Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater – Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian baru, setelah hanya empat bulan menyebar sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, China.

Laporan Worldometers pada Jumat (3/4) pukul 10.20 WIB menyebutkan bahwa Corona telah menyebar di 204 negara di dunia. Kurang dari 30 negara masih bebas dari virus ini.

Total kasus terkonfirmasi Corona saat ini sebanyak 1.015.675 orang. Ada 749.483 orang yang terinfeksi dengan 711.831 pasien gejala ringan dan 37.652 kritis.

Sebanyak 53.201 orang (20%) dilaporkan meninggal dunia akibat Corona. Ada 212.991 pasien diantaranya (80%) dinyatakan sembuh atau pulih.

Virus Corona telah menimbulkan kepanikan global di tengah ketidaksiapan negara-negara, seperti Italia dan Spanyol, termasuk Indonesia, menghadapi wabah ini.

Virus SARS pernah memukul sekitar 8.000 penduduk pada tahun 2003 di Asia. Namun Corona datang dengan cara yang sulit terdeteksi. Ia diketahui cepat menular dan menyebar lebih cepat dari yang pernah dibayangkan.

Bahkan virus ini diprediksi telah menginfeksi jauh lebih besar dari yang dilaporkan saat ini jika masing-masing negara membuka data pasien secara publik.

China sebagai episentrum pertama virus ini kini mulai menunjukkan perlambatan. Pada Jumat (3/4) pagi, negara komunis itu menemukan 31 kasus baru dan 4 kematian baru.

Sementara Amerika Serikat, Italia, Spanyol, dan negara-negara Barat lainnya angkanya terus melonjak; dari ratusan hingga ribuan kasus baru tiap hari.

AS hari ini mencatat ada 245.088 kasus dengan 6.075 kematian dan 10.403 sembuh. Italia mengikuti AS dengan 115.242 kasus, lalu Spanyol dengan 112.065 kasus dan Jerman dengan 84.794 kasus. China berada di posisi ke-5 dengan 81.620 kasus.

Sementara Indonesia berada di urutan ke-38 dari daftar negara-negara terpapar Corona, dengan 1.790 kasus, 170 kematian dan 112 sembuh.

Data perkembangan virus Corona di Indonesia terbaru. -Dok. bbc.com
Data perkembangan virus Corona di Indonesia terbaru. -Dok. bbc.com

Memukul Kinerja Ekonomi

Dengan krisis kesehatan ini maka diperkirakan akan juga memukul kinerja perekonomian tiap negara. Lembaga Keuangan Internasional (IMF) telah mengatakan bahwa ekonomi dunia akan mengalami pertumbuhan negatif.

Sementara Bloomberg pada Jumat (3/4) mengatakan bahwa ekonomi global diperkirakan akan menyusut 2% pada paruh pertama tahun 2020.

Aktivitas bisnis terhenti di banyak sektor, dengan prediksi tingkat pengangguran melonjak di negara-negara dunia. Angka pengangguran AS melonjak sebesar 30%.

India sebagai negara berkembang dengan populasi 1,3 miliar adalah salah satu negara yang langsung merasakan dampak corona.

Setelah pemerintah India menetapkan status lockdown, banyak warganya yang menganggur dan melakukan aksi di mana-mana. Sementara di Pakistan, para ulama menolak lockdown karena ketakutan pada distabilitas negara.

Indonesia merupakan berkembang yang cukup hati-hati dan penuh pertimbangan untuk menerapkan lockdown sebagaimana anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Diketahui, Indonesia melaporkan kasus pertama kali pada 2 Maret 2020 melalui pengumuman langung dari Presiden Joko Widodo di sebuah stasiun TV.

Di bawah tekanan massa dan elit politik, Presiden Jokowi, sebagai representasi presiden populis yang amat memperhatikan nasib rakyat, berjuang keras merevisi berbagai kebijakan agar tidak serta merta melakukan lockdown.

Melewati pelbagai diskusi dan penilaian, Jokowi akhirnya mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial skala besar dan karantina kesehatan. Pemerintah menggelontorkan dana sebanyak Rp405,1 triliun untuk menyokong ekonomi rakyat kecil dan miskin.

Sebuah angka yang boleh dibilang sangat fantastik mengingat hampir seperempat dari total APBN 2020 dialokasikan sebagai jaring pengaman sosial dan ekonomi akibat Corona. Angka ini setara dana untuk pembangunan ibukota baru.

Asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3% dinilai akan terjun bebas jika krisis kesehatan ini tidak segera pulih hinggap paruh pertama tahun 2020.

Diketahui, target pendapatan negara tahun 2020 sebesar Rp2.233,2 triliun dan belanja negara senilai Rp2.540,4 triliun. Indonesia mengalami defisit sebesar Rp307,2 triliun.

