Profil 15 Grup Peserta Festival Teater Jakarta 2019

Portal Teater – Festival Teater Jakarta (FTJ) tahun 2019 diikuti 15 grup teater. Grup-grup ini merupakan ketiga pemenang (juara I, II dan III) dari lima wilayah kota administrasi se-DKI Jakarta, kecuali kabupaten Kepulauan Seribu.

Wilayah Jakarta Timur diwakilkan oleh Teater Camuss, Castramardika dan Sanggar Teater Jerit; Jakarta Utara oleh amatirujan, Teater Cahaya dan Maura Lintas Teater; Jakarta Pusat oleh Teater Petra, Teater Indonesia dan Unlogic Theatre.

Sementara dari Jakarta Barat diwakilkan oleh Teater Asa, Teater Nusantara dan Teater Lab Teater Lumbung; serta Jakarta Selatan oleh Teater Labo El Aktor, Teater Ciliwung, dan Teater Pojok.

Berikut profil singkat kelimabelas grup peserta FTJ:

1. Teater Camuss

Teater Camuss merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terfavorit di Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta Timur.

Teater Camuss pada awalnya bernama Teater Kamus didirikan pada 14 Februari 1989 oleh Wess Ibnu Say dan dikembangkan oleh Rini Fajarini Dewi. Teater Camuss resmi menjadi UKM pada tahun 1990.

Pada tahun 1993 nama Teater Kamus diubah menjadi Teater Camuss yang berlaku sampai sekarang. Adapun alasan mengganti nama Teater Kamus menjadi Teater Camuss karena dua alasan: adanya kesamaan nama pada teater di Yogya dan trend bahasa pada saat itu.

Teater Camuss berhasil melakukan pementasan perdana di Taman Ismail Marzuki (TIM) yang pada saat itu tidak mudah untuk melakukannya.

Dengan demikian Teater Camuss terdaftar di Suku Dinas Kebudayaan wilayah Kota Madya Jakarta Timur tahun 1995 dengan nomor pendaftaran 208.07.09.04.4.95.

Pada FTJ 2019, Teater Camuss di bawah sutradara Reza Ghazali (35 tahun) akan mementaskan naskah “Mak Combang” karya Nikolai Gogol (terjemahan Asrul Sani dan Teguh Karya).

2. Castra Mardika

Teater Castra Mardika merupakan Sub Unit Sastra dan Drama Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Grup ini didirikan pada 18 Februari 2005.

Nama castra mardika diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya sastra/tulisan yang merdeka.

Nama Castra Mardika sendiri merupakan nama yang digunakan untuk majalah dinding yang ada di UKM UNJ dan pengurusnya di bawah Sub Unit Sastra dan Drama.

Sampai sekarang Castra Mardika masih digunakan sebagai nama kelompok teater yang dikelola pembinaannya di bawah Sub Unit Sastra dan Drama UKM UNJ.

Sudah hampir 14 tahun Teater Castra Mardika masih dan akan terus berproses seperti jargon yang selalu menyertai namanya: “Proses Tanpa Batas”.

Pada FTJ kali ini, Castra Mardika akan mementaskan “TERDAMPAR” karya SLAWOMIR MROZEK di bawah sutradara Irfan Hakim (30 tahun).

3. Sanggar Teater Jerit

Sanggar Teater Jerit adalah organisasi yang bergiat dalam bidang sastra panggung (seni teater).

Grup teater ini berdiri pada tahun 2006 dan digagas oleh alumni SMAN 11 Jakarta, antara lain: Muchtar Lutfi, Lutfi AS, Endang Priani, Rangga PAP, Dita Kusuma Ningsih dan pelatih ekskul teater saat itu Choki Lumban Gaol.

Para seniman ini mencoba menggagas untuk membuat suatu wadah induk dari organisasi teater dan mencoba untuk tidak terikat dari wadah Ekskul Teater di sekolah.

Kemudian para pendiri berkomunikasi dengan Ikatan Teater Jakarta Timur (Ikatamur) untuk membuat sebuah tanda daftar organisasi pada Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur.

Akhirnya, Sanggar Teater Jerit terdaftar secara legal dalam suatu wadah kesenian (teater) yang disahkan oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta.

Keberadaan Sanggar Teater Jerit awalnya di daerah Cakung (Pulo Gebang Permai) pada tahun 2007, namun karena tergusur tahun 2010, setahun setelahnya berpindah tempat ke daerah Rawamangun.

Di FTJ kali ini, Sanggar Teater Jerit akan mementaskan “Macbeth” karya William Shakespeare di bawah sutradara Choki Lumban Gaol.

