Agustus 17, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Sebuah re-post-mortem akan mengubah plot kematian Brigadir J

Rabu, 27 Juli 2022 – 07:39 WIB

Viva Nasional – Komjen Bol (purn), mantan Kepala Bareskrim Polri Susno Dwadji Menilai proses penggalian atau penggalian jenazah yang terkubur dan post-mortem Brigjen Nofriansya Yoshua Hudabarat atau Brigadir J Mengungkap penyebab kematian Brigadir J sangat penting.

Menurut Susno, pemeriksaan post-mortem dan post-mortem yang dilakukan pagi ini di RS Sungai Pahar Jambi, akan menentukan penyebab kematian Brigjen J yang awalnya dinyatakan meninggal dunia. Penembakan di rumah Inspektur Jenderal Ferdie Sambo, Penjabat Kepala Divisi Kepolisian Brobham.

“Nanti akan ditentukan cerita atau kasusnya berubah atau tidak. Nah, kasus ini kasus tembak-menembak. Lalu kasus pencabulan? Apakah kasus pelecehan seksual? Jadi akan berubah tergantung hasil. Pilihannya, kata Susno dalam wawancara di tvOne pada Selasa malam 27 Juli 2022.

Samuel Hudabarat digantikan oleh putranya Brigadir J.

Foto:

  • VIVA/ Syarifuddin Nasution.

Sejak awal, Suzno menganggap kasus kematian Brigadir J akan mudah terungkap. Tidak perlu ada komite khusus seperti Presiden, Menko Polhukam, dan Inspektur Jenderal Polri untuk turun tangan.

“Kenapa saya bilang berkali-kali, crime green dimana kacanya mati, jejak siapa yang ditembak jelas setuju, barang bukti senjatanya juga sudah diketahui, handphonenya jelas, yang mati itu CCTV. Dan yang jelas ada pelurunya, ada proyektilnya, ada darahnya, ada yang luka-luka dan itu tergantung hasil visanya, jadi ceritanya jelas,” ujarnya.

Namun Susno memaklumi kasus Brigjen J seharusnya mudah namun lambat diselesaikan karena tidak hanya kendala teknis tapi juga psikologis. Pasalnya, TKP di rumah jenderal polisi, istri jenderal, asisten sopir terlibat.