Restu Gunawan: PTN 2019 Hadirkan Tiga Platform Utama Teater

Portal Teater – Dalam dua tahun terakhir, Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak lagi menyelenggarakan Festival Teater Nasional (FTN). Sebagai gantinya adalah Pekan Teater Nasional (PTN).

PTN secara segmentatif dimaksudkan untuk memberikan perhatian pemetaan dan pembinaan secara bergiliran kepada lapis-lapis teater seperti teater modern, teater tradisi dan teater kampus.

Di tahun ketiganya, PTN memfokuskan diri pada segmen teater tradisi. Perhelatan ini dibingkai ke dalam Pekan Seni Nasional (PSN) Direktorat Kesenian yang berlangsung di Samarinda, 20-26 September 2019.

Seperti tertulis dalam Katalog PTN 219, Direktur Kesenian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Restu Gunawan menjelaskan, PSN 2019 diselenggarakan atas kerjasama dengan Taman Budaya Kalimantan Timur dan didukung beberapa kegiatan yang diampu oleh Subdit-Subdit di Direktorat Kesenian Kemendikbud.

Adapun PSN 2019 mengusung tema “Membangun Ekosistem dan Ekspresi Seni”, dengan menggelar ragam acara, antara lain: Pameran Besar Seni Rupa, Pekan Teater Nasional, Pekan Seni Media dan Malam Layar Mahakam.

Tiga Platform Utama

Ada 14 komunitas teater yang diundang untuk ditampilkan dalam PTN 2019. Keempat belas komunitas itu dipetakan berdasarkan wilayah budaya besar di Indonesia (Melayu, Dayak, Sunda, Jawa, Bugis, dan Papua).

Berdasarkan pemetaan tersebut, kurator PTN 2019 membaginya ke dalam tiga platform utama kerja teater, yaitu: Kanon Tradisi, Post Tradisi dan Teater Riset.

“Penetapan 14 kelompok penampil melalui proses kurasi oleh tim narasumber (kurator) yang terdiri dari Afrizal Malna, Benny Johanes, Dindon dan Wahdat MY,” tulis Restu.

Kelompok teater Kanon Tradisi terdiri dari: Sanggar Seni Datok Rimba (Aceh), Teater Genta Bahana (Banten), Topeng Dhalang Rukun Pewaras (Sumenep), Sanggar Seni Tradisional Ilologading (Makassar), Teater Format (Kalimantan Timur), dan Sanggar Seni Iriantos (Papua Barat).

Kelompok Kanon Tradisi ini diberikan pendampingan yang dilakukan oleh enam penulis untuk melakukan pencatatan tentang teks dan konteks karya serta catatan terhadap proses persiapan yang dilakukan.

Enam penulis yang dipilih sebagai penamping tersebut adalah: Mahalim Zaini (Dalupa/Melayu), Jhon F. Mambor (Belian/Dayak), Perry Sandi (Ubrug/Sunda), Mahendra (Wayang Orang Madura/Jawa), Asia Ramli Prapanca (Kondobuleng/Bugis), dan Sarandaro (Yomaki/Papua).

Sementara untuk kelompok teater Post Tradisi terdiri dari: Rumah Banjarsari (Selayar), Wayang Kampung Sebelah (Solo), dan Otniel Dance Community (Banyumas).

Terakhir, di kelompok Teater Riset PTN 2019 menghadirkan Komunitas Seni Hitam Putih (Padang Panjang), Rokateater (Yogyakarta), dan Misswati Dance Teater (Jakarta).

Ajang Berbagi dan Gotong-Royong

PTN 2019, selain menampilkan pertunjukan 14 grup teater, juga menampilkan pementasan kelompok teater eksebisi, yaitu Komunitas Odah BulanKu (Kalimantan Timur) yang akan tampil pada pembukaan, dan Teater Kabaret Anka Andika (Bandung) yang akan tampil pada penutupan PTN 2019.

Restu berharap, PTN 2019 dapat menjadi ajang berbagi, meneguhkan jaringan, kerjasama dan gotong royong di kalangan pemangku kepentingan teater, terutama bagi insan teater di seluruh tanah air.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Taman Budaya Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda dan berbagai pihak yang sudah ikut terlibat mendukung dan menyiapkan penyelenggaraan PTN 2019 ini.

“Kiranya, dukungan dan dedikasi yang telah saudara berikan, akan menyukseskan penyelenggaraan PTN 2019 ini,” tutupnya.

*Daniel Deha

Baca Juga

Ugo Untoro: Melukis Lebih Dekat tentang Personalitas Diri

Portal Teater - Duabelas tahun lalu pameran seni visual Ugo Untoro bertajuk "Poem of Blood" di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, 12-26 April 2007, menghebohkan...

Ini Daftar 20 Dance Film Yang Lolos Kompetisi IMAJITARI 2019

Portal Teater - Ada 20 karya dance film yang dinyatakan lolos ke tahapan sesi kompetisi helatan IMAJITARI “International Dance Film Festival” 2019. Dari 20...

“Mengingat-ingat Sanento Yuliman” di Galeri Cipta II TIM Jakarta

Portal Teater - Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) di penghujung tahun ini akan menggelar pameran maestro Indonensia bertajuk "Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)"...

Terkini

Ugo Untoro: Melukis Lebih Dekat tentang Personalitas Diri

Portal Teater - Duabelas tahun lalu pameran seni visual Ugo Untoro bertajuk "Poem of Blood" di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, 12-26 April 2007, menghebohkan...

Tutup Tahun, JCP Persembahkan Konser Special “Tribute to Farida Oetoyo”

Portal Teater - Jakarta City Philharmonic dan Ballet Sumber Cipta mempersembahkan konser spesial akhir tahun bertajuk Tribute to Farida Oetoyo pada Jumat (13/12), pukul...

Ini Daftar 20 Dance Film Yang Lolos Kompetisi IMAJITARI 2019

Portal Teater - Ada 20 karya dance film yang dinyatakan lolos ke tahapan sesi kompetisi helatan IMAJITARI “International Dance Film Festival” 2019. Dari 20...

Selama 43 Tahun, Kritik Seni Rupa Indonesia Masih Sebatas “Pengantar”

Portal Teater - Ketika kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan doktoralnya di Prancis tahun 1981, Sanento Yuliman mulai aktif menulis kritik seni rupa di...

Mahasiswa Prodi Teater IKJ Pentas “Macbeth” dengan Konsep Kekinian

Portal Teater - Mahasiswa Program Studi Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan bangga akan mementaskan "Macbeth" karya William Shakespeare di Gedung Teater Luwes IKJ,...