4. amatirujan

amatirujan (dengan ‘a’ huruf kecil) adalah kelompok lintas seni, individu dan komunitas, sebagai upaya membuka peluang kolaborasi.

Berawal dari Hujan Matahari pada 2016, yang kemudian menjadi Matahari Hujan. Saat ini beranggapan untuk menjadi amatirujan pada FTJ 2019.

Saat ini amatirujan hanya beranggotakan dua orang, yaitu Dediesputra Siregar dan Taufik Adi Nugroho.

FTJ kali ini, amatirujan membawakan naskah “Kursi-Kursi” karya Eugene Ionesco (terjemahan Yudi Aryani) di bawah sutradara Dediesputra Siregar.

5. Teater Cahaya

Teater Cahaya dibentuk pada tahun 2017 oleh Rukun Remaja Tanah Merdeka Kalibaru di Jakarta Utara.

Grup teater ini didirikan untuk mengembangkan minat bakat anak-anak muda dalam berkesenian.

Pada FTJ 2019, Teater Cahaya akan mementaskan “Domba-Domba Revolusi” karya Bambang Soelarto di bawah sutradara Afri Rosyadi.

6. Maura Lintas Teater

Maura Lintas Teater berdiri di Jakarta 30 April 2012 dengan nama awal Lintas Teater Jakarta, pimpinan produksi dan pendiri Maya Damayanti atau dikenal dengan nama Maya Azeezah.

Telah mengikuti FTJ 2012, FTJ 2013, 2016, mengikuti Hatedu 2017 di kota Solo, dan mengikuti banyak kegiatan seni teater, sastra dan film, serta memberikan workshop penulisan, sastra dan diskusi film di tahun 2019.

Pada 30 April tahun 2016, grup teater ini mengubah nama menjadi Maura Lintas Teater, dan berbasis di Apartemen Gading Nias, Jakarta Utara.

Pada FTJ tahun ini, Maura Lintas Teater akan mementaskan “Malam Ke Seratus”, adaptasi dari naskah Malam Rerakhir – Sotobha Komachi karya Yukio Mishima (terjemahan Toto Sudarto Bachtiar) dan diadaptasi dan disutradarai Maya Azeezah.

7. Teater Petra

Teater Petra merupakan kelompok teater yang berdiri sejak tahun 2016. Teater Petra
beranggotakan kelompok teater anak dan teater SLTA serta remaja karang taruna khususnya di wilayah Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Selain kegiatan teater, Teater Petra juga aktif dalam kegiatan apresiasi seni budaya dan apresiasi sastra khususnya di wilayah Jakarta.

Pada FTJ 2019, Teater Petra membawakan naskah “Domba-Domba Revolusi” karya Bambang Soelarto di bawah sutradara Sultan Mahadi Syarif.

8. Teater Indonesia

Teater Indonesia berdiri tahun 2006. Sejak saat itu sampai sekarang selalu aktif mengikuti FTJ dan selalu menjadi finalis mewakili wilayah Jakarta Pusat.

Hanya ditahun 2018 Teater Indonesia tidak mengikuti FTJ karena pentas tunggal.

Sejak 2006-2008, Teater Indonesia disutradarai oleh Alm. Dayo Pangestu Aji. Mulai tahun 2009 sampai dengan sekarang disutradarai oleh Budi Kecil.

Teater Indonesia dalam pertunjukannya lebih banyak menampilkan naskah karya sendiri baik di dalam pentas FTJ maupun pentas di luar FTJ. Beberapa penghargaan sudah diraih selama mengikuti FTJ.

Di FTJ 2019, Teater Indonesia akan mementaskan “Kisah Cinta Dan Lain Lain” karya Arifin C. Noer dengan sutradara Buddy Sumantri.

9. Unlogic Theatre

Unlogic Theatre berdiri pada tahun 2014 dan pada tahun 2015 untuk pertama kalinya membawakan naskah dengan judul “Spirit Of Tjitjih” pada FTj 2015.

Unlogic Theatre memiliki misi dan visi untuk terus belajar, berkembang dan menciptakan karya yang baik.

Unlogic Teater membaca kondisi sekitar, realita kehidupan, lalu mencoba untuk menuangkannya ke atas panggung.

Pada FTJ 2019, Unlogic Theatre mementaskan naskah “Mesin Hamlet”, karya/penulis naskah Heiner Muller dan diadaptasi serta disutradarai Dina Febriana.

10. Teater Asa

Teater ASA adalah sebuah kelompok teater yang bermula dari para alumni Anggota Teater  Sakura (Kelompok Teater SMPK Bala Keselamatan).

