Sepekan Lagi, Ini Agenda Kegiatan Djakarta Teater Platform 2019

Portal Teater – Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) telah menetapakan rundown acara program Djakarta Teater Platform (DTP) 2019 yang bertajuk “Kekuasaan dan Ketakutan”. Susunan acara ini merepresentasikan pertautan makna antara gagasan yang dikurasi oleh Komite Teater tentang model penciptaan karya seni masa kini.

Program DTP 2019 sendiri bakal digelar pada 8-20 Juli mendatang di Gedung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki dan Studio TOM FFTV dan Teater Luwes Institut Kesenian Jakarta.

Menurut Project Officer DTP 2019 Kris Aditya (Adit), acara DTP 2019 kali ini terbagi ke dalam beberapa segmen, antara lain: pameran, Forum Group Discussion (lecture), diskusi, workshop dan pertunjukan.

Adit menjelaskan, even ini akan dibuka secara resmi melalui konferensi pers yang dihadiri oleh Dewan Kesenian Jakarta, Kementrian Komunikasi dan Informatika RI, British Council, Japan Foundation, dan Insitut Kesenian Jakarta, yang dimoderatori langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DKJ Danton Sihombing.

Adit menjelaskan, pameran biasanya diadakan pada pagi hari, yaitu setiap pukul 10.00 WIB, oleh Rebecca Kezia. Pameran ini akan berlangsung selama 7 hari berturut-turut, yaitu dari tanggal 8 sampai dengan 14 Juli 2019.

Kegiatan pameran ini diadakan, selain untuk memberikan warna khusus terhadap kegiatan, juga menjadi objek penting pada DTP 2019, karena Komite Teater serentak akan meluncurkan seri buku “Rawayan”, yaitu sebuah antologi buku yang ingin membaca siklus teks teater sepanjang sejarah, dari dulu hingga saat ini.

“Pameran ini sekaligus juga menjadi momen launching seri buku Komite Teater berjudul “Rawayan”, sebuah antologi pembacaan teks teater,” katanya di Jakarta, Jumat (28/6).

Sementara itu, dari siang hingga sore harinya, akan diadakan diskusi tematik seputar karya kesenian dan biografi penciptaan para seniman partisipan, termasuk Yasuhito Yano (sutradara Theatre Company Shelf) dari Jepang dan  Impermanence Dance Theatre dan Corali Dance Company dari Inggris.

Kemudian, pada tanggal 8 hingga 15 Juli 2019, pada setiap malam hari pukul 20.00 WIB, akan ada pertunjukan oleh beberapa kelompok seniman, antara lain: Impermanence dan lima komunitas teater Indonesia, yaitu: Artery Performa (Underscore Copy Paste Sae), Gema Swaratyagita dan Laring Project (Ngangon Kaedan: Dari Ruang Rahim), Kala Teater (Suara-suara Gelap – Dari Ruang Dapur), Lab Teater Ciputat-Jakarta (Sinopsis TIM 2019+) dan Teater Alamat (Setengah Komplek-X).

Adit juga menguraikan, pada pekan terakhir, yaitu sejak Selasa-Jumat, 16-19 Juli 2019 pada setiap pukul 11.00 WIB, akan ada workshop bertemakan “disabilitas”. Workshop ini akan menghadirkan Corali dan Impermanence dari Inggris, dan GIGI Art of Dance dan Institut Kesenian Jakarta dari Indonesia, berserta Komunitas Disabilitas Jakarta.

“Ini semacam workshop in progress, di mana seni dapat menjadi terapi bagi kaum disabilitas,” ungkapnya.

Corali dan Impermanence dalam kesempatan itu, kata Adit, akan mentransfer pengetahuan tentang bagaimana memproduksi karya seni yang mengangkat kaum disabilitas ke panggung kesenian.

Kedua kelompok seni asal negeri Ratu Elisabeth ini juga masih akan mengisi acara pada puncak kegiatan DTP 2019 (20 Juli) dengan mengadakan diskusi dan showcase kolaborasi bersama dengan GIGI Art Dance dan IKJ di Gedung Teater Luwes IKJ.

“Showcase ini adalah hasil workshop selama 4 hari sebelumnya,” kata Adit. “Bagaimana anak-anak ini diperkenalkan tentang seni. Diharapkan, hasil tersebut dapat dipentaskan dalam momen pertunjukan lain, misalnya. Tapi sejauh ini kita belum tahu bagaimana bentuknya,” imbuhnya.

Program DTP 2019 kemudian baru resmi ditutup pada sore harinya, yaitu pada pukul 18.00 WIB di Teater Luwes IKJ oleh Rektor IKJ.

Platform Terbentuknya Institusi Wacana

Sebagai pelaksana teknis, Adit menilai, rundown acara ini telah melewati metode kurasi yang ketat oleh Komite Teater sebagai programer acara. Apalagi itu berkaitan dengan bagaimana menautkan gagasan dari satu kegiatan dengan kegiatan lainnya menjadi satu gagasan wacana yang menyiratkan konteks pembacaan teks teater masa kini.

“Misalnya, soal mengapa adanya sekian hari diadakan pameran, pertunjukan, dan lain-lain, itu melalui kurasi yang ketat,” ungkapnya.

