Pemerintah Berkomitmen Fasilitasi Pemajuan Industri Musik

Portal Teater – Pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasi pengembangan ekosistem musik di tanah air. Hal itu menjadi kewajiban konstitusional pemerintah sebagaimana telah diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013.

Dalam basis konstitusional yang turut menjadi payung hukum penetapan Hari Musik Nasional pada setiap 9 Maret itu, menggarisbawahi peran pemerintah dalam meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik Indonesia.

Selain itu, pemerintah diharapkan meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi para insan musik Indonesia, serta untuk meningkatkan prestasi yang mampu mengangkat derajat musik Indonesia secara nasional, regional dan internasional.

“Membangun ekosistem musik ini penting, kami siap memfasilitasi,” kata Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam diskusi “Menyusun Tonggak Sejarah Musik Indonesia” di M Bloc Space, Jakarta, Selasa (10/3).

Diskusi ini adalah bagian dari rangkaian perayaan Hari Musik Nasional 2020 yang diselenggarakan Kami Musik Indonesia (KAMI) atas gagasan bersama Koalisi Seni dan Yayasan Ruma Beta.

Hari Musik Nasional sendiri pada mulanya disamakan dengan hari lahir pahlawan nasional Wage Rudolf Soepratman. Peringatan ini pertama kali dilakukan pada 9 Maret 2013 melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 tentang Hari Musik Nasional.

Meskipun baru dibentuk tahun 2013, Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta dan Rekaman Musik Indonesia (PAPPRI) sebelumnya sudah mengusulkan gagasan tersebut sejak era Megawati Soekarnoputri pada 2003.

Wage Rudolf Soepratman, pencipta Lagu Indonesia Raya. -Dok. okezone.com
Wage Rudolf Soepratman, pencipta Lagu Indonesia Raya. -Dok. okezone.com

Strategi Pemajuan Musik

Presiden Joko Widodo dalam periode kedua pemerintahannya telah berjanji bakal meneruskan pemajuan musik Indonesia.

Salah satunya dengan merekstrukturisasi organisasi Kemendikbud, di mana pemerintah menambahkan satu direktorat baru, yaitu Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru.

Mahendra mengatakan, strategi pemajuan industri musik akan dilakukan melalui lima cara, yaitu perlindungan hak cipta, sistem pendataan terpadu, peningkatan apresiasi dan literasi musik dalam pendidikan, peningkatan kesejahteraan musisi, dan penyiapan infrastruktur pendukung.

Sebagai direktorat baru, Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru pun akan fokus pada enam upaya strategis dalam memajukan industri musik.

Pertama, penguatan, perlindungan, dan advokasi hak kekayaan intelektual dalam sektor musik.

Kedua, pemajuan sumber daya manusia musik melalui sertifikasi musisi berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Standar Kompetensi Global.

Ketiga, sistem pendataan melalui Data Pokok Kebudayaan yang dilakukan Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Keempat, peningkatan literasi melalui kajian dan pemetaan literasi musik.

Kelima, sebagai upaya diplomasi budaya di tingkat global, pemerintah juga berniat menjadikan Indonesia sebagai referensi musik dunia melalui penyelenggaraan event musik internasional, yang pada tahun ini rencananya diadakan di Bali.

Keenam, pemerintah ingin menghidupkan dan mendorong makin banyaknya lagu anak yang sesuai dengan tumbuh-kembang anak-anak Indonesia.

Mahendra berharap, direktorat yang dipimpinnya tidak bekerja sendirian, tapi bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar terjadi sinergi gagasan dari hulu hingga ke hilir.

Negeri Kaya Musik

Direktur Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Nyak Ina Raseuki yang hadir dalam diskusi itu menyoroti kekuatan musik Indonesia.

Menurut Ubiet, begitu sapaanya, Indonesia adalah negara yang berlimpah susu dan madu. Ada banyak musik yang hidup dan berkembang di masyarakat. Perkembangan itu mengikuti struktur dan perubahan komunitas.

Sejak dahulu kala, ragam musik dari berbagai wilayah dunia pun turut memperkaya musik Indonesia. Musik dari Persia, India, Cina, dan Eropa bercampur baur dengan musik etnik/tradisi.

