“Outsider Artpreneur”, Ekspresi Seni dalam Karya Pasung Kapal Lepas

Portal Teater– Ciputra Artpreneur bekerjasama dengan Komunitas Kapal Cinta menggelar pameran seni “Outsider Artpreneur”, pada 27 Agustus – 8 September 2019, bertempat di Galeri Ciputra Artpreneur. Outsider Artpreneur bertemakan “Pasung Kapal Lepas” ini diikuti oleh 9 seniman berkebutuhan khusus yang menampilkan total 100 karya seni yang dikuratori oleh Jean Couteau.

Selain pameran, rangkaian Outsider Artpreneur juga meliputi “Art Workshop” di bawah pendampingan Hanafi (seniman senior), Talkshow bertema “Outsider Art, Live Painting” oleh seniman Outsider Artpreneur, lelang lukisan karya Hanafi dan Bob Pierce, dan lelang koper karya seniman Outsider Artpreneur. Khusus untuk acara lelang akan dilaksanakan oleh Deborah Iskandar dari ISA Management.

Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan 5 Tahun Ciputra Artpreneur, yang ikut berpartisipasi di Gallery Night oleh Art Jakarta dalam bentuk Charity Night. Acara ini akan diisi oleh Efek Rumah Kaca dan band lainnya di Ciputra Artpreneur.

Menurut Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Rina Ciputra, Outsider Artpreneur merupakan sebuah pameran seni yang didedikasikan untuk para seniman yang memiliki kebutuhan khusus.

Penyelenggaraan di tahun 2019 ini merupakan tonggak awal, diharapkan menjelma menjadi sebuah gerakan yang digelar secara rutin di Galeri Ciputra Artpreneur.

Dibina Seniman Terkenal

Di tahun perdananya, Outsider Artpreneur diselenggarakan di bawah pendampingan, dan pembinaan seniman terkenal Indonesia, Hanafi, yang berkolaborasi dengan 9 seniman untuk menghasilkan karya kolaborasi bertajuk Kapal Cinta Outsider Artpreneur.

Rina Ciputra optimis bahwa sosok Hanafi bisa membantu meningkatkan kemampuan para peserta pameran, terutama untuk lebih mengenal aspek seni secara lebih mendalam.

“Saya berharap, pameran ini bisa membuka mata publik dan mengajak kita untuk lebih terbuka dalam memahami dan mengenal kondisi mereka yang berkebutuhan khusus. Kita juga akan berkontribusi untuk mengubah cara pandang mereka ke arah yang lebih baik,” katanya.

Rina pun menaruh harapan besar, bahwa pameran ini akan membuka jalan kepada keluarga dan komunitas untuk melihat bahwa seniman ini bisa diarahkan untuk bisa berkontribusi pada kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.

Dipopulerkan Roger Cardinal

Komunitas Kapal Cinta menjelaskan, pameran seperti ini dipopulerkan pertama kali Roger Cardinal asal Inggris pada tahun 1979. Ciputra Artpreneur bersama Komunitas Kapal Cinta lalu mengemas dan memadukannya dengan istilah Artpreneur.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan orang-orang berkebutuhan khusus dalam hal mental dan penguasaan aspek seni.

Di sisi lain, Outsider Artpreneur juga diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas para seniman berkebutuhan khusus.

Hanafi menambahkan, salah satu metode pembinaannya adalah dengan menerapkan cara-cara yang lebih ekspresif dalam pembuatan karya seni. Dengan demikian, para seniman berkebutuhan khusus ini bisa lebih mandiri di masa depan karena menghasilkan karya-karya yang berkualitas.

Wadah Bagi Seniman Disabilitas

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Disabilitas Internasional akhir tahun lalu menyatakan perlunya suatu wadah bagi para seniman difabel untuk berkarya menunjukkan prestasi mereka kepada publik.

Muhadjir melihat bahwa Outsider Artpreneur 2019 ini merupakan salah satu kegiatan yang menjawab kebutuhan tersebut.

