Respon Revitalisasi TIM, Teater Camuss Pentas “Runtuhnya Rumah Kami”

Portal TeaterTeater Camuss akan mempersembahkan pentas perdana tahun 2020 lewat lakon “Runtuhnya Rumah Kami” karya dan sutradara Reza Ghazaly, atau disapa Remon Camuss, lebih karena keterhubungan emosionalnya dengan Teater Camuss.

Remon mengatakan, lakon ini berkisah tentang kerinduan terhadap ‘rumah’ yang telah dihancurkan dan menghempaskan segala ingatan dan perasaan.

Rumah yang dimaksudkan sangat umum, yaitu sebagai tempat tinggal. Namun secara spesifik, karya ini secara tidak langsung juga merespon kegelisahan publik terhadap revitalisasi Taman Ismail Marzuki, yang ‘terpaksa’ merubuhkan beberapa bangunan.

“Sebenarnya lebih general tapi TIM masuk juga ke dalam kegelisahan kita. Karena memang semua orang pasti merasa kurang nyaman soal TIM,” katanya, Senin (24/2).

Dalam penggarapan karya ini, Remon melakukan wawancara mendalam secara random pada beberapa informan, baik yang terlibat maupun yang tidak terlibat dalam pertunjukan Teater Camuss.

Selain mewawancarai perasaan dan ingatan akan masalalu secara pribadional, juga dielaborasikan dengan bagaimana para informan mempelajari benda-benda yang mempunyai nilai sejarah bagi individu maupun umum.

“Juga mengambil hal-hal yang sedang terjadi dalam masyarakat kita hari ini, khususnya Jakarta,” terangnya.

Bagi sutradara 35 tahun itu, ingatan dan perasaan adalah ‘rumah’ yang melahirkan kampung halaman. Sebab kita tidak akan ingat saat dilahirkan tapi pasti ingat tempat kita dibesarkan.

“Seperti TIM yang sudah membesarkan beberapa seniman yang notabene belum tentu mereka lahir di sana. Tapi kenyataan adalah kenangan yang mesti dihancurkan berkali-kali, bukan hanya oleh orang lain bahkan diri sendiri,” tuturnya.

“Runtuhnya Rumah Kami” akan ditayangkan pada Jumat (27/3) di Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) Jakarta Timur, rahim lahirnya Teater Camuss. Karya yang sama akan dipentaskan pada Pentas Studi Teater Camuss seminggu setelahnya.

Pementasan "Runtuhnya Rumah Kami" oleh Teater Camuss. -Dok. Reza Ghazaly
Pementasan “Runtuhnya Rumah Kami” oleh Teater Camuss. -Dok. Reza Ghazaly

Empat Pertunjukan Setahun

Teater Camuss adalah salah satu grup teater kampus yang telah terhubung secara integratif dengan komunitas di luar kampus, di mana para anggotanya tidak lagi melulu mahasiswa, tapi juga para alumni.

Grup teater berbasis Jakarta Timur ini terbilang produktif. Dalam setahun Teater Camuss memproduksi empat karya. Meski semua karya tersebut umumnya dipentaskan di lingkup internal kampus, tapi terbuka untuk umum.

“Untuk tanggal 20 Maret nanti itu pentas produksi tahunan Teater Camuss yang memang biasanya diadakan di kampus. Untuk pentas studi kami lebih performatif dan lebih luwes dalam penggarapannya,” kata Remon.

Ia menjelaskan, pementasan kali ini masih dengan aktor dan metode yang sama seperti pada pementasan “Mak Comblang” pada Festival Teater Jakarta (FTJ) 2019 lalu.

Di mana sutradara hanya menulis fragmen dan para aktor yang kemudian mengembangkan sendiri gagasannya.

Tahun ini, Teater Camuss akan kembali mengikuti FTJ. Namun pemilihan naskahnya masih dirembuk bersama untuk menentukan naskah yang tepat bagi para aktornya.

Sinopsis

Masa lalu adalah milik kita, kadang baik bahkan kadang sangat buruk. Setiap kejadian bisa kita rencanakan tapi kala waktu mengagetkan. Ada yang berbekas ada juga yang segera kita lupa.

Kenangan samar dan berbayang, kita lupa namun kita ada bersamanya. Rumah adalah kenangan bagi kita yang telah jauh melangkah dalam roda kehidupan.

Setiap saat kita memukul-mukul, memalunya, bahkan menghempasnya dengan senjata yang disebut kenyataan.

Lalu kemana kita harus pulang?*

Baca Juga

ITI Ajak Insan Teater Berbagi Karya Lewat Media Daring

Portal Teater - Virus corona (Covid-19) merebak seantero dunia. Ratusan negara telah terpapar virus yang datang bagai ledakan asteroid ini. Sementara ratusan ribu umat...

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...

Intelijen AS Sebut China Sembunyikan Data Covid-19

Portal Teater - Intelijen Amerika Serikat dalam sebuah laporan rahasia mengatakan bahwa pemerintah China telah menyembunyikan data penyebaran virus Corona di negara itu, terutama...

Terkini

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Intelijen AS Sebut China Sembunyikan Data Covid-19

Portal Teater - Intelijen Amerika Serikat dalam sebuah laporan rahasia mengatakan bahwa pemerintah China telah menyembunyikan data penyebaran virus Corona di negara itu, terutama...

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...