Juli 25, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Puluhan karangan bunga mengisi aksi FK Unair untuk melindungi dekan yang dipecat setelah menolak dokter asing.

Puluhan karangan bunga mengisi aksi FK Unair untuk melindungi dekan yang dipecat setelah menolak dokter asing.

Prof. Dr. Dr. Budi Santoso, Dekan FK Unair.

Prof. Bus yang lebih dikenal dengan nama Budi Santoso itu ditiadakan setelah Kementerian Kesehatan RI menolak rencana mendatangkan dokter asing ke rumah sakit vertikal di Indonesia.

Di bawah pengawasan suarasurabaya.net Berduka, khawatir, selamatkan Profesor Buss dan lainnya atas hilangnya kebebasan berekspresi di dunia akademis dan medis.

“Kehilangan demokrasi di dunia pendidikan, selamatkan bus profesor untuk Indonesia sehat,” tulis Ikatan Alumni FK Unair Mata, Kamis (4/7/2024) di salah satu rangkaian bunga.

Pukul 12.45 WIB ratusan dokter sudah berkumpul satu jam sebelum kuliah dimulai, kuliah pertama dibawakan oleh Prof. Bruhito Unair adalah mantan presiden.

Mereka bersama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Pahlawan Air Lanka di depan bendera merah putih yang berkibar setengah tiang sebagai tanda duka.

Puluhan karangan bunga mengisi aksi FK Unair untuk melindungi dekan yang dipecat setelah menolak dokter asing.
Kamis (4/7/2024) Hiasan bunga untuk Dekan FK Unair, Profesor Budi Santoso, dibubarkan rektor. Foto: Meilita jasasurabaya.net

Berdasarkan pesan yang beredar di WhatsApp (WA), aksi damai Ksatria Airlangga ini membawa dua tuntutan, yakni kembalinya Prof Buss sebagai Dekan FK Unair dan pemberian kebebasan berpendapat kepada seluruh sivitas akademika dan dokter Indonesia.

Langkah itu terungkap kemarin sore setelah FK Unair mendapat surat keputusan mencopot Prof Buss dari jabatan dekan.

Meski alasan pencopotannya tidak disebutkan dalam SK tersebut, namun alasannya disampaikan secara lisan oleh Prof. Mohammad Nasih, Prof. Rektor Unaiyar.

Penyebabnya adalah penolakan terhadap kebijakan Kementerian Kesehatan yang mendatangkan dokter asing di rumah sakit vertikal Indonesia, kata Prof Buss kepada media. Konsep ini dianggap berbeda dengan pastoran.

Sementara itu, rilis resmi Humas Unair tadi malam menegaskan, pemecatan Profesor Bus karena kebijakan internal dan penerapan tata kelola FK Unair yang lebih baik. (lta/saf/ipg)

READ  Kekasih Devi Sri, 5 Gandum Ini Akan Menjadi Panen Mata Pencaharian Kedepannya