“Rebranding” untuk Perkuat Advokasi Kebijakan Ekosistem Seni

Portal Teater – Koalisi Seni Indonesia (KSI) telah resmi melakukan penyegaran brand kelembagaan. Peluncuran versi terbaru tersebut telah disampaikan dan disetujui dalam rapat pengurus dan pengawas KSI pada 20 Februari 2020 lalu.

Usulan penyegaran brand mula-mula masuk dalam rencana program 2019 yang disampaikan dalam Rapat Umum Anggota (RUA) pada 3 Maret 2019 di Yogyakarta yang kemudian dikirim kepada para anggota pada 15 Maret 2019.

Mengutip publikasi resmi Koalisi Seni, dengan penyegaran brand ini, maka ada tiga atribut yang turut berubah, yaitu logo, website dan video profil.

Sebenarnya bukan ‘perubahan’, tapi lebih kepada pemampatan atribut agar lebih mudah dikenal publik. Selain itu, untuk memperkuat basis advokasi kebijakan ekosistem seni di Indonesia.

“Soal ini, kami sebenarnya tidak ada perubahan nomenklatur. Hanya mengganti logo,” kata Oming Putri, Koordinator Jaringan Koalisi Seni, Kamis (5/3).

Dengan penyegaran ini, maka nama Koalisi Seni Indonesia disingkat menjadi Koalisi Seni saja. Hal itu bertujuan agar lebih mudah diucapkan dan tidak tertukar dengan singkatan serupa dari lembaga lain.

Apalagi sejak 2018, beberapa anggota mulai menyebut KSI dengan nama Koalisi Seni. Namun secara legal, tetap dipakai nama Koalisi Seni Indonesia.

Logo Koalisi Seni yang baru. -Dok. @koalisiseni
Logo Koalisi Seni yang baru. -Dok. @koalisiseni

Rebrading Logo

Koalisi Seni memandang ikon logo yang lama terlalu tipis dan tulisannya kecil, sehingga kalah bersanding dengan logo lain yang berukuran serupa.

Akhirnya setelah melalui proses pencarian desainer yang intensif, Koalisi Seni menggandeng salah satu anggotanya, Irwan Ahmett, dan mitranya Tita Salina untuk merancang logo yang baru.

Kedua nama ini sebelumnya juga adalah perancang logo Koalisi Seni, sehingga dianggap memiliki pengetahuan dan ikatan historis yang cukup untuk menyegarkan brand.

Pada September 2019, kedua desainer menawarkan dua alternatif. Pertama, terinspirasi dari posisi Indonesia di persimpangan dua benua, dua samudera, dan khatulistiwa. Kedua, terinspirasi dari lipatan kertas kebijakan, “makanan” sehari-hari Koalisi Seni.

Dengan warna utama oranye kemerahan dan bentuk ikon yang menyala, Koalisis lantas memilih alternatif yang kedua. Huruf S dari logo lama dipertahankan, sehingga ada penjembatan ke logo baru.

Sementara itu, ikon logo baru ini dapat ditafsirkan menggambarkan semburat fajar, saat semua aktivitas bermula dan semangat pun terbarukan.

Ada sedikit perubahan yang diminta dalam desain baru tersebut, yaitu jenis dan ukuran huruf lebih besar, sehingga bisa mudah terbaca dari jauh.

Rapat pengurus dan pengawa Koalisi Seni pada 20 Februari 2020. -Dok. Bunga Manggiasih/Koalisi Seni
Rapat pengurus dan pengawa Koalisi Seni pada 20 Februari 2020. -Dok. Bunga Manggiasih/Koalisi Seni

Rebranding Website

Selain logo, Koalisi Seni juga merombak website agar lebih menonjolkan kinerja Koalisi Seni dalam advokasi kebijakan demi perbaikan ekosistem seni. Desain baru dirancang lebih modern dan perlu dilihat.

Ardi Yunanto, yang membantu membumikan konsep UU Pemajuan Kebudayaan melalui website pemajuankebudayaan.id, memimpin proses perubahan website ini. Ia menggandeng Andang Kelana sebagai programer kode website.

Versi beta website baru ini telah dapat diakses di www.koalisiseni.or.id. Secara visual, website sudah berjalan baik. Sedangkan profil anggota dalam proses pembaruan yang akan memerlukan waktu beberapa bulan.

Untuk memudahkan anggota membayar iuran dan publik memberi donasi, Koalisi Seni juga berencana mengintegrasikan platform pembayaran di website ini.

Video Profil Lembaga

Untuk memperbaharui diri secara lengkap, Koalisi Seni untuk pertama kalinya memiliki video profil lembaga. Company profile ini dirancang agar mudah dipahami publik dari segala kalangan.

Adapun beberapa konten video yang telah dimasukkan, antara lain video kontroversi RUU Permusikan, untuk menunjukkan pentingnya kebijakan seni yang lebih baik.

Kemudian, video memaparkan misi dan pencapaian Koalisi Seni, serta beragam cara untuk mendukung kinerja lembaga ini.

Video ini diproduksi oleh Amerta Kusuma dan tim, yang pada 2018 juga membuat dua video terkait website pemajuankebudayaan.id: Musik (Dangdut) dalam Lensa Pemajuan Kebudayaan dan Indonesia Sebagai Penyumbang Kebudayaan Dunia.