Teater ASA terbentuk sejak tahun 2015 yang awalnya hanya terdiri dari 3 orang. Namun seiring dengan berjalannya waktu Teater ASA berkembang dan memberikan kesempatan dari kalangan umum untuk bergabung.

Saat ini Teater ASA mempunyai anggota aktif sebanyak 15 orang. Teater ASA memiliki tujuan untuk memberikan ruang bagi anggotanya supaya bias berkembang dan berproses kreatif.

Pada FTJ 2019, Teater ASA akan mementaskan naskah “HIM” karya Stanislaus J. Daryl & Simon Karsimin dengan sutradara Simon Karsimin.

11. Teater Nusantara

Berdiri pada tanggal 5 Mei 2010, Teater Nusantara lahir karena proses regenerasi dari grup sebelumnya yaitu Teater Wajah ke Teater Koin, lalu menjadi Teater Nusantara.

Pernah mendapatkan penghargaan sebagai grup terbaik ke-5 Festival Teater Jakarta Barat 2014, terbaik ke-4 dan Penata Musik Terbaik Festival Teater Jakarta Barat 2016, dan Terbaik ke-3 Festival Teater Jakarta Barat 2017 dan 2018.

Selain itu, pernah mementaskan beberapa judul naskah seperti “Perampok” (W.S. Rendra), “Umang Umang” (Arifin C. Noer), “Perjalanan Kehilangan” (Noorca M Massardi), “Sobrat” (Arthur S Nalan), dan beberapa karya naskah lainnya.

FTJ kali ini, Teater Nusantara akan mementaskan naskah Arung Palaka” karya Fahmi Syrief dengan sutradara: Ayak M.H.

12. Lab Teater Lumbung

Lab Teater Lumbung adalah wadah terbuka bagi pegiat teater yang ingin berproses kreatif bersama menuju pencapaian artistik dan diskursus tertentu. Berdiri pada 5 Mei 2005 di Kemanggisan Raya, Palmerah, Jakarta Barat.

Lab Teater Lumbung hadir sebagai pusat kajian, penelitian dan penciptaan karya-karya teater
berskala lokal, nasional maupun internasional.

Teater Lumbung juga berkonsentrasi pada studi dan penelitian teater, naskah dan artistik teater.

Hal itu dicapai melalui diskusi, workshop dan penelitian terhadap warisan tradisi (urban, etnik) dari berbagai daerah untuk kemudian mempertemukannya dalam suatu sintesis kreatif dengan arus-arus baru penciptaan teater dari berbagai penjuru dengan tetap berpijak pada prinsip-prinsip kebebasan kreatif.

Lab Teater Lumbung didirikan oleh Hendra Wijaya Putra (Temble) yang didukung oleh Chair Gusti Mayani, M Fikri (Ketua Karang Taruna Kelurahan Kemanggisan Kecamatan Palmerah), Sutarno SK, Ibu Nani Tandjung, Rizal Nasti, Hj. Amin (Om Jin), Herman Yagya, Anto Ristargie dan beberapa seniman teater lainnya.

Pada FTJ 2019, Lab Teater Lumbung mementaskan naskah “Bulan Bujur Sangkar” karya Iwan Simatupang, dengan sutradara Hendra Wijayaputra.

13. Teater Labo El Aktor

Labo EL Aktor berdiri pada tanggal 21 Juni 2019. Merupakan salah satu komunitas teater yang berada di bawah naungan Yayasan eL Na’ma Indonesia.

Labo eL aktor merupakan wadah atau sarana penggodokan keaktoran dan ide-ide kreatif yang dipresentasikan dalam forum-forum festival.

Pada FTJ 2019, Labo El Aktor mementaskan naskah “Ruang Tunggu” (atawa Peninjauan Kembali terhadap Nyai Dasima) karya Zen Hae, dengan sutradara Lalu Karta Wijaya.

14. Teater Ciliwung

Teater Ciliwung berdiri pada 1984, di bekas pabrik batik milik keluarga H. Ahmad Yusuf yang berada di pinggiran kali Ciliwung.

Ahmad Yusuf kini menjadi ketua umumnya, memimpin beberapa rekannya yang juga merupakan mantan anggota Teater Lingkar Minggi pimpinan Muchlis Raya.

Sejak 1980-an sampai sekarang, Teater Ciliwung tetap aktif memproduksi beragam lakon, seperti misalnya “Bla Bla Bla” (2003) yang ditulis oleh Agus Safari dan “Sandiwara di Atas Sandiwara” (2004) karya Danarto. Keduanya disutradarai oleh (alm.) Christi Maharsi.

Selain itu, “Kisah Cinta di Hari Rabu” (2010) karya Anton Chekov yang disutradarai oleh Irwan Soesilo.

