PBB Puji Afrika, Beberapa Negara Mulai Terapkan “New Normal”

Portal Teater – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memberikan pujian tinggi kepada negara-negara di Afrika karena dianggap berhasil membendung penyebaran virus corona.

Ia pun mengajak pemimpin negara-negara maju untuk belajar dari tindakan pencegahan para pemimpin di benua hitam.

“Covid-19 telah membuat kemajuan lebih lambat [di Afrika] daripada prediksi yang dibuat pada awal krisis,” katanya dalam sebuah wawancara dengan radio RFL di Prancis, melansir The Guardian, Rabu (20/5).

Ia memandang, keberhasilan penanganan terjadi karena “sebagian besar pemerintah dan organisasi Afrika mengambil langkah-langkah pencegahan yang sangat berani yang memberikan pelajaran bagi beberapa negara maju yang tidak (berani),” imbuhnya.

Situs Worldometers mencatat pada Rabu (20/5), ada 2.925 kematian Covid-19 dari 93.229 kasus positif di seluruh benua Afrika.

Jumlah ini relatif rendah dibandingkan dengan lebih dari 320.000 kematian di seluruh dunia. Kematian tertinggi ada di Mesir dengan 659 orang, lalu Aljazair 561 orang, dan Afrika Selatan 312 orang.

Asia sendiri diketahui mencatat angka kematian sebanyak 25.547 orang, dari 843.751 kasus. Jumlah ini sedikit lebih besar dari negara-negara Amerika Latin dengan 25.493 orang dari 488.006 kasus.

Sementara di Eropa ada 164.574 kematian dari 1,8 juta kasus dan Amerika Utara 106.283 kematian dari 1,7 kasus.

Kawasan dengan penderitaan terkecil ada di Oseania, yaitu dengan 121 kematian dari 8.686 kasus di 6 negara.

Presiden Donald Trump yang melihat negaranya terhantam keras pandemi corona, dengan 1,57 juta kasus, mengatakan bahwa merupakan kehormatan karena para profesionalnya telah melakukan pengujian jauh lebih besar dari semua negara.

Negara adidaya ekonomi itu telah mengetes 12,6 juta spesimen dengan rasio 38.229 tes/1 juta populasi.

“Anda tahu kapan Anda mengatakan bahwa kami memimpin dalam kasus-kasus, itu karena kami memiliki lebih banyak pengujian daripada orang lain,” katanya kepada awak media.

Buka Kawasan Wisata

Sementara beberapa negara lain masih berjuang keras melawan virus, di belahan negara lainnya kembali membuka aktivitas normal.

Setelah Jerman, China, Hong Kong dan Korea Selatan pekan lalu, kini ada Australia, salah satu negara di kawasan Oseania.

Mulai bulan depan, warga Australia dapat berlibur di dalam perbatasannya di kawasan wisata negara itu.

Sementara galeri seni dan museum juga akan dibuka kembali, ketika para pejabat berusaha untuk meningkatkan ekonomi yang terpukul oleh pandemi virus corona.

Kebijakan ini akan memungkinkan negara bagian New South Wales untuk membuka kawasan wisata di pantai selatannya yang rusak parah oleh kebakaran hutan besar-besaran sebelum virus itu menimbulkan kekacauan lebih lanjut.

Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian mengatakan orang masih perlu beradaptasi dengan “normal baru” karena para pejabat mempertahankan beberapa langkah sosial yang telah dikreditkan dengan menjaga kedua kasus Covid-19 dan kematian relatif rendah.

Australia telah melaporkan 7.068 kasus, termasuk 100 kematian, di antara 25 juta populasinya. Pada Selasa (19/5) dilaporkan hanya ada 8 kasus baru dan hari ini ada 11 kasus baru.

NSW, negara yang paling terpukul, mencatat hanya empat kasus baru selama 24 jam terakhir, semua pelancong internasional sudah dikarantina. Lebih dari 7.000 hasil tes selama periode yang sama tidak menunjukkan transmisi komunitas.

Pemerintah Korea Selatan kembali membuka kegiatan sekolah mulai hari ini, Rabu, 20 Mei 2020. Ini adalah para siswa di Jeonmin High School in Daejeon, Korsel. -Dok. YONHAP/EPA.
Pemerintah Korea Selatan kembali membuka kegiatan sekolah mulai hari ini, Rabu, 20 Mei 2020. Tampak para siswa di Jeonmin High School in Daejeon, Korsel mulai proses belajar mengajar. -Dok. YONHAP/EPA.

Sekolah Kembali Dibuka

Di Korsel, sekolah menengah atas dibuka pada hari Rabu ini untuk pertama kalinya tahun ini sejak virus merebak di negara K-Pop itu.

Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters, negara itu berencana secara bertahap untuk membuka kembali semua sekolah di bawah protokol ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Awal semester musim semi telah ditunda beberapa kali sejak Maret ketika Korsel melawan wabah besar corona pertama di luar China, dengan kelas diadakan secara online.

Tetapi dengan kasus harian turun tajam sejak mencapai puncak pada Februari, para guru dengan termometer dan sanitiser tangan menyambut para siswa dengan tetap mengenakan masker.