Muhadjir juga berpandangan Outsider Artpreneur merupakan gabungan konsep “entrepreneur” dengan konsep “Outsider Art”. Hal ini bisa didefinisikan sebagai seorang entrepreneur yang harus mampu untuk mengenali produk baru dan mampu menentukan cara produksinya.

Kemudian, seorang entrepreneur juga harus mampu menyusun manajemen operasi untuk pengadaan, memasarkan, dan mengatur permodalannya.

“Outsider Artpreneur bisa dianalogikan sebagai produk baru tersebut. Tetapi, Outsider Artpreneur tentu bukan semata mengejar persoalan ekonomi saja. Lebih dari itu, Outsider Artpreneur memiliki makna yang lebih besar yakni sebuah ruang yang bertujuan menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan, dalam hal ini adalah seniman berkebutuhan khusus,” katanya.

Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan saat ini ada sebuah cara pandang lain dalam melihat seniman difabel atau different ability artist, yaitu seseorang yang memiliki kemampuan seni tetapi dengan cara dan pendekatan yang berbeda.

Di sinilah nilai penting Outsider Artpreneur tersebut, yakni menjadi wadah untuk berprestasi bagi seniman difabel sekaligus menjadi ruang menjunjung nilai kemanusian mereka.

Karenanya, Muhadjir menegaskan bahwa Kemendikbud RI sangat mendukung pameran Outsider Artpreneur yang digagas Ciputra Artpreneur.

Tentang Ciputra Artpreneur

Ciputra Artpreneur bertujuan untuk mengembangkan industri kreatif Indonesia melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan berbasis seni dan budaya dengan cakupan yang luas dari seni rupa, seni kriya dan desain, arsitektur, seni pertunjukan, serta seni musik.

Berlokasi di Ciputra World 1 Jakarta, Kuningan, Jakarta, Ciputra Artpreneur memiliki Theater berstandar internasional dengan kapasitas 1.157 kursi, dan Multi-Function Hall yang dapat mengakomodir tamu hingga 2.000 orang, yang dapat digunakan untuk berbagai acara seperti pameran, talkshow, workshop, peluncuran produk, gala dinner, konser, fashion show, acara korporasi, pernikahan, hingga pertunjukan seni dan theater.

Selain itu, memiliki Museum yang menampilkan karya Hendra Gunawan koleksi pribadi dari Dr. (HC) Ir. Ciputra. Pendirian Museum ini berawal dari persahabatan yang erat antara Ir. Ciputra dengan pelukis Hendra Gunawan. Saat ini terdapat 32 lukisan dan 18 sketsa Hendra Gunawan yang dipamerkan di museum.

Adapula Ciputra Artpreneur Gallery, sebuah multi-function hall seluas 1.500 meter persegi berkapasitas hingga 2.000 orang, dilengkapi dengan fasilitas layar proyeksi yang memenangkanaward dari MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk sistem proyeksi audio visual terpanjang di Indonesia berukuran 60×12 meter.

Keunggulan lainnya yang dimiliki Ciputra Artpreneur Gallery adalah adanya pemandangan kota Jakarta. Beberapa acara yang pernah diselenggarakan adalah UOB Painting of The Year, Fashion Show Sebastian Gunawan, Launching Google Android, pameran, seminar, pernikahan, dan corporate event.

Ciputra Artpreneur Theater adalah salah satu Theater di Indonesia yang berstandar internasional dengan kapasitas 1.163 kursi. Theater ini dilengkapi dengan sound system terbaik dari Meyer MICA, serta memiliki kualitas tata pencahayaan, suara, dan akustik yang berstandar internasional.

Ciputra Artpreneur Theater telah menyelenggarakan pertunjukan Broadway pertama di Indonesia seperti Beauty and The Beast, dan pertunjukan lain seperti Shrek The Musical, Annie, Vienna Boys Choir, dan Shaolin Warriors.