Dengan ini, perekonomian Indonesia akan terpukul di tengah ketikdakpastian ekonomi global akibat Corona. Perubahan harga minyak mentah dan lifting gas akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan, dalam skenario terburuk, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 negatif sebesar 0,4%, atau 2,3% di angka optimis.

Dana Talangan

Di AS, Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang paket stimulus US$2 triliun yang menyediakan sekitar US$500 miliar pinjaman dan bantuan lain untuk perusahaan besar, termasuk $ 62 miliar untuk sektor maskapai penerbangan.

Sementara warga yang berpenghasilan menengah dan rendah dijanjikan pembayaran langsung sementara rumah sakit dijadwalkan menerima bantuan US$117 miliar.

Perancis dan Jerman memompa miliaran ke dalam memperkuat ekonomi mereka dan menjaga perusahaan tetap bertahan, setelah adanya kebijakan lockdown.

Prancis menggelontorkan 45 miliar Euro (setara Rp765 triliun), sedangkan Jerman mengalokasikan 40 miliar Euro (setara Rp680 triliun).

Sementara para menteri keuangan Uni Eropa membahas menggunakan Mekanisme Stabilitas Eropa senilai 410 miliar Euro (US$448 miliar) untuk mengantisipasi Corona.

Negara tetangga Indonesia, Singapura, menggelontorkan S$54,4 miliar atau 10,9% PDB untuk anggaran penanganan Corona. Sementara Australia mengeluarkan A$189 miliar atau setara 9,7% PDB untuk tangani Corona.

Italia sebagai negara yang paling parah mengalokasikan anggaran sebesar 25 miliar Euro atau 1,4 % PDB untuk memulihkan perekonomiannya. Begitu juga dengan Malaysia sebesar RM6 miliar dan Korea Selatan sebesar KRW16 triliun.

Para ahli kesehatan mengatakan bahwa bahkan setelah negara-negara memberantas wabah ini, masih kemungkinan akan kembali datang dalam gelombang-gelombang selanjutnya, seperti pandemi flu tahun 1918.

Sebab kenyataan mengatakan bahwa sekelompok besar orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali, dengan kata lain terlihat sehat.

Ini memungkinkan terjadinya penyebaran virus ke orang lain, sebagai gelombang kedua, ketika orang-orang akan kehilangan kontrol setelah wabah ini mereda.*

Baca Juga

Update Corona 29 Mei: Kasus Baru Turun Tipis, Total 25.216 Positif

Portal Teater - Kasus baru virus corona turun tipis pada Jumat (29/5) sebanyak 678 kasus dari sebelumnya 687 kasus. Dengan demikian, menurut juru bicara Achmad...

Sekali Dayung Dua-Tiga Pulau Terlampaui

Portal Teater - Pukulan misterius virus corona telah memporak-porandakan "sistem politik, ekonomi, dan budaya negara-negara", meminjam istilah yang diperkenalkan Harari beberapa waktu lalu. Tidak ada...

“Dini Ditu” Teater Kalangan: Menjahit Publik di Ruang Digital

Portal Teater - Kehadiran pandemi virus corona barangkali tak pernah dipikirkan atau diramalkan, meski ada teori konspirasi yang menyeruak belakangan bahwa Bill Gates telah...

Terkini

Silang-Sengkarut “New Normal”

Portal Teater - Sejak beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo telah mendengungkan wacana pemberlakukan "new normal", atau yang menurut ahli Bahasa Indonesia sebut sebagai...

“Dini Ditu” Teater Kalangan: Menjahit Publik di Ruang Digital

Portal Teater - Kehadiran pandemi virus corona barangkali tak pernah dipikirkan atau diramalkan, meski ada teori konspirasi yang menyeruak belakangan bahwa Bill Gates telah...

Teater di Ruang Digital

Portal Teater - Bencana bukan alam sedang menghinggapi sebagian besar negara di dunia dan Indonesia termasuk kebagian. Wabah yang disebut Covid-19 sedang bergentayangan dan belum...

Rencana Reaktivasi Pembelajaran Ditolak

Portal Teater - Dunia pendidikan menjadi salah sektor yang ikut terpukul oleh pandemi virus corona. Di Indonesia, seluruh kegiatan pembelajaran dihentikan dan dilakukan secara...

Update Corona 29 Mei: Kasus Baru Turun Tipis, Total 25.216 Positif

Portal Teater - Kasus baru virus corona turun tipis pada Jumat (29/5) sebanyak 678 kasus dari sebelumnya 687 kasus. Dengan demikian, menurut juru bicara Achmad...