ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater – Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di Gedung Monod Diephuis, Kota Lama, Semarang.

Konser kolaborasi kedua komunitas seni bertajuk “Nglasikasik: Barokan Maneh” ini akan memainkan karya-karya suita dan konserto yang khusus diciptakan oleh para komposer zaman Barok yang berkembang di Eropa tahun 1600-1750.

Sebelumnya, ORArT ORET dan SCMC menggelar konser musik perdana bertajuk ‘Nglasikan: Barokan, Menikmati Musik Era Barok Semarang Classical Music Community” pada September 2019 lalu.

Kala itu, musisi seperti Saptadi, Wasita Adi (violin), Genta Kurnia A. (piano/harpsichord), Rezky Yahya (contra bass), Krishna Pramudya S (violin), Jimmy Kimosabe (cello), T. Abdi Wibowo (violin), YN Iwan Pamungkas (violin), Panji Yudo L. (violin), Arya PK (lomposer), Oscar Artunes (Violin), Odiek Indra F. (trumpet), dan Yudit W. (cello), tampil memukau penonton yang memadati gedung konser di Kota Lama, Semarang.

Pendiri ORArT ORET Dadang Pribadi mengatakan, konser musik orkestra kali ini digelar masih dengan tempat, beberapa musisi dan tema yang sama.

Ada tiga karya komposer zaman Barok yang dimainkan para pemusik, yakni karya J.S Bach, G.F Handel dan A. Vivaldi.

Para musisi yang tampil kali ini, antara lain: Irfanda Rizki Harmono Sejati (violin), Amadea Roselina (violin), Nonni Betania (violin), Yustina Novitasari (violin), Odiek Indra Fredisetiya (trumpet), T.A Ajie Batara (gitar klasik), Genta Kurnia Andriyanto (piano/harpsichord), Jimmy Kimosabe (soloist cello), dan Nessa (penari/aktor/sutradara teater).

Dadang berharap, suguhan konser musik ini akan semakin meningkatkan apresiasi masyarakat Kota Semarang terhadap karya musik klasik.

“Konser ini terbuka untuk umum dan gratis. Silakan hadir mengapresiasi dan nikmati juga kejutannya,” pungkasnya dalam sebuah pernyataan tertulis yang diterima pada Kamis (23/1).

Diketahui, konser ini terselenggara berkat dukungan Monod Diephuis, Opus Nusantara, Rotary Club of Semarang Bojong, Sanggar Tari Nyi Pandansari Boja, Chrysant Art Project Daniel Godan, Komunitas Gitar Klasik Semarang, Lumpia Picture, Stanwoods Yamaha Music School dan myimage.id.

ORArT ORET menggandeng SCMC Semarang menggelar konser musik klasik edisi kedua bertajuk "Nglasikasik: Barokan Maneh" di Kota Lama Semarang. -Dok. Christian Saputro.
ORArT ORET menggandeng SCMC Semarang menggelar konser musik klasik edisi kedua bertajuk “Nglasikasik: Barokan Maneh” di Kota Lama Semarang. -Dok. Christian Saputro.

Tentang ORArT ORET

Komunitas ORArt ORET terbentuk pada 26 September 2010 oleh Dadang dan beberapa seniman di Kota Semarang. Komunitas ini terdiri dari beberapa kalangan, tidak hanya individu melainkan juga dari komunitas-komunitas seni lainnya.

Nama ORArT ORET diambil dari istilah ORAT-ORET, dalam bahasa Jawa berarti mencoret-coret atau menggambar.

Komunitas ini pada mualanya memang oleh pelaku seni menggambar dari komunitas seni OUTSIDERS!ink dan beberapa dari kalangan fotografer, musik serta anggota non komunitas lainnya. Namun kemudian berkembang menjadi paguyuban seni lintas media.

Konsep dasar pendirian komunitas ini adalah mengumpulkan dan mempertemukan semua jenis seni dalam satu semangat guyub dan keakraban, saling membagi dan mengolah kemampuan seniman di bidang seni masing-masing.

Komunitas ini memiliki jargon “guyub art” karena ORArt ORET tidak hanya diperuntukkan bagi para pegiat dan penikmat seni menggambar, tapi juga seni musik, tari dan kerajinan.

Untuk menunjang kreativitas seni, ORArt ORET memiliki agenda rutin untuk terus menyebarluaskan hasil karya seni para anggotanya. Mulai dari agenda harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan.

Konser edisi kedua ini akan dimulai pada pukul 19.00-21.00 WIB.*

Baca Juga

Nara Teater: Bertumbuh dalam Ekosistem yang Buntung

Portal Teater - Ketika Gedung Graha Bhakti Budaya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, dirubuhkan, banyak yang risau soal geliat dan ekosistem kesenian dan...

“the last Ideal Paradise”, Site-Specific Claudia Bosse untuk Indonesia

Portal Teater - Koreografer terkemuka Claudia Bosse berkolaborasi dengan seniman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Lampung akan menghadirkan karya site-specific mengenai terorisme, teritori,...

Forum Seniman Peduli TIM Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan DPR RI

Portal Teater - Sejak November 2019, sejumlah seniman, budayawan dan pelaku budaya yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM (FSPT) menggelar aksi 'silet movement'...

Terkini

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...

Taman Ismail Marzuki Baru dan Ekosistem Kesenian Jakarta

Portal Teater - Pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) Baru memasuki tahap pembongkaran fisik bangunan di kawasan TIM Jakarta. Karena komunikasi publik dari pihak Pemerintah Provinsi...

Perjalanan Spiritual Radhar Panca Dahana dalam “LaluKau”

Portal Teater - Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana (RPD) akhirnya kembali ke panggung teater setelah lama tak sua karena didera kondisi kesehatan yang...

Perkuat Ekosistem Seni Kota Makassar, Kala Teater Gelar Aneka Program

Portal Teater - Sejak terbentuk pada Februari 2006, Kala Teater cukup dikenal sebagai salah satu grup teater yang memiliki sistem manajemen yang solid. Dengan sekitar...

“the last Ideal Paradise”, Site-Specific Claudia Bosse untuk Indonesia

Portal Teater - Koreografer terkemuka Claudia Bosse berkolaborasi dengan seniman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Lampung akan menghadirkan karya site-specific mengenai terorisme, teritori,...