“Mengingat-ingat Sanento Yuliman” di Galeri Cipta II TIM Jakarta

Portal Teater – Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) di penghujung tahun ini akan menggelar pameran maestro Indonensia bertajuk “Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)” sepanjang 12 Desember-15 Januari 2020.

Pameran ini akan dibuka pada Rabu (11/12) pukul 19.30 WIB di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, oleh Goenawan Mohamad dan dimeriahkan oleh penampilan Rebecca Kezia dan Sri Hanuraga.

Pameran berupa karya dan arsip ini dibuat tidak hanya untuk merayakan kebesaran karya sang penulis, tapi sebagai upaya untuk membangkitkan kembali ingatan publik akan apa saja yang sudah dikerjakan sang maestro sebagai esais dan kritikus seni rupa.

Sanento melalui tulisan-tulisannya yang tersebar di sejumlah media massa (seperti Pikiran Rakyat, Kompas dan majalah Tempo), dikenal sebagai kritikus seni rupa yang memiliki pandangan yang khas terhadap gejala-gejala seni rupa di Indonesia.

Sudah selayaknya publik mengapresiasi karya kritik seni karena tulisan-tulisan kritik jurnalistik ini berhasil mencatatkan nama-nama kritikus seni rupa yang pantas diakui kemampuannya.

Asumsi dasarnya, karya seni sebagai perwujudan gagasan seniman yang paling personal, membutuhkan sebuah jembatan yang menghubungkannya dengan publik sebagai apresiatornya.

Jembatan yang mampu membaca dan kemudian mengungkapkan apa-apa yang terkandung dalam bahasa seniman yang khas dan personal, ke dalam bahasa yang lebih universal. Jembatan itu yang diemban oleh sebuah tulisan kritik seni.

Sebuah kritik seni, bagaimanapun tidak sekedar berisi gagasan-gagasan penulisnya, tapi lebih dari itu juga berisi catatan-catatan serta penjabaran-penjabaran dari segala hal yang bisa ditemukan dalam sebuah karya.

Melalui penjabaran-panjabaran itu, tulisan kritik seni dapat berfungsi sebagai zona refleksi, konfirmasi dan jembatan antara karya seni dengan dunia luas di sekitarnya.

Dalam pameran ini, Komite Seni Rupa DKJ menghadirkan kembali khazanah kepenulisan sang maestro yang bersumber dari naskah Sanento Yuliman, dokumentasi Arsip DKJ, dan kolega seniman dan Perpustakaan Nasional.

Dari ketiga lembaga inilah terdapat arsip-arsip karya penulis yang telah banyak mendorong lahirnya gagasan-gagasan kritis terhadap seni rupa Indonesia.⁣⁣⁣

Pameran seni rupa "mengingat-ingat Sanento Yuliman" di Galeri Cipta II, TIM Jakarta, 12 Desember-15 Januari 2019. -Dok. DKJ
Pameran seni rupa “Mengingat-ingat Sanento Yuliman” di Galeri Cipta II, TIM Jakarta, 12 Desember-15 Januari 2019. -Dok. DKJ

Luncurkan Tiga Buku Kritik Seni Rupa

Bersamaan dengan pameran ini, Komite Seni Rupa DKJ juga menerbitkan buku Trilogi Kumpulan Kritik Seni Rupa sebagai hasil kerjasama Komite Seni Rupa dengan Penerbit Gang Kabel.

Buku ini merupakan rangkaian produksi pengetahuan Seri Wacana Seni Rupa DKJ.

Tiga buku yang akan diterbitkan, yakni Dari Pembantu Senilukis Kita: Bunga Rampai Esai dan Kritik Seni Rupa Oei Sian Yok (1956-1961); Rumpun dan Gagasan: Bunga Rampai Esai dan Kritik Seni Rupa (1969-2019) oleh Bambang Bujono; dan Estetika yang Merabunkan: Bunga Rampai Esai dan Kritik Seni Rupa (1969-1992) oleh Sanento Yuliman.

Ketiga buku ini diterbitkan sebagai upaya untuk melengkapi kearsipan esai-esai dan tulisan-tulisan kritik seni rupa yang tercecer.

Pun diposisikan sebagai pengingat bahwa di samping para seniman, perjalanan seni rupa kita juga telah diwarnai oleh kehadiran para kritikus yang telah berkontribusi banyak terhadap perkembangan seni rupa Indonesia.

Diharapkan, pameran dan penerbitan buku ini dapat menjawab kebutuhan arsip sebagai wahana rekoleksi pengetahuan dan pembacaan ulang yang dapat dikaitkan dengan pemikiran-pemikiran kritik seni rupa Indonesia saat ini.

Informasi selanjutnya dapat menghubungi:

F. Sena Pamudya Kirana
081287074748
Humas.dkj@gmail.com
Twitter & Instagram: @jakartscouncil
Facebook: Dewan Kesenian Jakarta

Baca Juga

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...

“Panembahan Reso” di Era Media Digital

Portal Teater - "Panembahan Reso" karya W.S. Rendra yang disutradarai Hanindawan akan dipentaskan pada 25-26 Januari 2020 pukul 19.30-22.30 WIB di Ciputra Artpreneur, Kuningan,...

Komit Bangun Kebudayaan, Bupati Tubaba Gelar “Megalithic Millennium Art”

Portal Teater - Pembangunan kesenian dan kebudayaan di Provinsi Lampung belakangan ini terus bertumbuh. Aktivisme itu tidak hanya digiatkan oleh seniman dan komunitas/sanggar seni,...

Terkini

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Pemerintah Alokasikan Rp1 Triliun Dana Perwalian Kebudayaan 2020

Portal Teater - Pemerintah mengalokasikan Dana Perwalian Kebudayaan bagi pegiat seni budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp1 triliun. Alokasi...

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...