Desember 7, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Malih Dong Dong mengkritik acara komedi

Jakarta

Sejak lama, acara komedi selalu menjadi favorit di televisi. Rencana ini dianggap dapat diterima oleh banyak orang.

Namun, komedian veteran Malih Dong Dong mengatakan acara komedi di televisi telah berubah. Di masa lalu, pecinta komedi bisa tertawa terbahak-bahak di televisi, tidak seperti sekarang.

Pertunjukan yang dimaksud Malih adalah seperti sketsa atau situasi komedi. Dia kemudian mengatakan bahwa bahkan penonton terpaksa menertawakan ini.

“Sekarang malah ada dua tawa, ada yang justru tertawa atau dipaksa. Yang terjadi sekarang, misalnya dipaksa live. Itu bukan adegan (lucu), itu juga tertawa,” kata Malih sambil mengobrol. Ustaz Fathullo Usfat Resmi di YouTube.

Menurut Mali, ini mempengaruhi kualitas kaca. Karena penonton juga sekarang mengerti maksud lucu dari sebuah adegan.

Malih Dong Dong dan Ustaz Fatullo Foto: YouTube Usfat Official

Selain itu, kata Malih, tertawa bisa membuat orang lebih bahagia dan sehat. Tapi terlalu banyak itu bisa menjadi bencana.

“Kamu bisa mati karena orang tertawa. Kalau itu terjadi, lenong dimainkan dengan Bokir dan Potong,” kata Malih.

“Mungkin seperti hati. Dia melihat Bokeer dan Potong menjadi pengaman, yang lain tertawa, dan dia jatuh dari bangku,” lanjutnya.

Tonton videonya”Direktur Prilly memarahi Latugoncina karena ini
[Gambas:Video 20detik]
(tapi/tidak2)

READ  Gambar mantan teman serumah Thiri Murvati yang menuduh Nathalie Holscher selingkuh dari Sule