Pasien Terinfeksi Covid-19 Tembus 5 Juta Orang

Portal Teater – Jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona di lebih dari 210 negara di dunia telah mencapai persis 5 juta orang pada Rabu (20/5), menurut data Worldometers.

Jumlah ini bertambah 1 juta orang hanya dalam waktu sekitar dua minggu sejak akumulasi 4 juta kasus pada Sabtu (9/5) lalu.

Sejak jumlah kasus mencapai angka 1 juta pada 3 April lalu, eskalasi kasus bertambah 1 juta kasus tiap selang dua minggu. Waktu ini persis merupakan masa inkubasi virus corona.

Dari 5 juta kasus, ada 1,97 pasien telah dinyatakan sembuh dan sebanyak 325.172 pasien meninggal dunia.

Pasien sembuh terbanyak terjadi di Amerika Serikat dengan 361.180 orang dari total, lalu disusul Spanyol dengan 196.958 orang, Jerman dengan 156.900 orang, dan Italia dengan 129.401 orang.

Sementara pasien meninggal dunia tertinggi juga terjadi di AS dengan 93.533 orang, kemudian diikuti Inggris dengan 35.341 orang, Italia dengan 32.169 orang dan Prancis dengan 28.022 orang.

AS juga telah menjadi negara yang paling terpukul oleh virus corona. Negara adidaya ekonomi telah menderita 1,57 juta kasus.

AS belum bisa keluar dari jebakan virus karena jumlah kasus per hari masih tinggi, rata-rata di atas 20 ribu kasus dengan lebih dari 1.000 kematian per hari.

Lonjakan kasus di Negeri Paman Sam seiring akselerasi pengujian di seluruh negara bagian. Tercatat ada 12,6 juta tes spesimen di AS.

Ledakan di Rusia

Di bawah AS, ada Rusia yang kini melompat beberapa tangga sejak kasus di negara itu meledak selama Mei ini.

Jumlah kasus di Negeri Beruang Putih sudah mencapai 308.705 kasus, dengan 8.764 kasus dan 135 kematian baru per hari ini.

Salah satu negara lain yang menunjukkan tren peningkatan tajam kasus harian adalah Brazil. Negara adikuasa sepakbola itu menderita 271.885 kasus dan 17.983 kematian.

Ledakan kasus terjadi di negara berpopulasi 212 juta jiwa itu terjadi karena kelambanan dan kegagapan pemerintahan Jair Bolsonaro dalam merepson dan mengambil kebijakan memerangi virus.

Demi menjaga ketahanan ekonomi, pemimpin negara terbesar di Amerika Latin itu tidak menerapkan lodkdown, bahkan social distancing sebagaimana protokol kesehatan yang dianjurkan WHO.

Pada Selasa, otoritas setempat melaporkan ada 16.517 kasus baru dan 1.130 kematian baru. Jumlah ini mendekati kasus harian AS.

Sementara China kini terus menunjukkan perlambatan dengan kasus baru harian di bawah angka 10. Hari ini China mengkonfirmasi 5 kasus baru, turun dari sebelumnya 6 kasus.

Negara Tirai Bambu duduk di peringkat ke-13 di bawah negara sesama Asia: Iran (124.603 kasus) dan India (106.886 kasus).

Meski telah memperlihatkan kurva datar-rendah, namun penelitian yang belakangan diarahkan ke negara komunis itu menemukan bahwa pasien yang telah sembuh, 5-15 persen kembali positif.

Bahkan, beberapa pasien menderita efek kesehatan yang buruk selama bertahun-tahun seperti halnya SARS.

Setelah menemukan beberapa kasus tak terduga pekan lalu di Wuhan, China, dan provinsi tetangga, Shuhan, otoritas China berencana akan melakukan tes terhadap 100 juta penduduknya.

20 Negara Terbanyak

Berikut 20 negara dengan kasus terbanyak:

  1. AS: 1.570.583 kasus, 93.533 kematian
  2. Rusia: 308.705 kasus, 2.972 kematian
  3. Spanyol: 278.803 kasus, 27.778 kematian
  4. Brazil: 271.885 kasus, 17.983 kematian
  5. Inggris: 248.818 kasus, 35.341 kematian
  6. Italia: 226.699 kasus, 32.169 kematian
  7. Prancis: 180.809 kasus, 28.022 kematian
  8. Jerman: 177.827 kasus, 8.193 kematian
  9. Turki: 151.615 kasus, 4.199 kematian
  10. Iran: 124.603 kasus, 7.119 kematian
  11. India: 106.886 kasus, 3.303 kematian
  12. Peru: 99.483 kasus, 2.914 kematian
  13. China: 82.965 kasus, 4.634 kematian
  14. Kanada: 79.112 kasus, 5.912 kematian
  15. Arab Saudi: 59.854 kasus, 329 kematian
  16. Belgia: 55.791 kasus, 9.108 kematian
  17. Meksiko: 54.346 kasus, 5.666 kematian
  18. Chile: 49.579 kasus, 509 kematian
  19. Pakistan: 45.898 kasus, 985 kematian
  20. Belanda: 44.249 kasus, 5.715 kematian

Baca Juga

“Dini Ditu” Teater Kalangan: Menjahit Publik di Ruang Digital

Portal Teater - Kehadiran pandemi virus corona barangkali tak pernah dipikirkan atau diramalkan, meski ada teori konspirasi yang menyeruak belakangan bahwa Bill Gates telah...

Membaca “Ditunggu Dogot”: Berkhidmat dan Mengakrabi Penonton

Portal Teater - Dua aktor kawakan, Slamet Rahardjo dan Nano Riantiarno, membacakan naskah “Ditunggu Dogot” ditemani penulis naskah Sapardi Djoko Damono dan Yola Yulfianti (sutradara). Pembacaan...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Terkini

Rudolf Puspa: Kiat Terus Berkiprah

Portal Teater - Sebuah catatan sekaligus menjawab pertanyaan seorang ibu, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Jakarta, membuat saya segera membuka tembang lama...

“Mati Konyol”: Paradoks, Retrospeksi, Kegamangan

Portal Teater - Pintu rekreatif tulisan ini dibuka dengan pertanyaan dari seorang awam, tentang apa uraian dramaturgi, dramaturg, dan drama. Bagaimana ciri, konvensi, guna,...

Menolak Mati Konyol di Era Konyol

Portal Teater - Uang, teknologi, status sosial, jabatan, pangkat, citra, dan popularitas, barangkali adalah serangkaian idiom yang menghiasi wajah kehidupan manusia hari ini. Menjadi...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...