“SAMARA: Anniversaria”, Persembahan Akhir Tahun Teater Pandora

Portal Teater – Teater Pandora baru saja menyuguhkan menu penutup tahun kalender 2019 lewat pementasan imersif bertajuk “SAMARA: Anniversaria” di Lucy in the Sky SCBD Jakarta, Kamis (28/11) pekan lalu.

“SAMARA: Anniversaria” adalah kisah Samudera (diperankan Bagus Ade Saputra) dan Lara (diperankan Margareta Marisa) dalam hubungan pernikahan yang rumit melibatkan penonton untuk turut menyatakan kejujuran dan berinteraksi langsung dengan aktor.

Teater Pandora mengajak spektator turut berperan dengan menjadi spekaktor. Semua ini tentunya lebih dari sekadar spectacle, karena Teater Pandora berkomitmen penuh menjaga kualitas cerita, garapan, dan keaktoran.

Pentas ini merupakan hasil kolaborasi dengan Syah Establishments Group, pengelola Hotel Monopoli, sekaligus sebagai sajian pembuka untuk pementasan imersif berskala besar tahun depan berjudul “Saudade No.1: “Vivere Medeia” di Hotel Monopoli Jakarta.

“Saudade No.1: “Vivere Medeia” adalah bagian pertama dari trilogi Saudade yang mengokupasi satu gedung hotel, mengaktivasi belasan ruang permainan, dengan gaya imersif #PlayThePlay.

“SAMARA: Anniversaria” sendiri merupakan produksi ke-19 komunitas teater berbasis Jakarta Selatan tersebut.

Sebelum pertunjukan, Teater Pandora mengawalinya dengan diskusi terbuka bersama Teuku Rifnu Wikana, Putri Ayudya, Yoga Mohamad (sutradara/penulis Teater Pandora), dan Alfianda Karuza (business development Teater Pandora) mengenai permasalahan ruang berkesenian di Jakarta.

Sebagai informasi, kedua aktor dari komunitas ini, Bagus dan Margareta, baru saja memenangkan kategori aktor dan aktris terbaik pada helatan Festival Teater Jakarta 2019 yang digelar pada 12-29 November di TIM Jakarta, bersama Teater Ciliwung.

Diskusi terbuka "MempermainkanRuang" menghadirkan narasumber: Putri Ayudy, Teuku Rifnu, Wikana Yoga Mohamad, dan Alfianda Karuza. -Dok. today.line.me
Diskusi terbuka “MempermainkanRuang” menghadirkan narasumber: Putri Ayudy, Teuku Rifnu Wikana Yoga Mohamad, dan Alfianda Karuza. -Dok. today.line.me

Inisiasi Gagasan #MempermainkanRuang

Sejak awal tahun, Teater Pandora menginisiasi seluruh konsep pementasan lewat tajuk #MempermainkanRuang, sebagai gerakan protes terhadap keterbatasan ruang pementasan teater di Jakarta.

Lewat pementasan-pementasannya, Teater Pandora melakukan gerilya dan eksplorasi ruang-ruang asing bagi pementasan teater, seperti bar, kedai kopi, dan akan mengambil alih kamar-kamar hotel.

Ruang bagi Teater Pandora bukan hanya berarti tempat, melainkan juga akses, kesempatan, kepercayaan, dan penerimaan.

Teater Pandora mengakui, akses secara kebijakan, kesempatan di industri, juga kepercayaan penonton menjadi tantangan besar bagi teater. Daripada mengeluh, Teater Pandora menggerakkan protes #MempermainkanRuang.

Gerakan ini memungkinkan komunitas teater yang dibentuk oleh para alumnus Universitas Indonesia itu lebih produktif dengan melakukan pementasan tiap bulannya.

Melakukan pementasan rutin dimaksudkan juga sebagai strategi untuk mendekatkan teater dengan penontonnya, hal mana menjadi gagasan helatan Festival Teater Jakarta tahun ini.

Teater Pandora berupaya mengunjungi ruang berkumpul khalayaknya dan membangun budaya menonton teater sebagai bagian dari budaya populer; mementahkan tuduhan “kuno dan membosankan” yang masih melekat pada teater di kalangan anak muda Indonesia.

