Oktober 2, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Perbedaan antara Yudaisme Ortodoks dan Sabbatarianisme di Israel

Memuat…

Seorang Yahudi ultra-Ortodoks berdoa. FOTO/REUTERS

Tel Aviv – Israel adalah negara yang didirikan setelah mereka mencaplok tanah Palestina. Negara ini diketahui memiliki mayoritas penduduk yang menganut agama Yahudi.

Di antara berbagai varietasnya, ada banyak sekolah Yahudi yang terkenal. Salah satunya adalah Yudaisme Ortodoks.

Dikutip dari halaman Britannica Ortodoks Yudaisme adalah cabang Yudaisme yang menganut paling ketat kepercayaan tradisional dan praktik ajarannya.

Tegasnya, orang-orang Yahudi Ortodoks telah menolak berbagai perubahan modern untuk mengubah ajaran dan ibadah mereka.

Baca selengkapnya: Kisah Pengungsi Yahudi ke Palestina Akibat Pengusiran Adolf Hitler di Jerman

Mereka mengamati ajaran tradisional seperti ibadah harian, aturan diet (kashrut), doa dan ritual tradisional, studi Taurat yang intens, dan pemisahan pria dan wanita di sinagoge.

Singkatnya, orang-orang Yahudi Ortodoks ini tampak kaku dan tidak mau menerima perubahan atau modernisasi ajaran mereka. Jadi, apa perbedaan antara Sabbatarianisme?

Dikutip dari halaman YvoEncyclopedia, Sabbateanisme adalah aliran Yudaisme yang didirikan oleh Shabettai Sevi (1626-1667).

Baca selengkapnya: Kremlin: Barat dan Rusia akhirnya akan menandatangani kesepakatan

READ  Uniknya, kedua pulau tersebut berjarak 4 kilometer namun berbeda waktu 21 jam