Liputan Media: Bayang, Karya Menohok dari Yohanes Kelvin

JAWA POS – Sorot cahaya dari layar OHP tak pernah padam dalam karya bertajuk Bayang. Di tangan Yohanes Kelvin, bayangan menjadi karya yang menohok.

Bayang menjadi salah satu karya instalasi dalam pameran Di Balik Setiap Pintu (Wayang Beber dan Sensory Etnography), yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Tidak seperti karya pada umumnya, yang hanya bisa dinikmati dari jarak jauh dan tak bisa disentuh, Yohanes justru mengajak para penikmat seni untuk menikmati Bayang dengan menyentuhnya.

“Ini itu representasi dari suara batin saya, tentang kejenuhan dan kebosanan,” katanya, saat ditemui Jawa Pos, Sabtu (16/3) malam.

Di sebuah plastik yang tebalnya sekitar dua mm dan berdiameter sekitar satu meter, plot cerita Bayang disuguhkan melalui tokoh Wayang beber. Perupa kelahiran Jakarta itu menyebutkan, penikmat seni bisa menikmati ceritanya dengan memutar lingkaran plastik searah jarum jam.

Ada empat tempat dalam cerita. Cerita bermula di rumah. Diceritakan, wayang sedang tidur. Kemudian, terbangun dan memulai hari dengan membersihkan diri.

Setelah di rumah, wayang bergerak ke tempat lain, yakni, jalan. Jalan menjadi tempat penghubung yang harus dilalui wayang untuk menuju ke tempatnya bekerja, yaitu sekolah.

Sekolah menjadi tempat ketiga yang ditampilkan dalam cerita. Di dalam sekolah, ada ruang guru yang divisualkan oleh Yohanes. Setelah menghabiskan waktu di sekolah, wayang berpindah ke lokasi berikutnya, yakni kafe.

Yohanes mengatakan bahwa hanya di kafe lah, wayang menemukan kebahagiaan. Wayang bisa berinteraksi dan menemukan ide-ide segar.

“Wayang itu saya. Saya sejak dua tahun lalu menjadi seorang guru. Saya merasa rutinitas ini hanya itu-itu,” terangnya.

Bentuk plastik berupa lingkaran ternyata menjadi representasi rutinitas itu-itu saja, yaitu bentuk pengulangan. Tak ada yang berubah. Hal itu membuat rasa bosan muncul dalam hati Yohanes.

Humas Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta Robert Thundang menyebutkan, Di Balik Setiap Pintu (Wayang Beber dan Sensory Etnography) menjadi judul dari program Teater Arsip 2019. Judul tersebut mewakili rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 11 Maret hingga 17 Maret.

“Ada 30 peserta lintas keilmuan yang ikut serta dalam pameran ini,” tuturnya.

* DIMAS NUR APRIANTO

 

Baca Juga

HUT Ke-46 Teater Keliling: Bermula di TIM Jakarta

Portal Teater - Empat puluh enam tahun lalu, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pada sebuah rumah yang merupakan perumahan penjaga Kebun Binatang Raden...

Forum Seniman Peduli TIM Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan DPR RI

Portal Teater - Sejak November 2019, sejumlah seniman, budayawan dan pelaku budaya yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM (FSPT) menggelar aksi 'silet movement'...

Nara Teater: Bertumbuh dalam Ekosistem yang Buntung

Portal Teater - Ketika Gedung Graha Bhakti Budaya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, dirubuhkan, banyak yang risau soal geliat dan ekosistem kesenian dan...

Terkini

Jelang Pameran, Julian Rosefeldt Kuliah Umum “Manifesto”

Portal Teater - Tiga hari menjelang pameran, seniman dan pembuat film asal Jerman Julian Rosefeldt akan memberikan kuliah umum bertemakan "Manifesto", judul dari karya...

FTP 2020: Ruang Bagi Generasi C Bereksplorasi

Portal Teater - Sepuluh tahun lalu, Dan Pankraz, peneliti dan Direktur Perencanaan/Strategi Pemuda pada DBD Sydney, Australia, pernah mengatakan, Generasi C (Gen C) bukanlah...

Lestarikan Budaya Betawi, Sudin Kebudayaan Jaksel Bina 60 Sanggar Seni

Portal Teater - Untuk memperkuat ekosistem kesenian kota berbasis komunitas, Suku Dinas (Sudin) Kebudayaan Jakarta Selatan memfasilitasi pembinaan bagi 60 sanggar seni di Hotel...

Dewan Kesenian Jakarta Minta Anies Kaji Ulang Revitalisasi TIM

Portal Teater - Menyusul polemik yang mengemuka di ruang publik, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) akhirnya meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji ulang proyek revitalisasi...

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...