Pekan Kebudayaan Nasional Jadi Ruang Bersama Masyarakat Indonesia

Portal Teater – Pekan Kebudayaan Nasional sebagai ajang tahunan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Kebudayaan, kembali digelar pekan ini, 7-13 Oktober 2019.

Merespon isu kekinian, tema utama ajang temu seniman dan pekerja seni Nusantara ini mengusung tema “Ruang Bersama Indonesia Bahagia”.

Seremoni pembukaan dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Istora Senayan, Jakarta, Senin (7/10).

Acara pembukaan berlangsung meriah dan khas Nusantara. Berbagai unsur kesenian Nusantara dari Sabang sampai Merauke ditampilkan dalam balutan musik-musik nasional dan daerah.

Tampak, deretan penari yang berbalut kostum warna-warni bergerak rampak mengikuti alunan lagu-lagu tersebut. Sederet artis pun turut dilibatkan bersamaan dengan sekitar 3.600 seniman dan pekerja seni yang dianggap menonjol dari tiap-tiap daerah.

Sebab, seperti halnya Pekan Olahraga Nasional (PON), event ini diselenggarakan secara berjenjang, dari kabupaten, provinsi hingga nasional.

Ruang sosiokuktural yang selama ini dijejal oleh aneka kekacauan informasi dan konflik politik hingga ketegangan horizontal antar masyarakat seolah terhempas di atas panggung PKN.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Istora Senayan, Jakarta, Senin (7/10). -Dok. antaranews.com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Istora Senayan, Jakarta, Senin (7/10). -Dok. antaranews.com

Jadi Ruang Bersama

Perhelatan PKN bukanlah tanpa data riset. Pemerintah menerima laporan adanya kenyataan bahwa Indonesia sedang mengalam kondisi di mana kesadaran kebudayaan kendur.

Wawasan kebudayaan yang sempit diperlihatkan pula oleh temuan survei Komnas HAM dan Litbang Kompas pada tahun 2018, bahwa di atas 80-an persen masyarakat Indonesia masih sulit menerima perbedaan, baik ras, etnik dan keturunan keluarga.

Karena itulah, pemerintah melalui Dirjen Kebudayaan Kemendikbud menggagas PKN untuk dijadikan ruang bersama yang lebih representatif bagaimana kebhinekaan Indonesia dirawat dan dihargai.

Hilmar Farid menerangkan gagasan untuk menggelar PKN dicetuskan dalam Kongres Kebudayaan 2018 setelah mendapat laporan dan masukan dari berbagai daerah tentang fakta penyusutan kesadaran budaya.

Direktur Jenderah Kebudayaan Kemendikbud itu memandang perlunya ruang bersama untuk seluruh anak bangsa agar bisa lebih saling menghargai pluralisme.

Selain ruang pentas, ada pula ruang-ruang diskusi yang mengangkat berbagai aspek budaya.

“Kalau di bidang lain, bahasanya kompetisi, di kebudayaan, bahasanya kerja sama, kolaborasi, gotong royong,” ujarnya.

Berbagai pentas tari ditampilkan pada seremoni pembukaan PKN 2019. - Dok. tirto.id
Berbagai pentas tari ditampilkan pada seremoni pembukaan PKN 2019. – Dok. tirto.id

Pembangunan Berbasis Kebudayaan

Menteri Effendy dalam sambutan pembukaan pun menyatakan betapa pentingnya pembangunan berbasis kebudayaan di Indonesia. Karena itu merupakan cita-cita dasar proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945.

Selain menghadirkan kesejahteraan material-fisik, masyarakat Indonesia perlu merasakan kebahagiaan. Dan salah satu ruang ekspresi kebahagiaan itu adalah melalui kesenian.

“Dalam menghidupkan kreativitas dan keanekaragaman ekspresi budaya, kita memerlukan ruang interaksi yang inklusif,” ujarnya.

