Melawan Penyakit Lupa dalam Film ‘Maaf Senin Tutup’

Portal Teater – Secara keseluruhan, “Maaf Senin Tutup” adalah film tenang yang penuh permenungan. Adegan demi adegan dihiasi solilokui dan dialog-dialog lucu secara bergantian. Bukan sekedar lucu, kalimat demi kalimat para tokoh juga syarat akan relung-relung kontemplatif. Kesempatan untuk tertawa dan bermenung begitu banyak diberikan kepada penonton.

Sekalipun sempat menyajikan beberapa gerak aksi, film ini sama sekali tidak kehilangan iramanya. Adegan perkelahian antara Eva dan sopir taksi online misalnya, atau adegan latihan Jiujitsu yang dilakukan Eva bersama Hongga, tetap juga dibalut oleh dialog dan solilokui serupa.

Lontaran-lontaran ungkapan hati yang menyajikan pandangan lain terhadap fenomena sehari-hari. Menggemaskan, begitu kira-kira kesan yang diungkapkan dalam diskusi publik oleh seorang penonton terhadap karakteristik film besutan Anggun Priambodo ini.

Film berdurasi 56 menit ini sejujurnya memiliki cerita yang sederhana. Eva, seorang mantan atlet renang memutuskan kembali berkesenian. Di usianya yang sekitar tiga puluh tahun, ia memutuskan untuk kembali ke Yogyakarta, sebuah kota yang dianggapnya dapat membangkitkan perasaan-perasaan seninya di masa lalu. Dengan harapan itu, ia berkeliling mengunjungi galeri-galeri seni di Yogyakarta.

Meski tidak bisa dikatakan sebaliknya, namun yang ia temui sama sekali lain dari dugaan. Alih-alih memperoleh gairah kesenian yang bangkit, ia justru menemukan beragam keganjilan yang tidak jarang menggelikan.

Seperti galeri yang tidak jelas jadwal bukanya, galeri yang tidak pernah membuka eksibisi, galeri yang sama sekali tak pernah dikunjungi, hingga perilaku seniman yang aneh-aneh dalam upaya mematangkan lukisan.

Di sela-sela peristiwa itulah, ia juga bertemu dan bertukar pikiran dengan Hongga, sahabat lama yang sedang berusaha membantu ibunya melawan serangan pikun.

Kepikunan di ‘Maaf Senin Tutup’

Yang mencuri perhatian dalam film ini justru adalah cerita sertaan itu. Yaitu bagaimana Hongga berusaha membantu ibunya melawan kepikunan. Setiap hari, kadang siang atau malam, Hongga membantu ibunya berlatih bernyanyi lagu Batak.

Hal itu dilakukannya dalam keadaan terpisah. Hongga di Yogyakarta dan sang ibu di kampung halaman. Melalui saluran panggilan video ia memandu ibunya bernyanyi. Bila ibunya lupa, ia mengingatkan liriknya. Dan bila sang ibu lupa lagi, ia membantunya lagi.

Begitu terus menerus adegan itu digambarkan dalam suatu dendang nyanyian Batak. Merdu dan meninggalkan kesan tersendiri bagi penonton.

Adegan itu rupanya demikian dalam meninggalkan kesan. Dengan pilihan visual potret, adegan ini menjadi lebih mirip dengan tampilan saluran panggilan video yang sering kita gunakan sehari-sehari.

Adegan yang secara tidak langsung telah memotret bagaimana seorang manusia bergulat mengatasi segala persoalannya bersama dengan teknologi.

Namun dari adegan itu tergambar pula bahwa agaknya teknologi baru tidak serta merta dapat melepaskan seorang manusia dari teknologi lama. Terbukti, meski Hongga telah menggunakan ponsel untuk dapat melawan kepikunan ibunya, ia masih tetap juga membutuhkan lagu-lagu batak untuk mempertahankan ingatannya. Hongga masih bergantung pada tradisi untuk menjaga ibunya dari penyakit lupa.

*Roby Aji

Baca Juga

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...

Industri Musik AS Ambruk Karena Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah menyebar di 203 negara di dunia dengan terkonfirmasi positif 859.965 kasus, 42.344 meninggal dan 178.364 sembuh. Amerika Serikat...

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Terkini

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Intelijen AS Sebut China Sembunyikan Data Covid-19

Portal Teater - Intelijen Amerika Serikat dalam sebuah laporan rahasia mengatakan bahwa pemerintah China telah menyembunyikan data penyebaran virus Corona di negara itu, terutama...

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...