Agustus 17, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Sementara rakyat Iran hidup berdampingan secara damai dengan perbedaan agama dan sekolah… Page All

Jakarta, KOMPAS.com – Republik Islam Iran Ini memiliki populasi lebih dari 85 juta.

Sebagian besar penduduk Iran adalah Muslim. Di sana, 99,4 persen dari total penduduk adalah penganut berbagai aliran pemikiran Islam.

Iran juga tercatat sebagai negara Muslim terbesar ke-7 di dunia.

Baca selengkapnya: Menunggu kabar baik tentang ekspor gandum Ukraina yang dibahas oleh Putin dan Erdogan di Iran

Berdasarkan data resmi pemerintah Republik Islam Iran8 hingga 10 persen penduduk negara itu beragama Ahlussunnah wal JamaahBerisi bagian HanafiHanbali, Syafi’i, dan Maliki.

Mereka tinggal di berbagai provinsi Iran, termasuk Kurdistan, Azerbaijan Barat, Sistan dan Baluchistan, Golestan, Khorasan Selatan, Khorasan Razavi, Hormuzkan, Provinsi Kerman Selatan.

Sebenarnya, pengikut Aliran Ahlussunnah wal Jamaah Juga ditemukan di daerah lain. Ini mencakup provinsi Gilan, Qalqal, Ardabil, Fars, dan kota Talesh, yang secara historis merupakan rumah bagi komunitas Iran dari jamaah Ahlussunnah Wal.

Sepanjang sejarah berdirinya negara itu, umat mazhab Ahlussunnah wal Jamaah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Iran.

Mereka berperan dan menentukan nasibnya sendiri, melindungi bangsa dan negara, serta memajukan Iran di berbagai dimensi dan di kancah internasional.

Hidup berdampingan dengan damai

Meskipun ada bagian, berdasarkan Pasal 12 Konstitusi Republik Islam Iran Syiah menjadi sekte resmi negara, tetapi hak dan kebebasan penganut sekte Islam lain (Hanafi, Syi’ah, Maliki dan Hanbali) tetap dijamin dan dilindungi undang-undang.

Baca selengkapnya: Putin mengunjungi Iran, AS: Lihat betapa terisolasinya Rusia sekarang

Mereka dapat menjalankan ritual keagamaannya dengan hormat sesuai dengan fiqhnya masing-masing.

Juga berdasarkan Pasal 19 dan 20 Hukum Nasional Iran.

Peraturan tersebut menegaskan bahwa semua hak asasi manusia (HAM) berdasarkan nilai-nilai Islam, politik, ekonomi, sosial dan budaya dihormati dan diterapkan pada mereka yang mengikuti mazhab Ahlussunnah wal Jama’ah.

READ  Sebagai pembalasan, pasukan selatan Ukraina mengebom pangkalan militer Rusia

Hal tersebut dijelaskan dalam keterangan tertulis yang dikirimkan kepada Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia Kompas.comKamis (28/7/2022), Republik Islam Iran telah menunjukkan rasa hormat dan kebebasan dalam kegiatan sosial, agama, budaya dan kegiatan komunitas pemeluk agama lain sejak didirikan melalui referendum pada tahun 1979 hingga saat ini. Divisi.

Salah satu contoh nyata adalah peningkatan signifikan jumlah masjid Sunni di Iran. Ini adalah hasil dari komunitas Sunni Iran yang dilindungi oleh hukum negara.

Saat ini jumlah masjid Sunni di Iran telah mencapai 17.148 masjid yang tersebar di berbagai kota dan wilayah. Dengan kata lain, ada satu masjid untuk setiap 500 pengikut sekte Sunni di Iran.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Contoh kehidupan damai rakyat Iran di tengah perbedaan

Iran juga telah mendirikan Universitas Internasional Al-Mustafa, di mana lebih dari 50.000 siswa dari 135 negara di dunia mempelajari agama mereka dan sekolah dari berbagai aliran pemikiran Islam.

Begitu juga setelah berdirinya Republik Islam Iran.

Jumlah santri Sunni di Iran meningkat dari 3.000 menjadi 10.000 dan jumlah pesantren Ahlussunnah wal Jama’ meningkat dari 100 menjadi 358 pesantren.

Ditegaskan oleh Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta bahwa untuk melindungi hak-hak sekte minoritas atau pemeluk agama, hukum Republik Islam Iran telah memberikan mereka hak istimewa.

Dalam hal ini, pengikut sekte atau agama minoritas berhak mendapatkan kursi di Parlemen Republik Islam Iran sesuai dengan jumlah suara yang mereka wakili.

Baca selengkapnya: Mengapa mayoritas orang Iran Syiah?

“Saat ini 15 anggota Parlemen Iran tergabung dalam sekte Ahlussunnah Wal Jamaah dan mewakili pengikut sekte ini. Demikian pula ada 3 anggota Dewan Anggota yang memiliki kekuasaan untuk memutuskan dan mengawasi kinerja pemimpin tertinggi Iran. dari sekte Ahlussunnah Wal Jamaah. Mereka dipilih langsung oleh komunitas Sunni di Iran.” Ditulis oleh Kedutaan Besar Iran.

READ  Tak hanya Mi10D, Smart TV Xiaomi juga dibandrol dengan harga Rp7,5 jutaan

Banyak pejabat Iran di berbagai tingkatan disebutkan oleh mereka sebagai pengikut sekte Sunni.

Misalnya, Yang Mulia Ibu Homira Rigi, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Brunei Darussalam. Kemudian, mantan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Vietnam, Yang Mulia Mr. Turut hadir Saleh Adibi dan Laksamana Shahram Irani, Panglima Angkatan Laut Tentara Nasional Iran.

Banyak lagi pejabat dari faksi Ahlussunnah Wal Jamaah dikatakan berada di Iran.

Kedutaan Besar Iran di Indonesia menekankan bahwa Republik Islam Iran selalu mendukung hak dan persatuan umat Islam di kawasan dan dunia.

Salah satu langkah konkrit yang dilakukan Iran untuk tujuan ini adalah mendukung pemenuhan hak-hak warga Palestina Sunni terhadap pendudukan rezim Zionis Israel.

Kedutaan Besar Iran menyatakan bahwa Republik Islam Iran selalu mengadvokasi persatuan di antara berbagai kelompok agama Islam (Syiah dan Sunni) di negara, kawasan, dan dunia.

Oleh karena itu, Iran telah mendirikan dan menyelenggarakan banyak pertemuan, konferensi, dan konferensi dengan semangat memperjuangkan persatuan di antara para sarjana, lembaga, organisasi, organisasi, dan universitas dari berbagai negara Islam.

Contoh dari upaya mulia ini adalah program internasional tahunan “Persatuan Dunia Islam” dan “Pekan Persatuan” yang diselenggarakan oleh Iran dengan partisipasi ulama Syiah dan Sunni paling terkemuka di dunia.

“Persatuan Islam dan hidup berdampingan secara religius dan damai bagi umat Islam telah menjadi prioritas dan perhatian pemerintah, ulama dan masyarakat Republik Islam Iran. Kebijakan ini akan bertahan selamanya di negara kita,” kata Kedutaan Besar Iran di Jakarta.

Baca selengkapnya: Program nuklir Iran disebut sebagai kemajuan pesat

Dapatkan pembaruan berita khusus Dan berita penting Setiap hari dari Kompas.com. Jom join group Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

READ  Hujan Salju di Gurun Sahara, Pakar Jelaskan Penyebabnya