Sambut Imlek, Mahasiswa UNJ Pentaskan Seni dan Budaya Tionghoa

Portal Teater – Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Sabtu (25/1) akhir pekan ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Jakarta menggelar pertunjukan seni dan budaya Tionghoa di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Pertunjukan yang juga dipersembahkan untuk mengapresiasi kebudayaan Tionghoa yang telah lama hidup dan berkembang di Indonesia ini akan diadakan pada Rabu (22/1), mulai pukul 14.00 WIB, di Auditorium Museum Nasional.

“Kita ingin pentas ini jadi acara untuk menyambut Imlek di tanggal 25 (Januari),” ujar Agretio Agustian, pimpinan produksi pertunjukan, Sabtu (18/1).

Agretio menambahkan, pentas drama musikal berlatar budaya Tionghoa ini sekaligus merupakan bagian dari ujian akhir mata kuliah Pengantar Kebudayaan dan Kesusastraan Cina (angkatan 2018) dan Estetika Bahasa dan Seni (angkatan 2015 dan 2016).

“Kebetulan kedua mata kuliah tersebut ujian akhirnya membuat sebuah drama berbahasa Mandarin, maka itu lahirlah pentas ini,” terangnya.

Lebih lanjut, mahasiswa jurusan Bahasa Mandarin itu mengatakan, pertunjukan drama yang melibatkan mahasiswa periode 2015 hingga 2019 ini telah dipersiapkan lebih dari sebulan lalu.

Meski menyertakan mahasiswa dari lima angkatan berbeda, namun hanya tiga angkatan yang akan mementaskan karya seni Tionghoa tersebut, yaitu angkatan 2015, 2016 dan 2018.

“Untuk angkatan 2019 dan 2017, mereka hanya mengisi penampilan pembuka acara,” imbuhnya.

Lewat pementasan publik ini, Agretio berharap semakin banyak orang yang tidak hanya asal muasal Tahun Baru Imlek, tapi lebih jauh mengenal dan memahami kebudayaan dan kesenian Tionghoa, yang sejak lama hidup dan ikut membentuk tradisi kebudayaan di Indonesia.

Selain itu, mahasiswa semester VII itu pun berharap, gelaran ini membuka cakrawala publik untuk terus mengapresiasi kebudayaan Tionghoa yang tidak kalah penting dengan kebudayaan lokal Indonesia lainnya.

“Apalagi budaya Tionghoa lokal yang sudah terakulturasi dengan budaya Indonesia. Semua hal tersebut sama sama harus dilestarikan dan dijaga,” pungkasnya.

Kita patut mengakui, kendati bukan khas budaya Indonsia, seni pertunjukan Tionghoa berupa pentas keliling yang memiliki unsur keragaman budaya mulai dari bahasa, musik pengiring, cara bertutur, seni gerak dan tubuh telah mewarnai kesenian Indonesia sejak abad ke-19.

Dari beberapa dokumen yang tercatat, pertunjukan opera dan sandiwara pada masa lalu banyak diinisiasi oleh kebudayaan dan seniman lokal etnis Tionghoa.

Mahasiswa Prodi Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta gelar pementasan drama musikal menyambut Tahun Baru Imlek 2020. -Dok. Agretio Agustian.
Mahasiswa Prodi Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta gelar pementasan drama musikal menyambut Tahun Baru Imlek 2020. -Dok. Agretio Agustian.

Pentas Tiga Drama

Agretio menjelaskan, ada tiga naskah drama berlatar budaya Tionghoa yang bakal dipentaskan dalam momentum ini. Ketiganya yakni: “Legenda Qi Xiannü”, “Legenda Sepasang Kekasih Kupu-kupu” dan “Asal-usul Tahun Baru Imlek”.

“Legenda Qi Xiannü” disutradarai Adiba Rahma Izzati. Drama ini bercerita tentang kisah percintaan seorang peri bernama Qi Xiannü dengan seorang lelaki yang berdiam di bumi, Dong Yong namanya.

Demi cintanya kepada sang pujaan hati, sang peri kabur dari surga dan menjalin kisah pernikahan dengan Dong Yong. Dari pernikahan itu, mereka dikarunia seorang anak.

Kaburnya Qi Xiannü dari surga tanpa diketahui siapapun; ia melakukannya secara diam-diam. Tak disangka rahasia itu terkuak dan Dewa Langit dengan murka memaksa Qi Xiannü kembali ke surga.

Ditinggal pergi sang istri, Dong Yong tetap melanjutkan hidup bersama putra kesayangannya. Siapa ibu dari anaknya tetap menjadi rahasia.

Dalam lingkungan pergaulan, anaknya pun diejek karena dilahirkan tanpa memiliki ibu biologis. Akhirnya, anak ajaib itu bertemu seorang kakek tua yang menuntun ia pada jawaban atas pertanyaannya selama ini.

Drama ini dimainkan oleh Raden Ayu Raesya M.Z. (Qi Xiannü), Peter Perdana (Dong Yong), Linkar Bunga Desember (Anak Dong Yong), Ardianti Putri Utami (Kakak Qi Xiannü), Shafa Fatharani dan Putri Ananda Pangestu (Teman-teman Anak Dong Yong), dan Raditha Rizki Damayanti (Kakek Tua), dengan narator Adiba Rahma Izzati.

