Resmi Dibuka Hari Ini, JDMU Perkuat Pengalaman Pentas dan Manajemen Tari

Portal Teater Jakarta Dance Meet Up (JDMU) 2019 resmi dibuka hari ini, Jumat (23/8), pukul 16.00 WIB di Graha Bhakti Budaya Taman Ismali Marzuki Jakarta.

Seremoni pembukaan JDMU ditandai dengan diskusi bertajuk “Sekolah Tari sebagai Sekolah Alternatif”. Diskusi ini menghadirkan pembicara: Rury Nostalgia dan Aiko Senosoenoto.

Perhelatan yang digagas Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk menghimpun komunitas tari se-Jakarta ini berlangsung sepanjang 23-25 Agustus 2019.

Menurut anggota Komite Tari DKJ Rusdy Rukmarata, JDMU adalah wahana rutin untuk komunitas atau grup tari pemula yang dikurasi DKJ agar memiliki pengalaman pentas dan pendidikan manajemen.

Hingga tahun ini, JDMU telah diadakan tiga kali dan mementaskan 31 karya komunitas tari di Jakarta. Di tahun ketiganya JDMU mengusung tema “Perempuan, Seni dan Kodrat“.

“JDMU adalah wadah untuk regenerasi dalam dunia tari yang tidak semata mementingkan pentas, tapi juga manajemen dan proses lainnya seperti jaringan sesama komunitas hingga media dan penonton,” katanya.

Selama ini, Komite Tari DKJ aktif memfasilitasi dan merangkul komunitas tari di Jakarta. Komitmen tersebut dilakukan untuk mengumpulkan komunitas tari di Jakarta untuk bekerja sama dengan satu tujuan yakni menggiatkan kembali pertunjukan tari di Jakarta.

Lebih dari itu, Komite Tari DKJ juga berniat menciptakan ekosistem seni budaya, khususnya seni tari di Jakarta, sehingga terjadi keterhubungan dan kesadaran baru akan pentingnya kerjasama dan terlibat dalam komunitas tari.

Selain itu, dengan gelaran JDMU, Komite Tari DKJ berniat menjadikan komunitas tari sebagai sekolah alternatif. Karena memang banyak seniman tari Indonesia tumbuh dalam lingkungan sekolah formal dan komunitas swadaya. Kedua institusi itu dengan cara masing-masing telah menumbuhkan dan membesarkan seniman tari di Indonesia.

Seorang penonton terlihat sedang mengisi formulir registrasi diskusi pembukaan JDMU 2019 di GBB TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com
Seorang penonton terlihat sedang mengisi formulir registrasi diskusi pembukaan JDMU 2019 di GBB TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com

Tampilkan Ragam Kegiatan

Adapun gelaran tahun ketiga JDMU akan diisi dengan beragam kegiatan, antara lain: pameran dan bazar tari, diskusi⁣, sharing session⁣, dan pertunjukan serta launching buku “Unboxing Tari”.

Berbeda dari tahun sebelumnya, JDMU 2019 berlangsung lebih lama, yakni tiga hari, dan melibatkan lebih banyak komunitas tari, yaitu 16 komunitas.

Ke-16 komunitas tari tersebut, yakni Muda Move, Unit Seni Budaya Trisakti, Jakarta Dance Art Education 17, EKI On Call, Swargaloka, Bidar Dance Community, Last Team, dan KIG Dance Community UPI Bandung.

Selain itu, ada pula komunitas tari Ballet Sumber Cipta/Kreativität Dance – Indonesia, DMP Project, Noken Lab, Bahasa Dance Project, Indonesia Dance Company, Citra Istana Budaya, Lentera Fannani Dance, dan Daun Gatal.

Selain menggelar pertunjukan dari ke-16 komunitas tari, JDMU juga menghadirkan pameran foto dan diskusi.

Pameran foto menyajikan sejumlah karya foto dokumentasi milik DKJ selama ini dalam merekam peristiwa JDMU sejak pertama kali digelar tahun 2017. Pameran ini dikurasi oleh Firman ichsan bertempat di Lobby GBB TIM Jakarta.

Pameran foto JDMU di Lobby GBB TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com
Pameran foto JDMU di Lobby GBB TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com

Sementara itu, selama perhelatan, akan ada tiga kali sesi diskusi. Diskusi pertama diadakan sekaligus untuk menandai pembukaan event. Diskusi kedua menghadirkan pembicara Firman Ichsan dan Rusdi Rukmarata dengan tema “Fotografi Tari”.

Diskusi ketiga bertajuk “Perempuan, Seni dan Kodrat” menghadirkan pembicara Amna Kusumo, Ajeng Soelaeman dan Alisa Soelaeman.

Selain itu, JDMU tahun ini juga meluncurkan buku “Unboxing Tari”, rangkuman dan catatan program Komite Tari, yang membahas tema “Makna Politis dari Ruang dan Makna Politis dari Tubuh”.

*Daniel Deha

Baca Juga

Rontoknya Kekerasan karena Cinta

Portal Teater - Apakakah kekerasan akan luluh lantak dengan indahnya alis mata, binar indah bola mata dan lentik bulu mata. Atau malah makin ganas? Dalang (sutradara)...

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Para Penyair Robot, Ekosistem Penulis dan Tak Ada Apa-apa

Portal Teater - Sebuah unggahan Instagram milik akun @balingehits memunculkan performance berbeda tentang pisang, bapak dan ibu. Kata ditempatkan di atas bidang IG putih...

Terkini

Para Penyair Robot, Ekosistem Penulis dan Tak Ada Apa-apa

Portal Teater - Sebuah unggahan Instagram milik akun @balingehits memunculkan performance berbeda tentang pisang, bapak dan ibu. Kata ditempatkan di atas bidang IG putih...

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Rontoknya Kekerasan karena Cinta

Portal Teater - Apakakah kekerasan akan luluh lantak dengan indahnya alis mata, binar indah bola mata dan lentik bulu mata. Atau malah makin ganas? Dalang (sutradara)...

Teater Broadway Tutup hingga Awal 2021

Portal Teater - Teater Broadway telah mengumumkan secara resmi bahwa akan tetap menutup teaternya sepanjang sisa tahun ini hingga awal tahun 2021 mendatang. Meski demikian, pembukaan...

Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal Teater - Buku puisi "Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona" karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3...