Dengan demikian, penonton bisa menikmati pertunjukan teater sembari minum kopi dengan santai. Karena memang teater merupakan pengalaman kolektif yang melakukan aktivasi ruang publik.

Gagasan itu dibawakan dalam produksi ke-15 Teater Pandora berjudul “K.” di Kedai Kopi Publichood Coffee and Roastery, Ruang 48 dengan dukungan Bumi Laut Group pada 27 Juli 2019.

Pementasan ini menghadirkan penyanderaan bersenjata dalam sebuah kedai kopi yang dikepung oleh aparat kepolisian.

Penonton dilibatkan dalam kehebohan massal yang terjadi, berperan sebagai pihak media ataupun warganet (netizen) yang mewartakan satu kejadian luar biasa.

Tentang Teater Pandora

Teater Pandora adalah teater independen yang didirikan oleh alumni dan mahasiswa Universitas Indonesia dari berbagai fakultas pada tahun 2014.

Melepaskan diri dari label teater kampus menjadi teater mandiri, Teater Pandora mengedepankan semangat generasi muda untuk secara serius berkarya dan mendedikasikan diri bagi kemajuan seni pertunjukan Indonesia.

Teater Pandora merupakan jalan tengah antara teater sebagai produk kebudayaan-kesenian dan teater sebagai produk industri.

Melalui manajemen produksi yang profesional dan proses latihan yang menekankan pada prinsip disiplin dan kekeluargaan, Teater Pandora telah menjadi tempat interaksi bagi para insan seni yang unggul dan beragam, sehingga pertunjukan yang berkualitas mampu dihadirkan.

Sumber: tempo.co, tribunnews.com, today.line.me

Baca Juga

Pematung Dolorosa Sinaga Jadi Direktur Artistik Jakarta Biennale 2020

Portal Teater - Pameran seni kontemporer Jakarta Biennale kembali menyapa warga kota Jakarta tahun ini. Diadakan tiap dua tahun sekali untuk "membaca" identitas kota...

Bamsoet Ajak Milenial Nonton “Panembahan Reso” Mahakarya Rendra

Portal Teater - Masterpiece dramawan WS Rendra, "Panembahan Reso", akan dipentaskan ulang oleh kolaborasi GenPI.Co, JPNN.Com, Ken Zuraida, dan BWCF Society. Lakon yang menjadi buah...

Deal! Hilmar Farid Jawab Keresahan Pelaku Seni dan Budaya

Portal Teater - Penghapusan Direktorat Kesenian dari struktur Direktorat Kebudayaan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim awal tahun ini memunculkan polemik di kalangan...

Terkini

“Anak Garuda”, Sebuah Inspirasi Merawat Mimpi

Portal Teater - "Anak Garuda", sebuh film yang diproduksi Butterfly Pictures telah resmi tayang perdana di seluruh bioskop di tanah air pada Kamis (16/1)...

Pematung Dolorosa Sinaga Jadi Direktur Artistik Jakarta Biennale 2020

Portal Teater - Pameran seni kontemporer Jakarta Biennale kembali menyapa warga kota Jakarta tahun ini. Diadakan tiap dua tahun sekali untuk "membaca" identitas kota...

“Senjakala” Kritik Seni di Era Digital

Portal Teater - Komite Seni Rupa Dewan Kesenian (DKJ) telah sukses menggelar pameran "Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)" di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki,...

Mengomentari Sanento Yuliman Hari Ini

Portal Teater - Saya bukan seorang seniman, tetapi sangat menikmati tulisan-tulisan Sanento Yuliman. Dia menulis untuk dipahami orang seperti sebuah tanggung jawab. Dia tidak...

Memaknai Medium dalam Konteks Praktik Seni Kontemporer Lintas/Nir-Medium

Portal Teater - Seni kontemporer hari-hari ini acap kali bergerak sedemikian bebas dari satu bentuk ke bentuk lain, dari satu praktik ke praktik lain, dari...