Naskah Kuno Suku Bugis “I La Galigo” Siap Dipentaskan Pekan Ini

Portal Teater – Ciputra Artpreneur dalam kerjasama dengan Yayasan Bali Purnati akan menggelar pertunjukan teater kelas dunia I La Galigo karya Robert Wilson, pada tengah pekan ini, yaitu tanggal 3, 5, 6, dan 7 Juli, bertempat di Ciputra Artpreneur Theater Jakarta.

I La Galigo merupakan sebuah pementasan musik teater yang naskahnya diadaptasi dari Sureq Galigo, sebuah epos penciptaan manusia dari suku Bugis, Makasar, Sulawesi Selatan.

Karya asli Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Memory of The World itu telah mengembara selama 18 tahun di 9 negara, dan dipentaskan di berbagai teater kelas dunia.

Sureq Galigo sendiri telah diabadikan lewat tradisi lisan dan naskah-naskah dan terekam dalam bentuk syair (sekitar abad ke-13 dan ke-15) dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno yang juga ditulis dalam huruf Bugis kuno. Puisi ini terdiri dalam sajak bersuku lima yang menceritakan kisah asal usul manusia.

Naskah itu dulunya merupakan tradisi lisan masyarakat Sulawesi Selatan yang diturunkan dari generasi ke generasi sebelum dikenalnya aksara. Ceritanya kemudian dituliskan oleh suku Bugis dengan maksud untuk mengabadikan cerita tersebut dari kepunahan. Namun karya sastra ini kini hanya dikenal di kalangan akademisi.

Berawal dari budaya lisan yang hidup di tengah masyarakat Bugis, kisah pengembaraan Sawerigading dalam mitologi I La Galigo itu kemudian naik ke panggung teater.

Dalam panggung teater, Sureq Galigo menjadi dasar dari sebuah kisah yang menggambarkan petualangan, peperangan, kisah cinta terlarang, upacara pernikahan yang rumit, dan pengkhianatan. Semua itu merupakan alur cerita yang kemudian membentuk sebuah cerita besar yang begitu menarik, dinamis, dan ternyata masih memiliki relevansi dengan kehidupan modern di zaman sekarang.

Para pemain I La Galigo bertutur lewat tari dan gerak tubuh. Soundscape dan penataan musik gubahan maestro musik Rahayu Supanggah di bawah penyutradaraan salah satu sutradara teater kontemporer terbaik di dunia Robert Wilson.

Selain memperkaya pertunjukan, musik spektakuler ini juga menciptakan ekspresi yang lebih dramatis. Maestro musik Rahayu bahkan menggunakan 70 instrumen musik tradisional dari Sulawesi, Jawa, dan Bali yang dimainkan oleh 12 musisi untuk mengiringi pertunjukan. Sebelum musik dibuat tim I La Galigo melakukan riset untuk menciptakan iringan musik teater ini kian apik.

Mendapat Pujian Internasional

Sejak pentas perdananya di Esplanade Theatres on the Bay (Singapura) pada 2003, lakon ini terus menuai pujian saat digelar di kota-kota besar dunia, seperti: Lincoln Center Festival (New York), Het Muziektheater (Amsterdam), Fòrum Universal de les Cultures (Barcelona), Les Nuits de Fourvière (Rhône-France), Ravenna Festival (Italy), Metropolitan Hall for Taipei Arts Festival (Taipei), Melbourne International Arts Festival (Melbourne), Teatro dan Arcimboldi (Milan).

Baru-baru ini, I La Galigo dipilih sebagai pementasan khusus berkelas dunia pada saat Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Bali. Bahkan, media sekelas The New York Times pun tak segan menyebutnya “stunningly beautiful music-theater work” ketika I La Galigo menjadi pembuka pada Festival Lincoln Center 2005

Kekayaan Nusantara

I La Galigo adalah harta seni budaya Nusantara, sehingga sudah selayaknya masyarakat Indonesia juga dapat menyaksikan sebuah pentas mahakarya yang tidak kalah menarik dengan kisah “Mahabharata” dan “Ramayana” dalam epos masyarakat India.

Selama ini, tidak mudah mengumpulkan Sureq Galigo yang tercerai-berai, di mana tersebar di Indonesia dan luar negeri. Di tanah air sendiri, kitab ini pun tidak berada di satu tempat, sebagian dimiliki kolektor-kolektor pribadi, ada juga yang berada di museum.

Ketika sudah berhasil mendapatkan “izin” adat yang cukup panjang dan bertahap-tahap, naskah I La Galigo kemudian berhasil ditulis. Namun, perjalanan mempelajari naskah ini pun tak mudah karena membutuhkan waktu 3 tahun, yaitu sejak 2001, hingga akhirnya melakukan pementasan pertama I La Galigo pada 2004, di Esplanade, Singapura.

Pada pertunjukan nanti, akan dihadiri oleh Tanri Abeng selaku pendiri sekaligus pembina Yayasan I La Galigo dan Rhoda Grauer, yang menggarap cerita dan naskah I La Galigo serta dua pemain utamanya, Gentille Andilolo dan Sri Qadariatin.

Tim pertunjukan I La Galigo memang diproduksi oleh seniman asing, baik sutradara maupun penulis naskah. Namun pertunjukan yang menampilkan 12 adegan dalam durasi 2 jam 15 menit itu hampir 80 persen pemainnya berasal dari Makassar.

Budayawan dan seniman Indonesia Butet Kartaredjasa berharap, pertunjukan ini dapat menginspirasi masyarakat seni Indonesia dalam berkarya di bidang seni pertunjukan masa kini yang lebih apik.

Stage teater yang memenuhi standar internasional, sehingga bisa mewadahi harapan dan kreasi dari para praktisi seni pertunjukan di Indonesia, maupun para tetamu yang ingin mengartikulasikan ide-idenya di Jakarta. Semoga infrastruktur seperti Ciputra Artpreneur ini bisa menjadi inspirasi untuk Indonesia,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan tertulis.

*Daniel Deha

Baca Juga

Virus Corona dan Problem Kultural

Portal Teater - Virus corona (Covid-19) yang kini melanda dunia, bagi Yuval Noah Harari, salah satu filsuf masakini, merupakan krisis global. Mungkin krisis terbesar...

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Linimasa Kasus Corona Indonesia Selama Maret 2020

Portal Teater - Sebulan penuh Indonesia telah bergumul dengan ancaman virus Corona (Covid-19). Sejak pertama teridentifikasi melalui dua pasien Corona di Depok, Jawa Barat,...

Terkini

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Intelijen AS Sebut China Sembunyikan Data Covid-19

Portal Teater - Intelijen Amerika Serikat dalam sebuah laporan rahasia mengatakan bahwa pemerintah China telah menyembunyikan data penyebaran virus Corona di negara itu, terutama...

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...