Pentas Penutup Program Indonesia Kita 2019: “Pemburu Utang”

Portal Teater – Sebagai “laboratorium kreatif” bagi berbagai seniman lintas disiplin, kultural dan lintas generasi, Indonesia Kita akan menyuguhkan pertunjukan penutup rangkaian tema utama “Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan” tahun 2019.

Pentas terakhir atau yang ke-34 ini akan berlangsung selama dua hari di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 1 dan 2 November 2019, masing-masing tiap pukul 20.00 WIB.

Mengusung tema kemanusiaan dan keindonesiaan, Indonesia Kita dalam pementasan-pementasannya sejak awal tahun ini menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman dalam kehidupan sosial.

Di pentas penutupnya, Indonesia Kita akan memainkan lakon “Pemburu Utang”. Lakon ini merefleksi kan situasi sosial di masyarakat kita. “Pemburu Utang” juga dapat menjadi suatu ibadah kebudayaan untuk merawat ke-Indonesiaan kita.

Cak Lontong, Marwoto, Akbar, Mucle, Inaya Wahid, Yu Ningsih, Endah Laras, Sruti Respati, Heny Janawati, Encik Krishna, Wisben, Joned, Odon Saridon, dan Kiki Narendra akan mementaskan lakon ini secara humor dan jenaka sebagaimana visi dari Indonesia Kita sendiri.

Naskah ini ditulis dan disutradarai Agus Noor dengan tim kreatif Butet Kartaredjasa, Agus Noor dan Djaduk Ferianto. Selain pementasan lakon ini, akan disuguhkan pula pentas tari dari Josh Marcy Company.

Pentas ini terselenggara atas kerjasama Indonesia Kita dengan Djarum Foundation dan Kayan Production & Communications.

Tentang “Pemburu Utang”

Lakon “Pemburu Utang” berkisah tentang kondisi sebuah suatu negara yang dililit beban utang. Karena negara tidak sanggup membayarnya, maka rakyat pun ikut menanggung utang-utang negara.

Kepada tiap warganegara yang masih memiliki aset dan kekayaan akan disita demi menyelamatkan negara dari krisis keuangan.

Ironisnya, bukannya membantu mengurangi beban negara, tiap warganegara justru memilih menjadi miskin, baik yang warga miskin maupun warga kaya yang pura-pura menjadi miskin.

Semua warganegara beramai-ramai membangkrutkan diri dan lebih memilih hidup menggelandang atau menjadi pengemis.

Seperti pepatah” sudah jatuh tertimpa tanggal pula”, warganegara yang memilih hidup miskin dengan menjadi gelandangan atau pengemis, pun didenda oleh negara.

Jika tak mampu membayar denda maka mereka dianggap memiliki utang pada negara dan harus membayarnya dengan cara apapun.

Partai Pengemis Nasional, yang beranggotakan seluruh orang miskin, muncul ketika kondisi tersebut makin akut. Partai ini kemudian menyelenggarakan kongres besar dengan mengundang seluruh pengemis dan orang-orang miskin.

Kongres memutuskan agar semua orang harus ikut membayar utang. Dibentuklah petugas “Pemburu Utang” untuk menyita apapun barang berharga yang masih tersisa.

Dalam penjarahan itu, para pemburu utang justru lebih mencari barang-barang atau benda-benda yang buruk, jelek, rusak, dan rombeng.

Tampilan kemiskinan akhirnya menjadi sebuah mode baru. Semakin tampak miskin semakin modis dan bergaya.

Pada titik itulah mereka direpresi secara hegemonik oleh “tangan-tangan tak kelihatan” yang ingin meraup keuntungan dari proyek “menjadi miskin” tersebut; ada yang mengambil keuntungan dari penderitaan warganya.

Lakon ini berniat menyingkap aktor intelektual di balik kondisi yang mengacaubalaukan tatanan negara tersebut; untuk melihat siapakah “mereka” yang senang mengambil keuntungan dari penderitaan rakyanya.

Sumber: Seputarevent.com

*Daniel Deha

Baca Juga

PSBB untuk Jakarta Berlaku Selama Dua Minggu

Portal Teater - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua minggu ke depan, mulai 10-23 April 2020. Penetapan PSBB...

Kartu Pra-Kerja untuk Karyawan PHK

Portal Teater - Pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan pemberian dana bantuan sosial dari Program Kartu Pra-Kerja kepada masyarakat yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran...

500 Juta Penduduk Dunia akan Jatuh Miskin Karena Corona

Portal Teater - Oxfam, sebuah organisasi nirlaba dari Inggris yang fokus pada penanggulangan bencana dan advokasi, mengatakan pada Kamis (9/4) bahwa dampak dari penyebaran...

Terkini

PSBB untuk Jakarta Berlaku Selama Dua Minggu

Portal Teater - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua minggu ke depan, mulai 10-23 April 2020. Penetapan PSBB...

Kemenparekraf Talangi Pekerja Pariwisata dan Seni

Portal Teater - Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berencana memberikan stimulus fiskal bagi pekerja di bidang pariwisata dan seni. Pendataan akan diperketat agar tidak...

Temuan Kasus Baru Melonjak Drastis

Portal Teater - Temuan kasus baru pasien terkonfirmasi virus Corona (Covid-19) di Indonesia melonjak drastis pada Kamis (9/4). Otoritas melaporkan, ada 337 kasus baru...

500 Juta Penduduk Dunia akan Jatuh Miskin Karena Corona

Portal Teater - Oxfam, sebuah organisasi nirlaba dari Inggris yang fokus pada penanggulangan bencana dan advokasi, mengatakan pada Kamis (9/4) bahwa dampak dari penyebaran...

Festival Teater Nasional 2020 Ditunda

Portal Teater - Teater Gema mengumumkan secara resmi penundaan pelaksanaan Festival Teater Nasional tahun 2020. Kabar penangguhan disampaikan melalui publikasi di akun media sosialnya,...