“Scavenging Stories” dan Kertas-Kertas yang Bernilai

Portal Teater – Tujuh perupa milenial ibukota berunjuk gigi pada pameran bertajuk “Scavenging Stories” di Galerikertas Studiohanafi Depok, Jawa Barat. Ketujuh seniman muda itu merupakan hasil racikan seniman senior Rob Pearce setelah mereka mengikuti workshop kertas pada 11-15 Mei 2019.

Dalam workshop kala itu, Rob Pearce berbagi pengalaman proses berkarya dan mempraktikkan cara berkaryanya kepada tujuh perupa muda terpilih. Mereka antara lain: Ando, Brilian A. Pratama, Calvyn Perdana, Edo Makarim, Gustar Brata, Miftahul Khoir, dan M. Ajis.

Dalam pameran kali ini, mereka berbagi pengalaman bagaimana mereka memilih medium-medium yang dibutuhkan selama lokakarya, yaitu medium bekas dari kertas seperti karton bekas, spanduk bekas, poster bekas, dan buku bekas untuk kemudian diolah sedemikian rupa menjadi karya seni rupa.

Ando, misalnya, melalui kertas-kertas ia menyulapnya menjadi sebuah lukisan berjudul “Dari Dia Untuk Diriku” (122 cm x 122cm). Dalam lukisan itu ia ingin menceritakan tentang seorang ibu yang selalu mendoakan anaknya di setiap sujud syukur-Nya kepada yang Maha Kuasa; doa-doa yang diberikan setiap hari mendoakan anak-Nya agar bisa mendapatkan impian dan cita-cita.

Kemudian, dalam karyanya yang kedua, “Angin-Angin Senja” (75,5cm x 65 cm) di atas kertas tripleks aclyric dan cans spray, Ando juga ingin menceritakan tentang angin-angin yang selalu ada di setiap keberadaanya.

“Ketika saya pendidikan merasakan angin-angin di bawah pohon di waktu senja, waktu saya mengeluarkan keringat untuk menata dunia, saya merasakan angin-angin dan mulailah senja”.

Dalam permenunganya tentang kertas, Ando mengungkapkan bahwa material kertas merupakan sesuatu yang esensial bagi kehidupan manusia, termasuk untuk dirinya. Di mana-mana dan kapanpun, pasti kita menemukan dan menjumpai adanya kertas. Lalu, apa sebenarnya kertas itu.

Ando kemudian mencoba mengubah material kertas menjadi sesuatu yang pantas mendapat sentuhan artistik dan estetika kesenian. Kertas-kertas itu lalu ditumpahkannya menjadi dasar dari karya, berikut beberapa judul untuk karyanya.

Dia bercerita, ketika bersekolah di suatu universitas di Jakarta, kertas-kertas itu berisikan informasi tentang skripsi saya dan beberapa materi mata kuliah. Selain itu juga ada tumpukan kertas lainnya yang merupakan hasil dari kerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor, mulai dari laporan harian sampai ke materi pertemuan tiap minggu.

“Kertas-kertas itu merupakan perjalanan hidup saya selama beberapa tahun belakangan, mulai dari saya sekolah sampai ke dunia kerja,” ungkapnya.

Demikian pula Ajis dan Gustar. Ajis pandai memanfaatkan benda-benda bekas yang sudah tidak terpakai, ia kemudian mentransformasi menjadi benda yang bernilai seni. Dalam karya itu, Ajis menggabungkan hal-hal bernilai dari setiap benda tak terpakai menjadi nilai dan cerita yang baru.

Sementara temannya Gustar membuat karyanya berangkat dari pengalaman berimajinasi yang diciptakan dari tiap lembar kertas.

Lain halnya dengan Khoir. Karyanya terinspirasi oleh kemacetan. Banyak hal yang tiba-tiba keluar dari pikirannya ketika mengalami kemacetan, seperti permasalahan sosial, sifat para pengendara, dan bayangan yang muncul di badan mobil ketika terkena lampu motor, lampu jalan, bayangan orang, bayangan tanaman dan benda-benda yang ada di sekeliling mobil tersebut yang membuat refleksi unik di bentuk mobil.

Baginya, kemacetan telah menjadi sebuah fenomena sosial baru yang berkembang begitu cepat akhir-akhir ini. Ia tidak hanya ditemukan di kota-kota besar, tetapi sekarang hampir di seluruh daerah Jawa mengalami kemacetan.

“Tidak jarang juga saya menemukan banyak ide ketika melamun di kemacetan, seperti membuat judul karya, judul skripsi dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

Calvyn pun menceritakan latar yang sama seperti Khoir. Dalam pembuatan karyanya, ia terinspirasi oleh fakta kemacetan. Bagi Calvyn, banyak hal terjadi saat kemacetan: mulai dari bosan karena melihat mobil-mobil yang sama berulang ulang kali, mobil-mobil besar maupun kecil, selain itu pula aku merasakan panas, polusi, juga merasakan keresahan orang-orang di sekitar entah lewat mimik maupun gerutuan mereka.

Namun, ketika kita melakukan perjalanan, pasti ada hal yang menyenangkan atau menenangkan yang akan kita tuju, walaupun kita melalui jalan yang kita tidak suka. Sebab di ujung jalan itu pasti akan ada hal yang menyenangkan ataupun menenangkan menunggu.

Bawep lain lagi. Dalam karyanya berjudul “The Wall”, ia membayangkan bisakah tembok-tembok di sekitar kita menjadi tempat untuk kita bermain, seperti mereka yang bermain dengan menempelkan poster baliho reklame yang tidak terkirakan banyaknya.

Kemudian, dalam karyanya yang kedua berjudul “Nggloyor”, Bawep mengadopsi istilah pemuda Arum Jeram (mengikuti arus)  pada saat ber-Arum jeram. Barangkali ia terinspirasi ketika bermain-main Arum Jeram di Dunia Fantasi Ancol, Jakarta.

Akhirnya, ada Edo Makarim yang mengangkat karya-karyanya dari hasil eksplorasi dan permenungannya tentang kopi. Melalui karyanya “Diorama Kopi”, Edo bercerita tentang kopi sebagai teman perjalanan hidupnya sejak masa kecil hingga ia menjadi seniman.

Baca Juga

Presiden Jokowi Tetapkan Pembatasan Skala Besar

Portal Teater - Setelah melewati pelbagai pertimbangan, Presiden Joko Widodo akhirnya secara resmi menetapkan pembatasan sosial berskala besar untuk menekan laju penyebaran dan pertumbuhan...

Kasus Corona Masih Fluktuatif, Ratusan Bioskop di China Kembali Ditutup

Portal Teater - Menyusul kembali meningginya penemuan pasien terkonfirmasi virus Corona akhir pekan lalu, otoritas China meminta pelaku industri bioskop untuk menutup kembali lebih...

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...

Terkini

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Intelijen AS Sebut China Sembunyikan Data Covid-19

Portal Teater - Intelijen Amerika Serikat dalam sebuah laporan rahasia mengatakan bahwa pemerintah China telah menyembunyikan data penyebaran virus Corona di negara itu, terutama...

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...