumlah karya berbasis seni kontemporer, terutama yang berkaitan dengan kerja kolaborasi antar seniman lintas seni, sekaligus menjadi wadah musisi dan seniman untuk mengeksplorasi bunyi.

Pertunjukan “Ngangon Kaedan: Dari Ruang Rahim” oleh Gema Swaratyagita dan Laring Project akan terjadi pada Sabtu (13/7), pukul 20.00 WIB di GBB TIM.

Lab Teater Ciputat

Laboratorium Teater Ciputat (LTC) didirikan pada 1 Desember 2005 oleh sejumlah pegiat seni (teater) di Ciputat, Tangerang Selatan, yang bertujuan menjadi bagian dalam sejarah perkembangan seni Indonesia.

Sebagai organisasi yang terbuka dan mandiri, LTC menggelar proses penciptaan yang bertolak dari workshop, diskusi, penelitian, observasi dan live in yang berkonsentrasi pada isu dan problematika masyarakat urban termasuk dunia spiritualitasnya.

Kali ini, LTC akan mempertontonkan pertunjukan teater “Sinopsis TIM 2019+”. Karya ini lebih merupakan sebuah pertunjukan kontemporer yang melibatkan penonton ke dalam medan sirkulasi penciptaan karya seni itu sendiri.

Melalui karyanya, sutradara Bambang Prihadi ingin menunjukkan bahwa Taman Ismail Marzuki (TIM) telah mati, dingin dan kaku. Yang tersisa hanyalah sebuah museum berupa foto-foto, arsip, koran, audio, visual, patung, lukisan dan benda-benda yang turut serta menandai perjalanan TIM sebagai pusat kesenian Jakarta.

LTC akan tampil pada Selasa (9/7) pukul 20.00 WIB, di GBB TIM.

Teater Alamat

Teater Alamat didirikan pada tanggal 17 Januari 2009. Ia merupakan sebuah teater independen yang terbentuk dari beberapa alumni teater SMAN 94 Jakarta. Nama ALAMAT adalah sebuah singkatan dari “Anggota Lama SMA Sembilan Empat”.

Sejak 2010, Teater Alamat mengikuti Festival Teater Jakarta DKJ, mendapatkan berbagai penghargaan dan menjadi senior dari Festfival Teater Jakarta tahun 2016.

Kali ini, Teater Alamat akan menampilkan karya terbarunya: “Setengah Komplek-X”, pada Minggu (14/7), pukul 20.00 WIB di GBB TIM.

Pertunjukan ini ingin mempresentasikan sebuah pemukiman masa kini di Jakarta, yaitu pemukiman yang disebut cluster: perumahan kecil, satu blok, dengan cuma ada beberapa rumah, dengan penghuninya rata-rata merupakan masyarakat menengah ke bawah.

Representasi kehidupan masyarakat itu tertangkap dalam adegan-adegan yang menonjolkan konflik monopoli penguasaan keran air, kesewenangan membunyikan klakson kendaraan, mendikotomikan antara “warga mampu” dan “tak mampu”, atau mempersoalan geografi letak rumah yang dekat dan yang jauh.

Begitu pun pada cara pandang terhadap perempuan yang konfliknya bermula pada peroalan cinta dan kesetiaan, kejujuran, kecemburuan. Rasa takut lalu menghinggapi para penghuni karena teror verbal berupa sindiran, cemoohan, dan bahkan umpatan kemarahan. Akhirnya terbentuk kesamaan cara pandang terhadap sosok perempuan, rasa takut, curiga, dan berpikir negatif.

Pertunjukan ini disutradarai oleh Budi Yasin Misbach, seorang seniman dan pemain teater sejak 1984. Ia adalah penulis naskah drama untuk hampir sebagian besar pertunjukan Teater Alamat. Beberapa naskahnya terbit di beberapa antologi naskah drama.

Sampai saat ini menjadi penulis dan sekaligus sutradara. Bersama Teater Alamat, banyak mendapat penghargaan-penghargaan baik di tingkat wilayah dan tingkat Final (DKI).

*Daniel Deha

Baca Juga

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Teater Karantina #1: Wabah Athena, Galen dan Oedipus Kode

Portal Teater - Lukisan Michiel Sweerts, "Wabah di Kota Tua" (Plague in an Ancient City) banyak dikutip dan dipercayai mengambarkan wabah besar yang pernah...

Industri Seni Indonesia Menderita

Portal Teater - Di tengah pandemi global virus Corona (Covid-19), industri seni Indonesia ikut menderita. Jika beberapa negara terpapar corona sudah menggelontorkan dana untuk menopang...

Terkini

Data dan Dana Untuk Pekerja Seni Terdampak Corona

Portal Teater - Pemerintah Indonesia membuka jalur pendataan bagi pekerja seni yang secara ekonomi terdampak virus Corona. Pendataan telah dibuka sejak akhir pekan lalu,...

Mendata Pelaku Industri Kreatif Terdampak Corona di Ibukota

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul semua lini kehidupan manusia saat ini. Wabah global ini tidak hanya menghantam sektor ekonomi, politik, atau...

Mendata Pekerja Seni Terdampak Corona

Portal Teater - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan membuka pendataan bagi pekerja dan pelaku seni di ibukota yang terdampak secara ekonomi akibat...

Teater Karantina #1: Wabah Athena, Galen dan Oedipus Kode

Portal Teater - Lukisan Michiel Sweerts, "Wabah di Kota Tua" (Plague in an Ancient City) banyak dikutip dan dipercayai mengambarkan wabah besar yang pernah...

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...