Liputan Media: Melalui Wayang Beber dan Sensory Ethnography

SINDONEWS – Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) kembali menyelenggarakan program Teater Arsip. Adapun Teater Arsip 2019 dilaksanakan di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta sejak 11 Maret lalu hingga 17 Maret nanti.

Teater Arsip 2019 mengangkat tema “Di Balik Setiap Pintu (Wayang Beber dan Sensory Ethnography)” yang mengangkat kesenian tradisional wayang beber dengan pendekatan sensory etnografi. Selama pelaksanaan program ini terdapat pertunjukan Wayang Beber Metropolitan, pemutaran film, pertunjukan musik, tari hingga program melukis wayang beber.

Antropolog yang juga koordinator acara, Peter Szilagyi menjelaskan, “Di Balik Setiap Pintu” sejatinya merupakan karya kurasi atas proses dan hasil riset yang dilakukannya bersama Dani Iswardana dan Vivien Sarkany. Hasil riset tersebut dihadirkan Komite Teater DKJ sebagai program Teater Arsip 2019 yang berbasis pemetaan atas Wayang Beber dengan Sensory Ethnography sebagai metode.

“Di Balik Setiap Pintu berangkat dari rangkaian riset artistik yang panjang, melibatkan lintas-budaya dan dilakukan terhadap berbagai sumber,” ujar Peter. Menurutnya, metode riset yang dilakukan menggunakan seluruh panca indera sebagai cara mengenali aksi dan reaksi dalam mengolah data menjadi informasi. Hal itudisebutnya Sensory Ethnography atau antropologi inderawi.

“Risetnya dipresentasikan dalam sebuah film semi dokumenter, bagaimana siswa-siswi asal Hungaria menggunakan pendekatan Sensory Ethnography saat belajar tentang budaya Jawa di Yogyakarta dan Solo,” katanya lagi.

Para kreator berupaya membangun sebuah dunia visual lintas budaya yang merespons budaya Jawa melalui gaya visual wayang beber. Dani Iswardana memainkan konsep dasar wayang kulit yang dilengkapi berbagai gaya gambar dan teknik permainan dengan Over Head Projector oleh Vivien Sarkany.

“Di Balik Setiap Pintu diambil dari penggalan salah satu kalimat dalam film mixmedia dokumenter itu. Kalimat utuhnya berbunyi, ‘Kami bikin peribahasa sendiri, Di balik setiap pintu pasti ada seorang Indonesia,” tutur Peter.

Wayang Beber merupakan seni wayang yang muncul dan berkembang di Jawa pada masa pra-Islam dan masih berkembang di daerah-daerah tertentu. Salah satunya di Mojokerto.

Dinamakan wayang beber, karena berupa lembaran-lembaran (beberan) yang dibentuk menjadi tokoh-tokoh dalam cerita wayang baik Mahabharata maupun Ramayana. Tokoh pewayangan dan jalan cerita dilukis pada kain tersebut. Saat pertunjukan, sang dalang berkisah sembari menunjuk lukisan menggunakan tongkat.

* THOMAS MANGGALA

Baca Juga

Kadisbud Iwan Henry: Teater Jadi Medium Literasi Anak

Portal Teater - Teater Lorong Yunior sukses mementaskan dua kali lakon "Sang Juara" karya dan sutradara Djaelani Mannock di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (19/1)....

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Sambut Imlek, Mahasiswa UNJ Pentaskan Seni dan Budaya Tionghoa

Portal Teater - Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Sabtu (25/1) akhir pekan ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Bahasa...

Terkini

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Pemerintah Alokasikan Rp1 Triliun Dana Perwalian Kebudayaan 2020

Portal Teater - Pemerintah mengalokasikan Dana Perwalian Kebudayaan bagi pegiat seni budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp1 triliun. Alokasi...

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...

Tandai HUT Ke-30, Teater Gema Gelar Wicara “Filosofi Hidup Berteater”

Portal Teater - Teater Gema baru saja merayakan 30 tahun berdirinya pada Senin (13/1) lalu. Menandai perayaan tersebut, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)...