Di bawah pedoman kesehatan baru untuk sekolah, siswa dan guru harus mengenakan masker kecuali saat makan, dan diminta untuk membersihkan meja mereka.

Sementara jendela akan terbuka untuk meningkatkan aliran udara, dan meja berjarak 1 meter terpisah untuk para siswa.

Dimulai dengan SMA, sekolah akan dibuka kembali secara bertahap antara 20 Mei dan 1 Juni untuk semua 5,5 juta siswa sekolah dasar, menengah dan tinggi.

China Siap Kembangkan Vaksin Corona untuk Dipakai Global
Presiden China Xi Jinping. Liputan6.com.

China Buka Kongres Rakyat Nasional

Sebuah acara politik terbesar China tahun ini dikabarkan akan dibuka Jumat (22/5) setelah berbulan-bulan tertunda karena corona.

Sebanyak 3.000 anggota Kongres Rakyat Nasional (NPC), badan legislatif China, akan berkumpul di Beijing minggu ini.

Pertemuan tahunan itu telah menjadi kesempatan bagi Partai Komunis untuk memuji pencapaiannya, menetapkan agenda ekonomi negara dan mengkonsolidasikan kekuatan Presiden Xi Jinping.

Kongres itu diperkirakan berlangsung tujuh hari tahun ini, bukan dua minggu seperti biasa, lapor media pemerintah China.

Berbeda dari kongres tahun sebelumnya, ada atmosfer yang turut mewarnai kongres kali ini. Terutama ketika pemimpin negara itu berjuang menangkis serangan pemimpin negara-negara Barat atas tuduhan ketidakterbukaan terhadap awal mula pandemi.

Gu Su, seorang profesor hukum dan filsafat di Universitas Nanjing, menilai, suasana pertemuan bahkan akan terus “khusyuk dan tegang” di tengah kekhawatiran infeksi baru.

Sementara virus telah membunuh 4.634 orang di negara itu, dan melumpuhkan ekonomi, kecaman online terhadap pemerintah Xi terus dilancarkan dari berbagai kalangan.

Pertemuan ini mula-mula dijadwalkan pada Maret, untuk pertama kalinya sejak Revolusi Kebudayaan ketika negara itu memerangi virus corona, yang muncul di pusat kota Wuhan akhir tahun lalu.

Presiden Joko Widodo. -Dok. detik.com
Presiden Joko Widodo. -Dok. detik.com

Pelonggaran PSBB

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo pun melontarkan wacana untuk melonggarkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah yang sudah menerapakan PSBB.

Namun wacana ini menuai kontroversi di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman wabah corona.

Pejabat pemerintah lain pun mulai menyusun skenario pemulihan ketika pemerintah berhasil meyakinkan masyarakat untuk menerapkan “new normal”, dengan 3 provinsi menjadi proyek contoh: Bali, Yogyakarta dan Riau (Kota Batam).

Pemerintah sejak pekan lalu meminta masyarakat untuk hidup berdamai dan berdampingan dengan virus corona.

Pernyataan utopis yang lahir di tengah perjuangan berdarah-darah tenaga medis menangani pasien corona.

Linimasa media sosial pun diguyuri kecaman dan kritik yang makin luas, karena menganggap pemerintah tidak serius menangani virus.

Sementara masyarakat dihimbau untuk mematuhi protokol kesehatan, beberapa pejabat pemerintah justru melanggarnya.

Pembelahan watak kebudayaan antara pejabat pemerintah dan masyarakat nampak kuat tatkala pandemi menghantam Indonesia sejak awal Maret lalu.*

Sumber: The Guardian

Baca Juga

“Dini Ditu” Teater Kalangan: Menjahit Publik di Ruang Digital

Portal Teater - Kehadiran pandemi virus corona barangkali tak pernah dipikirkan atau diramalkan, meski ada teori konspirasi yang menyeruak belakangan bahwa Bill Gates telah...

Silang-Sengkarut “New Normal”

Portal Teater - Sejak beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo telah mendengungkan wacana pemberlakukan "new normal", atau yang menurut ahli Bahasa Indonesia sebut sebagai...

Teater di Ruang Digital

Portal Teater - Bencana bukan alam sedang menghinggapi sebagian besar negara di dunia dan Indonesia termasuk kebagian. Wabah yang disebut Covid-19 sedang bergentayangan dan belum...

Terkini

Rudolf Puspa: Kiat Terus Berkiprah

Portal Teater - Sebuah catatan sekaligus menjawab pertanyaan seorang ibu, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Jakarta, membuat saya segera membuka tembang lama...

“Mati Konyol”: Paradoks, Retrospeksi, Kegamangan

Portal Teater - Pintu rekreatif tulisan ini dibuka dengan pertanyaan dari seorang awam, tentang apa uraian dramaturgi, dramaturg, dan drama. Bagaimana ciri, konvensi, guna,...

Menolak Mati Konyol di Era Konyol

Portal Teater - Uang, teknologi, status sosial, jabatan, pangkat, citra, dan popularitas, barangkali adalah serangkaian idiom yang menghiasi wajah kehidupan manusia hari ini. Menjadi...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...