Sayangnya, tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal keanekaragaman musik itu. Belum ada pertukaran pengetahuan yang intensif dilakukan, terutama oleh pemerintah.

Sebagai contoh, masyarakat Jawa hanya mengenal musik yang lazim di Jawa, atau orang Kalimantan hanya mengetahu musik-musik etniknya. Hal itu pula terjadi dengan ragam musik di bagian timur Indonesia.

Hal itu ditegaskan Oscar Motuloh, salah satu peserta diskusi. Ia membahas kaitan musik dengan politik, terutama masa menjelang dan awal-awal kemerdekaan.

Menurut jurnalis foto itu, banyak artefak sejarah yang rusak karena kurang-baiknya pengelolaan oleh pemerintah. Misalnya, biola WR Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya, yang dihibahkan keluarga ke Museum Sumpah Pemuda.

Termasuk juga piringan hitam lagu Indonesia Raya yang diproduksi pertama kali setelah kemerdekaan (1959) dan diterbitkan Lokananta. Kondisi piringan itu perlu dikonservasi secara lebih baik.

Bangun Infrastruktur Musik

Pemerintah telah berjanji akan membangun infrastruktur musik yang memadai. Wendy Putranto dari M Bloc Space meminta pemerintah berkomitmen mewujudkan janjinya tersebut dengan membangun infrastruktur secara merata di berbagai daerah.

Sebab musisi perlu touring circuit di Indonesia untuk tampil. Baginya, pendapatan utama seorang musisi adalah live show, baru setelahnya royalti dari platform streaming.

Karena itu, ia menyarankan agar pemerintah bisa lebih konsisten dalam mengembangkan musik.

Kemenparekraf sebelumnya telah membuat cetak biru pengembangan musik 2015-2019. Namun, pada 2015 pemerintah memisahkan pengelolaan ekonomi kreatif ke Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Tahun lalu, pemerintah malah melebur balik Bekraf ke Kemenpar, sehingga kembali ke Kemenparekraf. Sementara Kemendikbud justru membentuk direktorat baru yang ikut mengurusi bidang musik.

Royalti kepada 300 Musisi

Secara terpisah, dalam rangka Hari Musik Nasional, Performers Right Society of Indonesia (Prisindo) mendistribusikan royalti tahunan kepada lebih dari 300 musisi dan penyanyi.

Beberapa musisi dan penyanyi tersebut, di antaranya Raisa, KotaK, Iwan Fals, Payung Teduh, Didi Kempot, Geisha, Via Vallen, The Changcuters, Maudy Ayunda, Ungu, dan lainnya yang tercatat sebagai anggota Prisindo.

Prisindo merupakan sebuah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Hak Terkait untuk pelaku pertunjukan. Prisindo dirintis beberapa tokoh, antara lain Kris Biantoro, Koes Hendratmo, Tamam Hussein, dan beberapa lainnya.

Royalti itu diberikan bukan berasal dari penjualan lagu musisi atau penyanyi baik secara digital maupun fisik, namun berasal dari performing rights atau hak untuk mengumumkan karya ke ranah publik.

Menurut Ketua Umum Prisindo Marcell Siahaan, performing rights tersebut adalah karya-karya musik yang diperdengarkan untuk kepentingan komersial, seperti di hotel, tempat karaoke, restoran, dan lain-lain.

Pembayaran dan pendistribusian royalti tersebut berdasarkan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang mengatur dua jenis Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) untuk mengelola dan mendistribusikan royalti performing rights.

Royalti untuk pencipta lagu diurus oleh LMK Hak Cipta dan royalti untuk musisi atau penyanyi yang merekam lagu tersebut beserta produser yang merilis lagu tersebut diurus oleh LMK Hak Terkait.*

Baca Juga

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

ITI Ajak Insan Teater Berbagi Karya Lewat Media Daring

Portal Teater - Virus corona (Covid-19) merebak seantero dunia. Ratusan negara telah terpapar virus yang datang bagai ledakan asteroid ini. Sementara ratusan ribu umat...

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...

Terkini

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Intelijen AS Sebut China Sembunyikan Data Covid-19

Portal Teater - Intelijen Amerika Serikat dalam sebuah laporan rahasia mengatakan bahwa pemerintah China telah menyembunyikan data penyebaran virus Corona di negara itu, terutama...

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...