Pemprov DKI Jakarta Persiapkan Masa Depan Bangsa Lewat Kerja Teater

Portal Teater Robert Frost pernah menulis sebuah puisi pendek berjudul “The Road Not Taken” (1916). Lewat puisinya, Frost ingin mengatakan bahwa kerja kesenian, atau menjadi seniman, adalah “jalan sunyi yang tak banyak dilalui” manusia di bumi ini.

Persis seperti itulah kerja teater. Sebagai seniman teater, di Indonesia misalnya, tidak banyak mendapat tepuk tangan atau sambutan meriah dari penonton atau masyarakat. Kerja teater seperti berjalan di tempat yang sunyi, sepi dan sendirian.

Tidak seperti halnya kerja sebagai arstitek, pejabat pemerintah, politisi, birokrat, atau penulis buku, pemusik, dan kerja-kerja berlatar sains lainnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyadari betul, meski berjalan di tempat yang sunyi, kerja teater memiliki kontribusi yang besar terhadap peradaban dan kebudayaan masyarakat, baik dalam konteks masyarakat kota Jakarta, maupun Indonesia secara keseluruhan.

Ia melihat kerja seni peran atau teater merupakan sebuah tugas sejarah, yaitu bagaimana menulis makna di kanvas sejarah kehidupan manusia selama keberadaannya.

Dalam sambutan penutupan Festival Teater Anak DKI Jakarta, Gubernur Anies memandang perlunya program-program untuk mendorong agar anak-anak di usianya yang belia, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan seni, khususnya seni peran atau teater.

Sebab untuk menyongsong masa depan yang lebih baik, bangsa kita harus mempersiapkan generasi penerus secara matang dan mantap, untuk mengimbangi kerja sains dan teknologi.

“Anak-anak ini mendapat privilese, mendapat keberuntungan, karena mereka mendapat kesempatan bermain, berlatih seni peran yang dampaknya bisa seumur hidup,” katanya di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (14/10).

Dunia saat ini cenderung mengambil indikator yang bisa dilihat dampaknya hari ini. Misalnya, jika masuk ke satuan pendidikan, umumnya ada anggapan umum untuk membuat stratifikasi mata pelajaran, yaitu antara yang penting dan yang tidak penting.

Bagi masyarakat kita, mata pelajaran yang penting adalah matematika dan sains. Sementara mata pelajaran seni dan olahraga selalu dianggap sepele dan dinomorduakan.

Dalam seni pun ada perbedaan, di mana kegiatan menyanyi atau menari, biasanya dianggap lebih penting. Tapi kalau seni peran biasanya paling rendah.

“Bapak ibu sekalian, mari kita balik itu, mari kita ubah,” ajaknya.

Gubernur Anies Baswedan memberikan penghargaan kepada peserta FTA 2019. -Dok. portalteater.com
Gubernur Anies Baswedan memberikan penghargaan kepada peserta FTA 2019. -Dok. portalteater.com

Empat Kontribusi Teater

Gubernur Anies melihat ilmu pengetahuan dan seni bukanlah dua entitas yang terpisah, melainkan berjalan seiring dan saling menguatkan.

Karena itu, anak-anak yang terpapar dengan kegiatan dan pengalaman seni, khususnya seni peran, memiliki kemampuan-kemampuan tambahan yang pada hari ini belum tentu dirasakan manfaatnya, tapi akan sangat bermanfaat di masa depan ketika mereka mengambil peran sebagai orang tertentu dalam masyarakat.

Menurutnya, ada empat kontribusi kerja teater untuk perkembangan dan pertumbuhan seorang anak di masa depan.

Pertama, kemampuan imajinasi. Ketika seorang anak memainkan seni peran, maka kemampuan pertama yang bertumbuh dalam dirinya adalah kemampuan imajinasi. Yaitu bagaimana ia mengimajinasikan dirinya memainkan peran A, B, atau C.

Kedua, kemampuan untuk konsentrasi, yaitu bagaimana anak belajar berkonsentrasi untuk mengingat perannya dalam teater, baik itu naskah, keaktoran, blocking, dan sebagainya.

Ketiga, kemampuan kolaborasi. Kerja kolaboratif ini akan tumbuh karena teater bukanlah pekerjaan individu, melainkan pekerjaan bersama dalam tim.

Terakhir, kemampuan relaksasi, yaitu kemampuan untuk tampil lebih tenang dan percaya diri di atas panggung.

“Bapak ibu sekalian, mari kita tumbuhkan ini, tapi belum tentu dirasakan manfaatnya hari ini. Manfaatnya di masa depan. Ini adalah investasi yang tak ternilai harganya,” paparnya.

Penari penyambut kedatangan Gubernur Anies Baswedan dalam acara penutupan FTA 2019. -Dok. portalteater.com
Penari penyambut kedatangan Gubernur Anies Baswedan dalam acara penutupan FTA 2019. -Dok. portalteater.com

Demi Masa Depan Bangsa

Gubernur Anies mengatakan, hasil atau manfaat dari kerja teater ini tidak dirasakan dalam kurun waktu satu-dua tahun.

Namun jika orangtua dan pendidik terus mendorong anak-anak agar terlibat dalam kegiatan teater, maka anak-anak akan lebih cerdas, memiliki budi yang halus, memiliki empat dan simpati, dan mempunyai kemampuan kolaborasi untuk membangun masa depan bangsa yang jauh lebih baik.

“Karena orangtua-orangtua yang mendukung kegiatan anak-anak adalah mereka yang berperan besar untuk masa depan anak-anak ini,” katanya.

Karena itu, sejak tahun lalu, Pemprov DKI Jakarta sudah menggalang gerakan, termasuk pendanaan, membangun kegiatan kesenian dan sanggar-sanggar teater untuk mendukung dan merekrut dan melatih lebih banyak lagi anak-anak di seluruh Jakarta.

“Supaya anak Jakarta makin banyak yang terpapar dengan seni peran. Bahwa di kemudian hari mereka memainkan peran apapun dalam hidupnya, itu garis, passion dan kesempatannya. Tapi karakter-karakter seperti ini dibutuhkan,” ungkapnya.

Gubernur Anies berharap seni peran tidak menjadi sesuatu yang eksklusif, tapi menjadi ruang yang egaliter agar bisa menjangkau lebih banyak ruang dan anak-anak lainnya.

Karena ketika anak-anak ini di suatu masa memainkan peran di masyarakat mereka menjadi orang-orang yang bermanfaat, mereka akan mengatakan, “saya bisa seperti ini karena kemampuan yang ditumbuhkan dalam seni peran”.

Gubernur Anies Baswedan, pejabat Pemprov DKI Jakarta, Asep Martin, Jose Rizal Manua, dan peserta FTA 2019. -Dok. portalteater.com
Gubernur Anies Baswedan, pejabat Pemprov DKI Jakarta, Asep Martin, Jose Rizal Manua, dan peserta FTA 2019. -Dok. portalteater.com

Pada akhir sambutannya, Gubernur Anies mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Teater Jakarta (LTJ) sebagai satu-satunya penggagas program festival teater anak DKI Jakarta, yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang tinggi kepada Jose Rizal Manua, seniman teater yang melalui grup Teater Tanah Air, telah memberikan kontribusi terhadap pengembangan minat dan potensi anak-anak Jakarta.

“Terima kasih buat Pak Asep Martin ( Ketua LTJ, red) yang sudah melalui jalan yang sunyi, yang tidak banyak tepuk tangan, tapi di tempat itu bapak memberikan makna dengan teman-teman,” ungkapnya.

*Daniel Deha

Baca Juga

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...