Drama kedua berjudul “Legenda Sepasang Kekasih Kupu-kupu” disutradarai Angelica Maria. Drama ini berkisah tentang Zhu Yingtai melawan keras peraturan yang melarang bahwa hanya laki-laki saja yang boleh bersekolah.

Sebagai gadis yang kuat, ia nekat menyamar menjadi seorang laki-laki dan membujuk ayahnya agar diizinkan menyamar.

Penyamarannya mungkin berhasil untuk membuatnya tampak seperti lelaki namun tak bisa dipungkiri bahwa Zhu Yingtai tetaplah perempuan yang bisa jatuh cinta dengan laki-laki.

Bersahabat dengan Liang Shanbo membuat Zhu Yingtai jatuh hati dan tak bisa terus menutupi identitasnya. Namun nasib nahas membuat Zhu Yingtai harus menerima kepahitan sebab dunia ini bukan tempat mereka untuk bisa bersatu.

Drama ini dimainkan oleh Adiba Rahma Izzati dan Gloria Febiola (Zhu Yingtai), Rizki Dewanto (Liang Shanbo), Leila Azzahra (Pembantu), Anindya Azzahra (Ayah), Sifa Wardani Rayuddin (Ibu), dan Sylvia Hildayanti (Guru), dengan narator Angelica Maria.

Dalam drama ketiga, “Asal-usul Tahun Baru Imlek”, disutradarai Agretio Agustian yang juga adalah penulis naskah karya ini.

Drama ini menceritakan tentang asal-usul Tahun Baru Imlek China. Diawali dengan permainan petak oleh umpet Xiao Zhang dan Xiao Wang yang sangat mengasyikan hingga hari mulai gelap.

Namun tiba-tiba keasyikan itu berubah menjadi musibah yang meregang nyawa di antara mereka, ketika seekor monster bernama Nian menerkam salah satu dari mereka.

Warga desa pun takut terhadap monster buas itu. Beragam strategi dipakai untuk mengusir sang monster bengis.

Namun siapakah monster itu? Lalu, apa hubungan kisah ini dengan asal mula Tahun Baru Imlek? Temukan jawaban dalam drama yang memadukan teater, musik dan tari ini!

Adapun para tokoh drama tersebut, antara lain: Xiao Wang (Deaneira Cantika Islami), Xiao Zhang (Agretio Agustian), Xiao Li (Nurul Hanifah), Monster Nian (Arief Rifki Fadillah), Kepala Desa (Prayoga Mahaputra Wardi), Ibu Xiao Zhen (Annida Mauliddina), Ibu Xiao Li (Sarah Rizgi Ameilia), Xiao Zhen (Resma Nur Anggrini), Ayah Xiao Wang (Haikhal Hafiz), Ayah Xiao Zhang (Ahmad Fadhila), Pendeta (Miguel Angelo Jonathan), Pengemis Tua (Rullin Aulia Fatma).

Sementara itu, Marlina Yaskurnia Sari bertindak sebagai Narator Bahasa Mandarin, dan Dwi Annisa Ramadhanty sebagai Narator Bahasa Indonesia.

Paduan tari akan dibawakan oleh Delsy Aulia, Zulfa Afifah, Jihan Maharani dan Dewi Tania. Sementara di bagian musik ada Dwi Annisa Ramadhanty, Magry Novdelia, Alvin Kurnia, dan Riyadh Abdurrahman.

Untuk diketahui, Tahun Baru Imlek China 2020 memiliki shio Tikus. Shio ini sama dengan shio hewan yang jatuh pada 19 Februari 1996 dan 7 Februari 2008.*

Baca Juga

Nara Teater: Bertumbuh dalam Ekosistem yang Buntung

Portal Teater - Ketika Gedung Graha Bhakti Budaya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, dirubuhkan, banyak yang risau soal geliat dan ekosistem kesenian dan...

Digitalisasi Arsip Dewan Kesenian Jakarta Terkendala

Portal Teater - Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menyimpan banyak arsip dan koleksi seni berupa kertas (kliping koran, poster, naskah drama/teater), foto, lukisan, buku dan...

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...

Terkini

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...

Taman Ismail Marzuki Baru dan Ekosistem Kesenian Jakarta

Portal Teater - Pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) Baru memasuki tahap pembongkaran fisik bangunan di kawasan TIM Jakarta. Karena komunikasi publik dari pihak Pemerintah Provinsi...

Perjalanan Spiritual Radhar Panca Dahana dalam “LaluKau”

Portal Teater - Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana (RPD) akhirnya kembali ke panggung teater setelah lama tak sua karena didera kondisi kesehatan yang...

Perkuat Ekosistem Seni Kota Makassar, Kala Teater Gelar Aneka Program

Portal Teater - Sejak terbentuk pada Februari 2006, Kala Teater cukup dikenal sebagai salah satu grup teater yang memiliki sistem manajemen yang solid. Dengan sekitar...

“the last Ideal Paradise”, Site-Specific Claudia Bosse untuk Indonesia

Portal Teater - Koreografer terkemuka Claudia Bosse berkolaborasi dengan seniman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Lampung akan menghadirkan karya site-specific mengenai terorisme, teritori,...