Juli 4, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Musuh China melawan Amerika Serikat di Taiwan menjadi semakin bersemangat

Taipei

ஐசு Taiwan Menjadi bermusuhan antara Amerika Serikat (AS) vs. Republik Rakyat Tiongkok (RRC). Dinamika politik internasional membuat saya gugup.

Menurut Reuters, pada Selasa (14/6), otoritas Taiwan mengkonfirmasi bahwa Selat Taiwan adalah jalur air internasional. Kapal perang AS bisa melewati selat itu.

Pendekatan Taiwan sekaligus menolak klaim China bahwa Selat itu adalah bagian dari China. Taiwan berbeda dengan China daratan. Pemerintah Taiwan berasal dari populasi militer di Cina, yang dikalahkan pada tahun 1949 melawan Komunis. China menganggap Taiwan sebagai provinsi otonom.

Dalam beberapa tahun terakhir, kapal perang AS, serta kapal perang dari negara-negara sekutu seperti Inggris dan Kanada, telah berlayar melintasi Selat Taiwan, memicu kemarahan China.

Ingin perang AS vs China?

Presiden AS Joe Biden mengatakan China bermain berbahaya dengan menerbangkan pesawat tempur di dekat Taiwan. Amerika Serikat berkomitmen untuk membela Taiwan dengan kekuatan militer. Amerika Serikat kemudian mengirim kapal angkatan laut melintasi Laut Taiwan. Apakah perang nyata China vs AS mungkin?

Menurut BBC, para ahli mengatakan China tidak akan secara paksa menarik Taiwan. Taiwan, di sisi lain, juga secara signifikan meningkatkan keamanan udara dan lautnya. Beijing juga tahu bahwa invasi ke Taiwan itu mahal.

“Ada banyak retorika, tetapi China harus berhati-hati jika ingin melancarkan invasi ke Taiwan, terutama di dekat krisis Ukraina,” kata William Chung, seorang rekan senior di Institut Studi Asia Tenggara.

“Ekonomi China lebih terhubung dengan ekonomi dunia daripada Rusia,” lanjutnya.

Lokasi Taiwan (Screenshot Google Maps)

Menteri Pertahanan China Wei Fengke menuduh Amerika Serikat mendukung kemerdekaan Taiwan. Amerika Serikat dianggap telah campur tangan dalam urusan China.

READ  Apple diperkirakan akan meningkatkan produksi iPhone hampir 30% pada tahun 2021

Pada Asian Defense Summit di Singapura, Minggu (12/06), Wei mengatakan, “Jika ada yang berani memisahkan Taiwan dari China, kami tidak akan ragu untuk melawan.”

“Kami akan berjuang dengan cara apa pun, kami akan berjuang sampai akhir. Ini satu-satunya cara bagi China,” katanya kemudian.

Namun untungnya, pendekatan yang dilakukan China sejauh ini adalah “penyatuan kembali secara damai” dengan Taiwan, yang ditegaskan kembali Wei pada pertemuan di Singapura, Minggu (12/06).

Kekhawatiran muncul tentang kemungkinan serangan China di Taiwan. Jika itu terjadi, gangguan perdagangan global bisa terjadi.

Juga, efeknya bisa lebih besar dari Rusia vs Ukraina:

Tonton video ‘China siap perang jika ada yang berani memecah Taiwan’:

[Gambas:Video 20detik]