Salah satu anggota Koalisi Seni, Cholil Mahmud dari band Efek Rumah Kaca, berkenan menyumbangkan cuplikan video musik “Di Udara” untuk mengawali video profil ini.

Video profil dengan subteks Bahasa Indonesia dapat disimak di bit.ly/tentangkoalisiseni, sedangkan versi Bahasa Inggris tersedia di bit.ly/aboutkoalisiseni.

Anggota Baru

Manajer Komunikasi Koalisi Seni Bunga Manggiasih menerangkan, Koalisi Seni dibentuk oleh 41 orang pegiat seni yang sekaligus menjadi anggota pertama.

Dalam perkembangannya, jumlah anggota terus bertambah menjadi 244 individu dan lembaga per Maret 2020.

Sepanjang Juli-Desember 2019, ada beberapa seniman yang bergabung ke Koalisi Seni. Mereka adalah Mayang Anggrian, Rachmat Wahidi, Premana W. Premadi, Diah Sekar Widhi, Dara Hanafi, dan Aryo Danusiri.

Selain itu, ada Sito Fossy Biosa, Aristofani Fahmi, Nadia Yustina, Maria Novita Johannes, Shirley Tiurina, Elisabeth Abanit Asa, Agus Suwage, Haryudi Rahman, Utari Kusumawardhani, dan Rudy Rd. Alwi.

Untuk lembaga, ada Nalitari (nalitari.org), organisasi tari dari Yogyakarta yang menciptakan ruang ekspresi inklusif serta menginspirasi masyarakat untuk menghargai keberagaman manusia.

Peran Advokasi

Sejak dibentuk tujuh tahun lalu, Koalisi Seni terbilang berhasil dalam perannya untuk mengadvokasi pelbagai permasalahan kesenian dan kebudayaan di Indonesia.

Tidak hanya menjadi lembaga advokat kesenian, Koalisi Seni juga telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan tata kelola kesenian.

Beberapa pencapaian penting yang dicatat Koalisi Seni hingga 2019, antara lain, mengubah Rancangan Undang-undang Kebudayaan, yang takut budaya asing dan menempatkan negara sebagai tukang larang, menjadi UU Pemajuan Kebudayaan.

UU baru ini mewajibkan negara menjadi fasilitator upaya pemajuan budaya oleh masyarakat. Koalisi Seni juga memfasilitasi penolakan terhadap pasal represif dalam RUU Permusikan.

Meski cukup mentereng, Koalisi Seni relatif belum dikenal publik sebagai lembaga pionir yang menjembatani beragam pemangku kepentingan dalam perbaikan kebijakan untuk memajukan ekosistem seni di Indonesia.

Melalui upaya rebranding ini, diharapkan Koalisi Seni dan segenap anggotanya makin bersemangat berkoalisi untuk memperbaiki kebijakan ekosistem seni.*

Baca Juga

ATAP Manfaatkan Media Daring Gelar Parade Monolog

Portal Teater - Kreativitas senantiasa mengalir tanpa muara. Kalaupun ada, maka itu adalah awal bagi gagasan baru untuk terus berproses kreatif. Dalam situasi krisis...

Dewan Kesenian Inggris Luncurkan Rp2,9T Untuk Sokong Industri Seni

Portal Teater - Dewan Kesenian Inggris atau Arts Council England (ACE) telah meluncurkan paket tanggap darurat senilai £160 juta atau setara Rp2,9 triliun (kurs...

Tujuh Program Studiohanafi Ditunda Karena Corona

Portal Teater - Meluasnya penyebaran virus corona, di mana saat ini tercatat sudah 27 provinsi di Indonesia terpapar dan mungkin akan menghantam seluruh penduduk,...

Terkini

Linimasa Kasus Corona Indonesia Selama Maret 2020

Portal Teater - Sebulan penuh Indonesia telah bergumul dengan ancaman virus Corona (Covid-19). Sejak pertama teridentifikasi melalui dua pasien Corona di Depok, Jawa Barat,...

Industri Seni Indonesia Menderita

Portal Teater - Di tengah pandemi global virus Corona (Covid-19), industri seni Indonesia ikut menderita. Jika beberapa negara terpapar corona sudah menggelontorkan dana untuk menopang...

Kemendikbud Fasilitasi Pertunjukan dan Kelas Seni Daring

Portal Teater - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah menggagas penyajian aneka pertunjukan dan kelas seni dengan memanfaatkan media daring atau online. Hal itu bertujuan...

ATAP Manfaatkan Media Daring Gelar Parade Monolog

Portal Teater - Kreativitas senantiasa mengalir tanpa muara. Kalaupun ada, maka itu adalah awal bagi gagasan baru untuk terus berproses kreatif. Dalam situasi krisis...

Presiden Jokowi Tetapkan Pembatasan Skala Besar

Portal Teater - Setelah melewati pelbagai pertimbangan, Presiden Joko Widodo akhirnya secara resmi menetapkan pembatasan sosial berskala besar untuk menekan laju penyebaran dan pertumbuhan...