Seniman Sulawesi Selatan Canangkan “2020 Tahun Kesenian”

Merespon isu pengalihfungsian Gedung Kesenian menjadi Sekretariat KNPI.

Portal Teater – Pekan lalu, masyarakat seni Sulawesi Selatan dihebohkan dengan isu pengalihfungsian Gedung Kesenian Societeit Royale de Harmonie menjadi sekretariat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel.

Merespon isu tersebut, pada Senin (6/1) malam, sejumlah pegiat seni yang tergabung dalam Forum Masyarakat Seni (Formasi) Sulsel berkumpul di pusat kesenian Kota Daeng tersebut.

Dalam pertemuan itu, bukannya melayangkan protes atau gugatan, para seniman justru menunjukkan sikap yang sangat positif, yaitu dengan mencanangkan tahun 2020 sebagai tahun kesenian Sulsel.

Mengutip Tribun Timur, pencanangan itu mula-mula digelar lewat aksi longmarch dengan membentangkan spanduk bertuliskan “2020 Tahun Kesenian Sulawesi Selatan”.

Pada akhirnya, spanduk tersebut dipasang di depan Gedung Kesenian. Para pegiat seni pun melanjutkannya dengan berbincang tentang program kesenian tahun ini.

Kordinator Pergerakan Formasi Andi Makmur Burhanuddin mengatakan, pencanangan tahun kesenian itu dilakukan setelah melihat lesunya aktivitas kesenian di Gedung Kesenian Sulsel selama sepuluh tahun terakhir.

“Oleh karena itu di akhir Tahun 2019, kami mengadakan pertemuan-pertemuan untuk mencanangkan gagasan bagaimana di tahun 2020 itu dicanangkan sebagai tahun kesenian,” katanya.

Pencanangan itu digagas setelah para pegiat seni mendapatkan informasi bahwa kabar burung yang beredar tidaklah benar dan Pemerintah Provinsi siap mendukung kerja kesenian di tahun-tahun mendatang.

Pada akhir pekan lalu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah telah memastikan tidak akan memberikan Gedung Kesenian tersebut kepada organisasi manapun untuk kegiatan di luar kesenian.

“Siapa yang kasih, itu hanya isu yang dilempar. Enggak ada yang kasih, itu Gedung (Kesenian Societeit de) Harmonie akan kita rehab untuk para seniman, gedung KNPI ada di Sudiang,” tegasnya, Sabtu (4/1), melansir tribunnews.com.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. -Dok. ist.
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. -Dok. ist.

Langgar Kode Etik Sosial

Sebelumnya dikabarkan adanya keinginan KNPI berkantor di Gedung Kesenian Societeit de Harmonie. Namun niat tersebut serta merta ditolak oleh komunitas seniman dan budayawan Sulsel.

Penolakan tersebut cukup beralasan karena secara moral kegiatan politik di dalam pusat kesenian yang menjadi milik publik akan menciderai kerja seniman dan masyarakat pengapresiasi karya seni.

Makassar Arts Forum dengan tegas menyatakan bahwa jika memang terjadi pengalihdungsian, maka KNPI melanggar kode etik sosial terhadap hidup kemasyarakatan.

“Organisasi KNPI bukanlah organisasi seni budaya dan pada sisi lainnya, organisasi tersebut juga dalam sejarahnya di negeri ini merupakan organisasi pemuda yang berkaitan dengan politik praktis,” kata Halim HD, Founder dan Kurator Makassar Arts Forum, Jumat (3/1).

Seniman yang tergabung dalam Forum Masyarakat Seni (Formasi) membentangkan spanduk bertuliskan "2020 Tahun Kesenian Sulawesi Selatan" di depan Gedung Kesenian Sulsel.-Dok. tribunnews.com
Seniman yang tergabung dalam Forum Masyarakat Seni (Formasi) membentangkan spanduk bertuliskan “2020 Tahun Kesenian Sulawesi Selatan” di depan Gedung Kesenian Sulsel.-Dok. tribunnews.com

Selain itu, lanjut Halim, bilamana KNPI menjalankan aktivitas politik praktis di lingkungan kesenian, maka organisasi tersebut telah melanggar tata caranya sendiri.

“Jika isu yang beredar benar adanya bahwa ada indikasi praktik nepotisme melalui salah seorang pengurus KNPI yang merupakan keluarga gubernur Sulsel, maka, ini tentu merupakan aib yang serius,” ujarnya.*

Baca Juga

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

Sambut Imlek, Mahasiswa UNJ Pentaskan Seni dan Budaya Tionghoa

Portal Teater - Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Sabtu (25/1) akhir pekan ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Bahasa...

Di Antara Metode Penciptaan dan Praktik Kerja Berbasis Riset

Portal Teater - Pada 17-18 Januari 2020, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW) menggelar Ujian Komposisi Koreografi dan Kreativitas Tari Jenjang 3 Jurusan Seni...

Terkini

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Pemerintah Alokasikan Rp1 Triliun Dana Perwalian Kebudayaan 2020

Portal Teater - Pemerintah mengalokasikan Dana Perwalian Kebudayaan bagi pegiat seni budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp1 triliun. Alokasi...

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...