Pers Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Memajukan Kebudayaan

Portal Teater – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 telah diadakan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 7-8 Februari 2020, akhir pekan lalu. Presiden Joko Widodo membuka HPN 2020 yang sekaligus menandai peringatan ke-74 tahun berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu.

Dalam pidatonya Presiden Jokowi mengatakan, ekosistem dan industri pers harus berjalan dengan sehat dan terlindungi agar masyarakat dapat terus menerima kualitas informasi yang baik dan bermutu.

“Masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mendapatkan informasi yang sehat dan yang baik. Informasi yang baik memerlukan jurnalisme yang baik dan ekosistem yang baik. Untuk itu diperlukan industri pers yang sehat,” katanya, melansir pikiran-rakyat.com, Sabtu (8/2).

Untuk itu, ‘wong cilik’ menegaskan, negara membutuhkan kehadiran pers dengan perspektif jernihnya untuk berdiri di depan melawan kekacauan informasi, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian yang mengancam demokrasi dan integrasi bangsa.

Merespon kondisi global saat ini, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memandang, peran pers sangat diperlukan dan makin relevan, di mana menjadi garda terdepan untuk mencerahkan masyarakat dan turut meredakan kepanikan di masyarakat.

Presiden Joko Widodo pada perayaan Hari Pers Nasional 2020 di Banjarmasin. -Dok. netralnews.com
Presiden Joko Widodo pada perayaan Hari Pers Nasional 2020 di Banjarmasin. -Dok. netralnews.com

Ketua Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono dalam sebuah siaran pers pun mengungkapkan, tugas dan tanggung jawab tidaklah kecil pada masa keterbukaan informasi dan demokrasi saat ini.

Pers harus hadir sebagai ‘pengawal’ atau ‘anjing penjaga’ yang santun untuk mengontrol keberfungsian perangkat kekuasaan dalam menjalankan dan merawat demokrasi.

Salah satu ekosistem yang dibangun untuk membangun kepribadian bangsa yang kokoh dan mandiri adalah kebudayaan. Menurutnya, pers saat ini hadir sebagai lembaga yang turut menyumbang gagasan untuk pemajuan kebudayaan.

“Menjadi kesadaran PWI bahwa pers sebagai pilar keempat demokrasi harus mengawal seluruh bidang kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya kebudayaan dalam mewujudkan pemajuan kebudayaan untuk mencapai kebudayaan yang berkepribadian,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari menambahkan, bila bangsa Indonesia dibangun dengan budaya, maka akan menciptakan bangsa besar yang berbudaya.

“PWI mencintai budaya. Kami ingin menciptakan kebudayaan yang berkepribadian seperti yang diutarakan Soekarno. Kita harus bangun bangsa dengan pendekatan budaya,” katanya.

Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan, di peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020. -Dok. indopolitika.com
Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan, di peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020. -Dok. indopolitika.com

Pers dan Pemajuan Kebudayaan

Jika Amerika Serikat terkenal sebagai negara adidaya ekonomi, maka Indonesia terkenal sebagai negara adidaya kebudayaan. Sebutan ini telah diakui The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Pernyataan ini merupakan suatu pengakuan bahwa Indonesia memiliki potensi kebudayaan yang luar biasa, yang tak tertandingi oleh negara manapun.

Pada acara Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 lalu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi berikhtiar menjadikan Indonesia sebagai negara super power kebudayaan.

Akan tetapi, kita sebenarnya belum sepenuhnya menyadari keadidayaan kita dalam kebudayaan. Banyak kekayaan budaya yang belum terurus dengan baik, terpolarisasi antara pemerintah pusat dan daerah, hingga akhirnya terjerumus dalam ‘perang klaim’.

PWI Pusat menyadari bahwa sudah saatnya masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan diajak untuk memajukan kebudayaan. Dan pers di sini memiliki peran strategis dalam ikut mendorong pemajuan kebudayaan.

Bupati Tubaba Umar Ahmad mempresentasikan proposal pembangunan kebudayan di Kantor PWI Pusat, Jakarta. -Dok. sumatrapost.co
Bupati Tubaba Umar Ahmad mempresentasikan proposal pembangunan kebudayan di Kantor PWI Pusat, Jakarta. -Dok. sumatrapost.co

Anugerah Kebudayaan

Untuk terus mendorong pemajuan kebudayaan, pada HPN 2020, PWI Pusat menyelenggarakan Anugerah Kebudayaan untuk Bupati/Walikota yang dinilai mampu mendorong pemajuan kebudayaan di daerahnya masing-masing.

