Persiapkan Karakter dan SDM Handal, FKIP UMT Kembali Gelar FESDRAK

Portal Teater – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tangerang kembali menggelar Festival Drama Antarkelas (FESDRAK) akhir tahun ini, 14-15 Desember 2019.

Dilaksanakan untuk ketigabelas kalinya, ajang kreativitas mahasiswa ini dimaksudkan sebagai platform untuk menciptakan karakter dan Sumber Daya Manusia perteateran yang handal di masa depan.

Pembukaan FESDRAK akan diadakan pada Sabtu (14/12) pukul 08.15 WIB di Sanggar Sitihinggil, Jln. Almuhajirin, Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

Program ini diadakan pada tiap semester dari kelas mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pendidikan Seni Drama (Teater). Artinya FESDRAK diadakan dua kali dalam setahun.

Tahun ini, FESDRAK diikuti sebelas kelas dari dua Program Studi, yaitu Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Prodi Pendidikan Guru PAUD (PG PAUD).

Platform ini digagas bukan semata-mata sebagai Ujian Akhir Semester (UAS), melainkan diharapkan menjadi peristiwa budaya, di mana karya-karya para mahasiswa dan dosen dapat memberi pesan edukatif bagi para penonton (masyarakat).

Apalagi sudah sejak FESDRAK ke-11 pada pentas teater setiap kelas sudah mengikutsertakan banyak dosen dalam proses penggarapan dan tampil sebagai pemain.

Jadwal acara FESDRAK FKIP UMT 2019. -Dok. ist.
Jadwal acara FESDRAK FKIP UMT 2019. -Dok. ist.

Ciptakan Karakter Mahasiswa Berbudi

Dekan FKIP UMT Dr. Enawar, S.Pd., M.M., MOS mengatakan, event ini diharapkan terbentuk karakter mahasiswa yang tangguh, halus budi, sikap santun, saling asah-asih-asuh, penuh empati, punya rasa percaya diri yang kuat, dan meningkat apresiasi seni-budayanya, serta punya daya kreativitas yang inovatif sebagai mahasiswa calon guru.

“Dan, keterlibatan dosen sebagai pemain pada setiap kelas, di samping menjadi momentum pembauran keakraban dosen-mahasiswa, pun mendorong peningkatan kreativitas dosen,” katanya melalui pernyatan tertulis, Kamis (12/12).

Sementara itu, salah satu dosen teater di FKIP UMT Madin Sumadiningrat pun menjelaskan, FESDRAK memang merupakan gelaran rutin semesteran di kampus UMT, khususnya di FKIP.

Namun demikian, melalui pelbagai evaluasi, para dosen terus melakukan perbaikan, baik dari sisi kualitas penampilan peserta maupun dari teknis penyelenggaraan.

“Semangat yang tinggi dari setiap gelaran Fesdrak dapat melahirkan kreativitas inovatif yang terukur untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Madin menilai, kualitas FESDRAK tidak kalah jauh dengan helatan festival-festival teater kampus lainnya.

Sebab penggarapan lakon yang dikreasi mahasiswa juga memperhitungkan aspek pendalaman konten lakon melalui kajian, keapikan menata artistik, dan menghitung nilai estetik.

“Sehingga diharapkan penampilan mereka akan memiliki kualitas yang tak kalah bagusnya dengan grup teater umum lainnya,” pungkasnya.

Mantan Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) itu pun menerangkan, FESDRAK di penghujung tahun ini akan diamati dan dinilai oleh para juri profesional yang sudah malang melintang dalam dunia perteateran.

Ada Malhamang Zamzam, Sutradara Bandar Teater Jakarta yang juga pernah aktif di Bengkel Teater Rendra. Ada pula Edian Munaedi, sutradara Teater Stasiun, sebuah kelompok teater senior di Jakarta.

Selain itu, ada Joind Bayuwinanda, aktor dan anggota Teater Koma, juga sutradara Sindikat Aktor Jakarta (SAJ).

Persiapkan SDM yang Handal

Dalam sebuah kesempatan wawancara, Joind mengatakan, festival ini merupakan salah satu platform yang cukup penting karena akan melahirkan guru-guru teater di masa depan yang handal di bidangnya.

Hal itu sesuai apa yang pernah disampaikan anggota Komite Teater DKJ Rita Matu Mona, bahwa para guru di sekolah juga harus menonton teater sehingga bisa mentransfer pengetahuan berteater dengan lebih baik kepada pelajar.

Bagi Joind, tidak hanya menonton teater, tapi yang lebih penting adalah juga menjadi guru yang berpengalaman di bidang teater. Misalnya pernah menjadi anggota atau pemain teater.

Karena itu, menurut Joind, festival teater yang bergiat di kampus-kampus, misalnya FESDRAK UMT, memiliki peran yang penting bagi ketersediaan sumber daya manusia dan regenerasi teater Indonesia.

“Karena dari merekalah awal teater sekolah itu muncul dan berkembang,” ungkapnya.

Acara penutupan FESDRAK sekaligus sebagai pengumuman dan penyerahan hadiah pemenang akan dilangsungkan pada Sabtu (21/12) di tempat yang sama.

Simak videp pementasan Fesdrak UMT tahun 2018 berikut.

(Sumber: Intip UMT)

Baca Juga

Stimulus Fiskal untuk Resiliensi Industri Seni

Portal Teater - Sebelumnya kami menurunkan tulisan mengenai industri seni Indonesia yang begitu menderita di tengah wabah global virus Corona (Covid-19). Pendasarannya, sampai saat ini...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Industri Seni Indonesia Menderita

Portal Teater - Di tengah pandemi global virus Corona (Covid-19), industri seni Indonesia ikut menderita. Jika beberapa negara terpapar corona sudah menggelontorkan dana untuk menopang...

Terkini

Data dan Dana Untuk Pekerja Seni Terdampak Corona

Portal Teater - Pemerintah Indonesia membuka jalur pendataan bagi pekerja seni yang secara ekonomi terdampak virus Corona. Pendataan telah dibuka sejak akhir pekan lalu,...

Mendata Pelaku Industri Kreatif Terdampak Corona di Ibukota

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul semua lini kehidupan manusia saat ini. Wabah global ini tidak hanya menghantam sektor ekonomi, politik, atau...

Mendata Pekerja Seni Terdampak Corona

Portal Teater - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan membuka pendataan bagi pekerja dan pelaku seni di ibukota yang terdampak secara ekonomi akibat...

Teater Karantina #1: Wabah Athena, Galen dan Oedipus Kode

Portal Teater - Lukisan Michiel Sweerts, "Wabah di Kota Tua" (Plague in an Ancient City) banyak dikutip dan dipercayai mengambarkan wabah besar yang pernah...

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...