Di FTJ 2019, Teater Ciliwung mementaskan naskah “Domba-Domba Revolusi” karya Bambang Soelarto, dengan sutradara Irwan Soesilo.

15. Teater Pojok

Kelompok Pojok didirikan pada tanggal 10 Oktober 2010. Pada awalnya sebagian anggotanya adalah anggota ekstrakurikuler teater dari berbagai SMA di Jakarta.

Setelah lulus, karena tidak bisa aktif berkesenian lagi di sekolah, mereka akhirnya sepakat untuk mendirikan sebuah grup teater.

Sampai saat ini Kelompok Pojok sendiri sudah menghasilkan 24 produksi di mana tidak hanya produksi berupa pementasan teater saja, juga menggelar parade dan kerjasama dengan beberapa perusahaan untuk mengisi acara.

Pada FTJ 2019, Kelompok Pojok mementaskan naskah “Pada Suatu Hari” karya Arifin C. Noer, dan disutradarai Iqbal.

Tentang FTJ

FTJ tahun ini akan diselenggarakan pada 12-29 November 2019 di Teater Kecil dan Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Mengusung tema “Drama Penonton”, FTJ 2019 berambisi membincangkan pertanyaan penting: bagaimana menjadi penonton teater. Lebih dari itu, tema ini berniat membongakar “dapur penonton” untuk melihat motivasi, kebutuhan dan perilaku penonton di masa depan.

Menambah kesemarakan, FTJ kali ini menghadirkan pameran “Drama Penonton” dengan kurator Mayumi Haryoto, ilustrator-desainer terkenal Indonesia, dan juga diskusi-diskusi.

Pembukaan FTJ akan terjadi pada Selasa (12/11) oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan dilanjutkan dengan pertunjukan oleh bintang tamu Teater Satu Lampung berjudul “Kursi-Kursi” karya E. Ionesco (sutradara Iswadi Pratama).

Pada acara penutupan nanti, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama akan hadir dan menutup secara resmi helatan FTJ. Ini bersamaan dengan pengumuman dan penganugerahan juara/pemenang.

Untuk menggulung tirai FTJ, akan ada pertunjukan kolaborasi Hanafi dan Hartati berupa dance-thatre berjudul “Lipatan Kesedihan dari Kamar Dalam” pada Jumat (29/11) di Teater Besar, TIM Jakarta.

*Daniel Deha

Baca Juga

“Kalanirsuara”, Pentas Inspiratif dari Senarai Perempuan Penyintas ’65

Portal Teater - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Padjadjaran Bandung mempersembahkan sebuah pentas teater berjudul "Kalanirsuara", kisah perjuangan perempuan penyintas tragedi '65 melawan trauma...

PSBK akan Pentas “Hajat dalam Selimut” di Galeri Indonesia Kaya

Portal Teater - Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) akan mempersembahkan sebuah pertunjukan musik teatrikal bertajuk "Hajat Dalam Selimut" akhir tahun ini di Galeri Indonesia...

“SAMARA: Anniversaria”, Persembahan Akhir Tahun Teater Pandora

Portal Teater - Teater Pandora baru saja menyuguhkan menu penutup tahun kalender 2019 lewat pementasan imersif bertajuk "SAMARA: Anniversaria" di Lucy in the Sky...

Terkini

Setelah FTJ, Teater Nusantara Pentaskan Lagi “Arung Pallaka” di Slawi

Portal Teater - Teater Nusantara akan mementaskan lagi naskah "Arung Pallaka" di Monumen Gerakan Benteng Nasional (GBN) Slawi, Jawa Tengah, Sabtu (7/12), pukul 20.00...

Teater Alamat Buka Perekrutan Anggota Baru

Portal Teater - Teater Alamat membuka perekrutan anggota baru pada akhir tahun ini. Proses perekrutan ini akan berlangsung pada 6-31 Desember 2019 yang terdiri dari...

Theater Olympics 2019 Tampilkan 104 Produksi dari 22 Negara

Portal Teater - Festival teater internasional yang menghadirkan sejumlah praktisi teater kenamaan dari seluruh dunia, Theater Olympics, kembali digelar tahun ini dengan menampilkan 104...

Komite Tari DKJ Kembali Gelar Telisik Tari “Ballet At Batavia”

Portal Teater - Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali menyelenggarakan  Telisik Tari, pada Jumat (6/12). Program ini merupakan "saling silang" antara tari ballet...

Animo Peserta Sayembara Sastra DKJ Terus Menurun

Portal Teater - Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) telah mengumumkan nama-nama pemenang Sayembara Sastra DKJ tahun 2019, Rabu (4/12) malam. Selain hal-hal mengejutkan...