Mendata Pelaku Industri Kreatif Terdampak Corona di Ibukota

Portal Teater – Virus Corona (Covid-19) telah memukul semua lini kehidupan manusia saat ini. Wabah global ini tidak hanya menghantam sektor ekonomi, politik, atau budaya, tapi juga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sepenuhnya menyadari bahwa pandemi yang menjadi krisis terbesar generasi masakini tersebut telah menghentikan kerja para pelaku industri kreatif.

Merujuk pada Surat Edaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 3 Tahun 2020, Disparekraf DKI Jakarta nemandang perlunya pengambilan kebijakan dalam mengatasi dampak pandemi terhadap perekonomian secara cepat dan tepat sasaran.

Salah satu kebijakan yang diambil adalah dengan meminta agar para pelaku industri kreatif di ibukota yang terdampak pandemi Covid-19 agar untuk mengisi data.

Data-data yang perlu diisi para pelaku industri kreatif antara lain mengenai total potensi kerugian selama masa pandemi Corona, omzet harian, dan juga tenaga kerja.

Adapun subsektor industri kreatif yang diminta untuk didata, antara lain: Pengembangan Permainan, Arsitektur, Desain Produk, Fesyen, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Seni Pertunjukan, Film, Animasi dan Video, Fotografi, Kriya, Kuliner, Musik, Penerbitan, Periklanan, Seni Rupa, Televisi dan Radio, dll.

Jalur pendataan ini dapat dilakukan melalui link https://forms.gle/qEBmDE22jJu769QN8.

Sementara untuk menekan laju penyebaran virus Corona, Pemprov DKI Jakarta, sebagaimana dilansir dari publikasi media sosial Disparekraf, masih memperpanjang penutupan sementara tempat hiburan dan rekreasi di Jakarta.

Penutupan berlangung hingga 19 April. Kepada seluruh warga Jakarta, dihimbau untuk tetap di rumah, menjaga jarak fisik dan tetap menghindari kerumuman dan keramaian.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama. -Dok. kenangan.com
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama. -Dok. kenangan.com

Kebijakan Selama Krisis

Menanggapi krisis akibat virus yang mematikan ini, Menteri Wishnutama sebelumnya meminta asosiasi atau industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk berkoordinasi terkait perkembangan penanganan virus Corona dalam industri mereka.

Ia juga melaporkan potensi kerugian serta dampak kesehatan dan finansial yang menimpa tenaga kerja masing-masing.

Selain itu, Kemenparekraf juga telah mengaktifkan Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menekan dampak Covid-19 bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pusat Krisis Terintegrasi akan melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19 di seluruh daerah.

Forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder di bidang pariwisata pun telah dibuka Kemenparekraf sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan.

1.200 Hotel Ditutup

Mengutip Tempo.co, Sabtu (4/4), Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, ada 1.200 hotel yang sudah tutup lantaran virus Corona.

Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi pembengakakan biaya operasional tanpa ada pemasukan dari arus kas. Sementara para karyawan diliburkan untuk menekan transmisi virus. Hal itu hampir dilakukan di semua daerah.

Sementara untuk pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata yang masih mengoperasikan usahanya, Menteri Wishnutama meminta tetap mengikuti protokol keamanan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Laporan resmi pemerintah Indonesia per Minggu (5/4) menyebutkan, jumlah pasien terkonfirmasi Corona telah mencapai 2.273 orang. Angka ini bertambah 181 orang dari sebelumnya berjumlah 2.092. Sementara ada 198 pasien meninggal dan 164 sembuh.

Data-data ini memperlihatkan bahwa dalam dua-tiga hari belakangan, jumlah kasus baru di Indonesia cukup melonjak dan tampak masih sangat fluktuatif.

Secara global, Worldometers melaporkan pada Senin (6/4) bahwa ada 1,2 juta pasien terkonfirmasi Corona, dengan 69.498 meninggal dan 265.883 lainnya sembuh.*

Baca Juga

Teater pada Panggung Digital

Portal Teater - Beberapa hari lalu saya berkesempatan menyaksikan Jemuran Orang, penampilan kelompok Artery Performa di kanal Youtube milik Direktorat Jenderal Kebudayaan, Budaya Saya. Artery...

Sekali Dayung Dua-Tiga Pulau Terlampaui

Portal Teater - Pukulan misterius virus corona telah memporak-porandakan "sistem politik, ekonomi, dan budaya negara-negara", meminjam istilah yang diperkenalkan Harari beberapa waktu lalu. Tidak ada...

Update Corona 27 Mei: Bertambah 686 Kasus Baru, Ini Sebarannya!

Portal Teater - Setelah menurun tiga hari berturut-turut sejak Minggu (24/5), kasus harian positif virus corona kembali naik pada Rabu (27/5) setelah menemukan 686...

Terkini

Silang-Sengkarut “New Normal”

Portal Teater - Sejak beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo telah mendengungkan wacana pemberlakukan "new normal", atau yang menurut ahli Bahasa Indonesia sebut sebagai...

“Dini Ditu” Teater Kalangan: Menjahit Publik di Ruang Digital

Portal Teater - Kehadiran pandemi virus corona barangkali tak pernah dipikirkan atau diramalkan, meski ada teori konspirasi yang menyeruak belakangan bahwa Bill Gates telah...

Teater di Ruang Digital

Portal Teater - Bencana bukan alam sedang menghinggapi sebagian besar negara di dunia dan Indonesia termasuk kebagian. Wabah yang disebut Covid-19 sedang bergentayangan dan belum...

Rencana Reaktivasi Pembelajaran Ditolak

Portal Teater - Dunia pendidikan menjadi salah sektor yang ikut terpukul oleh pandemi virus corona. Di Indonesia, seluruh kegiatan pembelajaran dihentikan dan dilakukan secara...

Update Corona 29 Mei: Kasus Baru Turun Tipis, Total 25.216 Positif

Portal Teater - Kasus baru virus corona turun tipis pada Jumat (29/5) sebanyak 678 kasus dari sebelumnya 687 kasus. Dengan demikian, menurut juru bicara Achmad...