Karenanya, PKN hadir untuk menjaga semangat inklusif dan kebhinekaan dan menjadi sebuah jaringan kerja kebudayaan dan platform tempat semua pelaku dan pemangku kepentingan terlibat untuk memajukan kebudayaan Indonesia.

“Dibangun secara berjenjang dari Pekan Kebudayaan Daerah di tiap-tiap kabupaten/kota dan provinsi, Pekan Kebudayaan Nasional merupakan perhelatan budaya terbesar yang kita miliki saat ini,” terangnya.

Pengguntingan pita tanda dibukanya Pekan Kebudayaan Nasional 2019. -Dok. kompas.com
Pengguntingan pita tanda dibukanya Pekan Kebudayaan Nasional 2019. -Dok. kompas.com

Libatkan 300 Ribu Peserta

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Sri Hartini menuturkan, PKN terdiri dari sejumlah kegiatan utama, yaitu Kompetisi Daerah, Kompetisi Nasional, Konferensi Pemajuan Kebudayaan, Ekshibisi Kebudayaan, Pergelaran Karya Budaya Bangsa, dan Parade Budaya.

Kegiatan utama tersebut secara rinci terbagi ke dalam beberapa rangkaian acara, di mana akan ada 10 kompetisi, 27 konferensi, 120 pertunjukan, 24 pameran, dan 3.500 peserta pawai dari 26 provinsi.

Secara keseluruhan, jumlah penampil dalam 245 pentas pertunjukan melibatkan setidaknya 300 ribu peserta yang teregistrasi secara daring dan lebih kurang 200 media massa yang akan meliput.

“Kami harap bisa jadi wadah keragaman ekspresi budaya dari semua level masyarakat. PKN ini pekerjaan bangsa, tidak hanya Kemendikbud, tapi semua kementerian, lembaga, unsur, dan komunitas masyarakat yang terlibat,” pungkasnya.

Simak video pembukaan PKN 219 berikut:

Sumber: Liputan6.com, Tirto.id, Kompas.com

*Daniel Deha

Baca Juga

“the last Ideal Paradise”, Site-Specific Claudia Bosse untuk Indonesia

Portal Teater - Koreografer terkemuka Claudia Bosse berkolaborasi dengan seniman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Lampung akan menghadirkan karya site-specific mengenai terorisme, teritori,...

Mohammad Yusro Kembali Terpilih Jadi Ketua Itera

Portal Teater - Musyawarah Besar Ikatan Teater Jakarta Utara (Itera) 2020 kembali menunjuk Mohammad Yusro menjadi Ketua Itera periode 2020-2023. Sebelumnya jabatan ini dipegang...

Tanggapi Aspirasi Seniman, DPR Dukung Moratorium Revitalisasi TIM

Portal Teater - Menanggapi aspirasi Forum Seniman Peduli TIM dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kompleks Parlemen, Senin (17/2), Komisi X DPR yang...

Terkini

Jelang Pameran, Julian Rosefeldt Kuliah Umum “Manifesto”

Portal Teater - Tiga hari menjelang pameran, seniman dan pembuat film asal Jerman Julian Rosefeldt akan memberikan kuliah umum bertemakan "Manifesto", judul dari karya...

FTP 2020: Ruang Bagi Generasi C Bereksplorasi

Portal Teater - Sepuluh tahun lalu, Dan Pankraz, peneliti dan Direktur Perencanaan/Strategi Pemuda pada DBD Sydney, Australia, pernah mengatakan, Generasi C (Gen C) bukanlah...

Lestarikan Budaya Betawi, Sudin Kebudayaan Jaksel Bina 60 Sanggar Seni

Portal Teater - Untuk memperkuat ekosistem kesenian kota berbasis komunitas, Suku Dinas (Sudin) Kebudayaan Jakarta Selatan memfasilitasi pembinaan bagi 60 sanggar seni di Hotel...

Dewan Kesenian Jakarta Minta Anies Kaji Ulang Revitalisasi TIM

Portal Teater - Menyusul polemik yang mengemuka di ruang publik, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) akhirnya meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji ulang proyek revitalisasi...

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...