Januari 24, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Mantan rekan setim Garuda Shin Dae-yong mulai berubah: Okeson Bola

pemain sayap Persicabo 1973, Hendra Adi Payav, Mengungkap Penyebabnya tim nasional indonesia Sulit untuk dicapai. Pesepakbola 28 tahun itu menyebut pemain Indonesia kurang disiplin dan merasakan hal yang sama.

Hendra Adi Biov mengutip Diendo Indonesia dari saluran YouTube, mengatakan, “Disiplin bisa cacat, termasuk saya sendiri, dan disiplin itu sulit.

(Shin Tae-yong perlahan mengubah kebiasaan buruk para pemain Indonesia)

Kelakuan buruk pesepakbola Indonesia yang perlahan mengubah pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Shin Tae-yong mengakui hal ini dalam sebuah wawancara dengan televisi Korea Selatan.

“Saya pikir orang Indonesia pada dasarnya memiliki kualitas yang baik karena iklimnya sangat bagus dan tanahnya subur. Mereka tidak kesulitan makan, jadi orang cenderung santai,” kata Shin Tae-yong seperti dikutip dari saluran YouTube Myeongjong diel, Okaseon BAL. Akun.

“Pelatih dan staf turun dari bus dan jatuh ke tanah. Dalam waktu 1-2 menit mereka menunggu pemain datang. Namun, mereka masih mengobrol dan tidak ada niat untuk turun ke lapangan,” kata Shin Tae-yong.

“Saya kira tidak demikian. Untuk diganti. Mengubah kebiasaan itu berdampak pada saya,” ujar pelatih berusia 51 tahun itu.

Selain itu, Hendra ft Bio mengenang kembali aksinya bersama timnas Indonesia. Ia tercatat membela Timnas Indonesia U-16, U-23 dan timnas senior.

Baca selengkapnya: 5 Pelatih yang Menyaingi Shin Tae-yong, No 1 dari Indonesia

Di level senior, Hendra ft Bio membela tim Garuda hanya satu tahun (2012-2013). Meski demikian, Hendra Adi Biov tetap bangga bisa membela timnas Indonesia.

Dia bahkan berpikir untuk membela tim nasional indonesia Momen terbaik dalam hidupnya. Menurut Hendra Ft Biow, menyusup ke timnas Indonesia bukanlah tugas yang mudah.

READ  Mantan pemain saya sekarang siap mengendalikan musuh saya, Man City Sancho!

tim nasional indonesia

“Bermain di timnas itu susah. Tidak mudah orang masuk timnas,” kata Hendra.

Hendra pun membeberkan momen favoritnya saat membela timnas Indonesia. Keikutsertaannya dalam International Cup 2012 di Palestina menjadi momen terindah dalam seragam tim Garuda.

“Itu adalah momen yang tak terlupakan di Palestina, di mana saya memainkan empat pertandingan dan mencetak dua gol. Hasil kerja sama tim, Irfan Pashtim memberi saya operan dan kemudian saya mencetak gol,” pungkas Hendra.