Rayakan HUT Ke-48, Teater Mandiri Pentaskan “Peace”

Portal Teater – Dalam rangka memeriahkan perayaan hari berdirinya yang ke-48, Teater Mandiri dengan bangga mempersembahkan karya terbaru mereka berjudul “Peace”.

“Peace” merupakan pementasan elaborasi empat naskah yang dimainkan dalam empat babak (play), di mana keempat naskah tersebut masih mempunyai keterhubungan tematik antara yang satu dengan lainnya.

Namun demikian, keempat naskah tersebut berbeda, baik dari aspek visualisasi, koreografi, direksi, tempo, properti maupun pemanggungannya.

Keempat naskah tersebut, yakni: “Perempuan Sejati” (monolog), “Ini Original”, “Oh”, dan “Peace”.

“Ini Original” adalah karya terbaru pendiri dan sutradara Teater Mandiri, Putu Wijaya. Sementara “Perempuan Sejati” dan “Oh” merupakan dua karya lama Putu Wijaya.

“Yang keempat secara sendiri tidak ada judul, jadi itu semacam rapping atau elaborasi dari beberapa tema sebelumnya,” ujar Taksu Wijaya, salah satu aktor Teater Mandiri, di Lobby Graha Bhakati Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta, Rabu (25/9).

Selain merayakan HUT Teater Mandiri, pementasan ini juga masih dalam rangkaian perayaan HUT ke-74 RI, HUT Taman Ismail Marzuki dan HUT kerjasama Teater Mandiri dengan Djarum Foundation dan Galeri Indonesia Kaya.

“Jadi acara ini untuk merayakan hal-hal tersebut,” ungkap lulusan Universitas Multimedia Nusantara tersebut.

Lakon ini akan dipentaskan malam ini, Rabu (25/9) di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pukul 20.00 WIB.

Taksu Wijaya. -Dok. portalteater.com
Taksu Wijaya. -Dok. portalteater.com

Respon Situasi Terkini

Taksu, yang nanti malam juga tampil sebagai aktor di dua naskah terakhir, menuturkan, tema “Peace” dipilih untuk merespon kondisi aktual bangsa kita saat ini.

Pemilihan tema tersebut sangat relevan dan cocok, di mana terjadi ketidaktenangan, demonstrasi, atau penolakan terhadap kebijakan para pemangku kepentingan.

Melalui pementasan keempat naskah tersebut, ia berharap penonton dapat menikmatinya sebagai bentuk teror psikologis untuk membuat perdamaian di antara sesama warga, dan bukan untuk menyebar teror dan ketakutan yang justru membuat bangsa kita makin goyah.

“Mungkin karena saat ini tema-tema ini itu sangat terasa dengan keadaan Indonesia saat ini. Misalnya ada aksi demo dan ketidaktenangan. Bisa bisa ada revolusi mental,” tutur putra Putu Wijaya yang terjun ke dunia teater sejak 2012 itu.

Penggarapan naskah-naskah ini, kata Taksu, tidak membutuhkan waktu lama. Selain karena sang sutradara sudah ahli dalam membuat naskah, banyak aktor/performer dalam pentas ini yang sudah berpengalaman.

Namun, masih ada beberapa aktor muda yang baru, termasuk juga kompleksitas naskah, yang membuat mereka harus menyelesaikan proyek ini selama kurang lebih dua bulan.

“Kalau untuk naskahnya sendiri cepat. Tapi karena agak kompleks, maka perlu waktu lebih,” ungkapnya.

Kru Teater Mandiri memajangkan galeri foto pencapaian Teater Mandiri di Lobby GBB TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com
Kru Teater Mandiri memajangkan galeri foto pencapaian Teater Mandiri di Lobby GBB TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com

Susunan Tim Produksi

Berikut susunan tim produksi pementasan “Peace”:

Karya dan sutradara: Putu Wijaya

Pemain: Uliel el Na’ama, Ari Sumitro, Rukoyah, Penny Moehadji, Agung, Jais Darga, Taksu Wijaya, Acong, Imron, Ramdan, Cahya, Wlvis Ticoalu, Cok Ryan Hutagaol.

Grafis: Umbu LP Tanggela

Pimpinan produksi: Dewi Pramunawati

*Daniel Deha

Baca Juga

Ini Delapan Pameran Seni Rupa Terbesar Tahun 2020

Portal Teater - Di negara manapun, pameran seni rupa tidak hanya dapat mengubah reputasi seniman dan karyanya, tapi juga kehidupan dan imajinasi publik yang menyerap...

Memaknai Medium dalam Konteks Praktik Seni Kontemporer Lintas/Nir-Medium

Portal Teater - Seni kontemporer hari-hari ini acap kali bergerak sedemikian bebas dari satu bentuk ke bentuk lain, dari satu praktik ke praktik lain, dari...

Juni Nanti, Museum Nasional Pamerkan 1.500 Koleksi Museum Delft

Portal Teater - Museum Nasional Indonesia berencana memamerkan 1.500 benda-benda budaya koleksi eks Museum Nusantara Delft, Belanda, pada Juni mendatang. Mengutip historia.id, pameran benda-benda hasil...

Terkini

Di Antara Metode Penciptaan dan Praktik Kerja Berbasis Riset

Portal Teater - Pada 17-18 Januari 2020, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW) menggelar Ujian Komposisi Koreografi dan Kreativitas Tari Jenjang 3 Jurusan Seni...

TEKO UI akan Pentas Teater Musikal Skala Besar di GKJ

Portal Teater - Teater Psikologi Universitas Indonesia (TEKO UI) akan mempersembahkan pentas teater musikal dengan skala besar selama dua hari, pada 13-14 Februari 2020...

“Anak Garuda”, Sebuah Inspirasi Merawat Mimpi

Portal Teater - "Anak Garuda", sebuh film yang diproduksi Butterfly Pictures telah resmi tayang perdana di seluruh bioskop di tanah air pada Kamis (16/1)...

Pematung Dolorosa Sinaga Jadi Direktur Artistik Jakarta Biennale 2020

Portal Teater - Pameran seni kontemporer Jakarta Biennale kembali menyapa warga kota Jakarta tahun ini. Diadakan tiap dua tahun sekali untuk "membaca" identitas kota...

“Senjakala” Kritik Seni di Era Digital

Portal Teater - Komite Seni Rupa Dewan Kesenian (DKJ) telah sukses menggelar pameran "Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)" di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki,...