Ada 10 Bupati/Walikota menerima Anugerah Kebudayaan yang digelar Hotel Mercure, Banjarmasin, Jumat (7/2) sore itu. Adapun ke-10 Bupati/Walikota yang menerima penghargaan tersebut, yaitu:

  1. Airin Rachmi Diany, Walikota Tangsel (Banten)
  2. Anang Syakhfiani, Bupati Tabalong (Kalimantan Selatan)
  3. AS Tamrin, Walikota Baubau (Sulawesi Tenggara)
  4. Hj. Badingah, Bupati Gunungkidul (Yogyakarta)
  5. Danny Missy, Bupati Halmahera Barat (Maluku Utara)
  6. Ibnu Sina, Walikota Banjarmasin (Kalimantan Selatan)
  7. Indah Putri Adriani, Bupati Luwu Utara (Sulsel)
  8. Richard Louhenapessy Walikota Ambon (Maluku)
  9. Soekirman, Bupati Serdang Bedagai (Sumatera Utara)
  10. Umar Ahmad Bupati Tubaba (Lampung).

Para pemenang ini dipilih oleh Dewan Juri yang terdiri dari Nungki Kusumastuti (Ketua), Ninok Leksono, Agus Dermawan T, Atal S. Depari dan Yusuf Susilo Hartono.

Kesepuluh Bupati/Walikota ini diseleksi melalui babak proposal dan presentasi langsung, selama Desember 2019-Januari 2020 yang lalu.

Dewan Juri memilih 10 dari 30 Bupati/Walikota mewakili tiga zona. Pertama, daerah/kota yang berada di dalam, dekat ibukota negara. Kedua, daerah/kota yang berada di dalam atau dekat ibukota provinsi. Ketiga, daerah/kota yang jauh dari ibukota provinsi.

Selepas kegiatan, Menko Effendy mengapresiasi Anugerah Kebudayaan sebagai salah satu upaya meningkatkan kepedulian budaya di daerah.

“Ini sangat bagus untuk mendorong dan merangsang daerah-daerah untuk melakukan pendataan penataan dan revitalisasi berbagai macam situs keluhuran budaya di daerah itu,” ujarnya.

Effendy mengungkapkan, momentum ini berkorelasi dengan program prioritas pemerintah pusat di bidang kebudayaan. Di mana pada 2020, pemerintah menyiapkan Dana Abadi Kebudayaan sebesar Rp 1 triliun untuk dimanfaatkan para budayawan.

Deklarasi Banjarmasin. -Dok. detakbanten.com
Deklarasi Banjarmasin. -Dok. detakbanten.com

Deklarasi Banjarmasin

Selain memberikan penghargaan bergengsi kepada para Kepala Daerah/Kota, PWI Pusat juga menggelar ‘Dialog Kebudayaan’ dengan narasumber utama Menko PMK Muhadjir Effendi dan 10 Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan pada Jumat (7/2).

Diskusi ini kemudian melahirkan “Deklarasi Banjarmasin” yang berbunyi: “Kami Persatuan Wartawan Indonesia bersama Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2020, seniman, budayawan, akademisi, dan pencinta kebudayaan mengajak semua pemangku kepentingan bersama-sama mendorong kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan di Indonesia.”

Deklarasi ini ditulis di atas kanvas dan ditandangi oleh Menteri PMK Effendi, 10 Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan, Ketua PWI Pusat Atal S. Drpari, Dewan Juri Anugerah Kebudayaan, dan Yusuf Susilo Hartono. (dari berbagai sumber)*

Baca Juga

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...

HUT Ke-46 Teater Keliling: Bermula di TIM Jakarta

Portal Teater - Empat puluh enam tahun lalu, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pada sebuah rumah yang merupakan perumahan penjaga Kebun Binatang Raden...

Perkuat Ekosistem Seni Kota Makassar, Kala Teater Gelar Aneka Program

Portal Teater - Sejak terbentuk pada Februari 2006, Kala Teater cukup dikenal sebagai salah satu grup teater yang memiliki sistem manajemen yang solid. Dengan sekitar...

Terkini

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...

Taman Ismail Marzuki Baru dan Ekosistem Kesenian Jakarta

Portal Teater - Pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) Baru memasuki tahap pembongkaran fisik bangunan di kawasan TIM Jakarta. Karena komunikasi publik dari pihak Pemerintah Provinsi...

Perjalanan Spiritual Radhar Panca Dahana dalam “LaluKau”

Portal Teater - Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana (RPD) akhirnya kembali ke panggung teater setelah lama tak sua karena didera kondisi kesehatan yang...

Perkuat Ekosistem Seni Kota Makassar, Kala Teater Gelar Aneka Program

Portal Teater - Sejak terbentuk pada Februari 2006, Kala Teater cukup dikenal sebagai salah satu grup teater yang memiliki sistem manajemen yang solid. Dengan sekitar...

“the last Ideal Paradise”, Site-Specific Claudia Bosse untuk Indonesia

Portal Teater - Koreografer terkemuka Claudia Bosse berkolaborasi dengan seniman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Lampung akan menghadirkan karya site-specific mengenai terorisme, teritori,...