Beberapa penghargaan yang diraih Ciputra Artpereneur dalam kiprahnya di bidang kesenian Indonesia:

● Gold Winner dalam ajang penghargaan FIABCI Prix d’Exellence Award 2016.
● 2 Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), yaitu: Galeri pameran dengan layar proyeksi terbesar, dan Theater pertunjukkan di lantai tertinggi (terletak di lantai 13).
● Gold Winner dalam ajang penghargaan REI (Real Estate Indonesia) Property Awards 2016 Kategori Purpose Build.
● The Innovative Property Public Facility dalam ajang penghargaan Properti Indonesia Award 2017.

Komunitas Kapal Cinta

Komunitas Kapal Cinta merupakan kumpulan keluarga penyintas gangguan neurologis dan keterlambatan perkembangan seperti spektrum autisme, disleksia, asperger, bipolar, skizofrenia, dan sebagainya, beserta keluarga pemeduli isu disabilitas nonfisik ini dan seniman Hanafi.

Mereka kemudian enginisiasi agenda OUTSIDER ARTPRENEUR 2019 di Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Komunitas Kapal Cinta sedang berproses menjadi sebuah lembaga berbadan hukum atau yayasan yang berorientasi program psikososial dengan fokus pengembangan di bidang seni rupa dan edukasi publik mengenai gangguan neurologis.

OUTSIDER ARTPRENEUR merupakan program utama yang diharapkan berlangsung satu atau dua tahunan. Komunitas Kapal Cinta diinisiasi seorang jurnalis, Nawa Tunggal, yang mendampingi seorang kakak kandung dengan karunia gangguan neurologis pula.

Istilah “Kapal Cinta” terinspirasi kisah Stultifera Navis atau Kapal kebodohan yang ditulis filsuf asal Perancis Michel Foucault dalam buku “Madness and Civilization”.

*Daniel Deha

Baca Juga

Sanggar Oplet Robet Akan Suguhkan “Raja Bontot” dengan Konsep Kekinian

Portal Teater - Sanggar Oplet Robet (Ocehan Plesetan Rombongan Betawi) akan mempersembahkan Lenong Bangsawan dengan lakon "Raja Bontot" pada 9-11 Desember 2019 di Teater...

Tutup Tahun, JCP Persembahkan Konser Special “Tribute to Farida Oetoyo”

Portal Teater - Jakarta City Philharmonic dan Ballet Sumber Cipta mempersembahkan konser spesial akhir tahun bertajuk Tribute to Farida Oetoyo pada Jumat (13/12), pukul...

Mahasiswa Prodi Teater IKJ Pentas “Macbeth” dengan Konsep Kekinian

Portal Teater - Mahasiswa Program Studi Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan bangga akan mementaskan "Macbeth" karya William Shakespeare di Gedung Teater Luwes IKJ,...

Terkini

Ugo Untoro: Melukis Lebih Dekat tentang Personalitas Diri

Portal Teater - Duabelas tahun lalu pameran seni visual Ugo Untoro bertajuk "Poem of Blood" di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, 12-26 April 2007, menghebohkan...

Tutup Tahun, JCP Persembahkan Konser Special “Tribute to Farida Oetoyo”

Portal Teater - Jakarta City Philharmonic dan Ballet Sumber Cipta mempersembahkan konser spesial akhir tahun bertajuk Tribute to Farida Oetoyo pada Jumat (13/12), pukul...

Ini Daftar 20 Dance Film Yang Lolos Kompetisi IMAJITARI 2019

Portal Teater - Ada 20 karya dance film yang dinyatakan lolos ke tahapan sesi kompetisi helatan IMAJITARI “International Dance Film Festival” 2019. Dari 20...

Selama 43 Tahun, Kritik Seni Rupa Indonesia Masih Sebatas “Pengantar”

Portal Teater - Ketika kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan doktoralnya di Prancis tahun 1981, Sanento Yuliman mulai aktif menulis kritik seni rupa di...

Mahasiswa Prodi Teater IKJ Pentas “Macbeth” dengan Konsep Kekinian

Portal Teater - Mahasiswa Program Studi Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan bangga akan mementaskan "Macbeth" karya William Shakespeare di Gedung Teater Luwes IKJ,...