Agar masyarakat seni tidak ketinggalan membaca kerja seni masa kini, Adit mengaja semua insan dan pencinta seni untuk tidak melewatkan rangkaian acara kesenian bertaraf internasional ini.

Adit melihat, DTP lebih merupakan sebuah platform yang memproduksi banyak institusi wacana, sehingga dengan kehadiran publik, proses penciptaan karya seni di masa depan menjadi lebih baik dan berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Rundown Acara DTP 2019

1. Senin, 8 Juli 2019
10.00: Pameran “Ruang Riuh” oleh Rebecca Kezia di Lobby Graha Bakti Budaya (GBB) TIM
17.00: Konferensi Pers oleh Dewan Kesenian Jakarta, Kementrian Komunikasi dan Informatika RI, British Council,              Japan Foundation, dan Insitut Kesenian Jakarta (moderator: Plt. Ketua DKJ Danton Sihombing) di Lobby                GBB, TIM
19.30: Sambutan oleh DKJ dan Kementrian Komunikasi dan Informatika
20.00 Pertunjukan: “Underscore: Copy Paste Sae” oleh Artery Performa di Gedung GBB TIM
2. Selasa, 9 Juli 2019
10.00: Pameran “Ruang Riuh” oleh Rebecca Kezia
13.30: Diskusi 1, tema Pameran Naskah “Ruang Riuh” oleh Kezia Rebecca, Ganjar Hermansyah Wijaya,                              Mohammad Abe, dan Irfan Paripui (Moderator oleh Agha)
15.30: Diskusi 2 dengan tema Pameran Naskah “Ruang Riuh” oleh Taufik Darwis, Shinta Febriyani, dan Riyadhus              Sholihin (moderator oleh Areispine Dymussaga Miraviori) di Lobby GBB TIM
20.00: Pertunjukan: “Sinopsis TIM 2019+” oleh Lab Teater Ciputat di GBB TIM
3. Rabu, 10 Juli 2019
10.00: Pameran “Ruang Riuh” oleh Rebecca Kezia
14.00: Lecture “Naskah Antigone” bersama Yasuhito Yano (moderator: Rebecca Kezia; penerjemah: Hendy) di                   Lobby GBB TIM
19.00: Diskusi “Biografi Penciptaan” oleh Artery Performa dan Lab Teater Ciputat (moderator oleh Ugeng                            T. Moetidjo) di Lobby GBB TIM
4. Kamis, 11 Juli 2019
10.00: Pameran “Ruang Riuh” oleh Rebecca Kezia
14.00: Workshop “Naskah Antigone” bersama Yasuhito Yano (moderator: Rebecca Kezia; penerjemah: Hendy) di               Lobby GBB TIM
20.00: Pertunjukan 1 “BAAL” oleh Impermanence di GBB TIM
5. Jumat, 12 Juli 2019
10.00: Pameran “Ruang Riuh” oleh Rebecca Kezia
16.00: Lecture “Kajian Willian Shakespeare” oleh Paul Smith dan Ari Jogaiswara (moderator: Akran Tanriwa) di                   Lobby GBB TIM
20.00: Pertunjukan 2 “BAAL” oleh Impermanence di GBB TIM
6. Sabtu, 13 Juli 2019
10.00: Pameran “Ruang Riuh” oleh Rebecca Kezia
16.00: Diskusi “Biografi Penciptaan” oleh Impermanence (Moderator oleh Arkan Tanriwa) di Lobby GBB TIM
20.00: Pertunjukan “Ngangon Kaedan: Dari Ruang Rahim” oleh Gema Swaratyagita dan Laring Project di GBB TIM
7. Minggu, 14 Juli 2019
10.00: Pameran “Ruang Riuh” oleh Rebecca Kezia
16.00: Diskusi “Biografi Penciptaan” oleh Teater Alamat, Kala Teater, Gema Swaratyagita, dan Laring Project                      (moderator: Ugeng T. Moetidjo) di Lobby GBB TIM

20.00: Pertunjukan Setengah Komples-X oleh Teater Alamat di GBB TIM

8. Senin, 15 Juli 2019
16.00: Diskusi “Sharing Dramaturgi” oleh Impermanence bersama Artery Performa, Lab Aktor Ciputat, Teater                    Alamat, Kala Teater, Gema Swaratyagita, dan Laring Project (pengamat: Ugeng T. Moetidjo & Rebecca                    Kezia) di Lobby GBB TIM
20.00: Pertunjukan “Suara-Suara Gelap: Dari Ryuang Dapur” oleh Kala Teater di Gedung Luwes Teater IKJ.
9. Selasa-Jumat, 16 – 19 Juli 2019
11.00 Workshop oleh Corali dan Impermanence bersama penari dari GIGI Art Dance dan IKJ di Studio TOM FFTV            IKJ
10. Sabtu, 20 Juli 2019
15.30: Sambutan oleh Seno Gumira Ajidarma (Rektor Institut Kesenian Jakarta)
15.45: Sharing session dan Showcase oleh Corali Impermanence bersama GIGI Art Dance dan IKJ di Studio TOM               FFTV IKJ di Gedung Teater Luwes IKJ.

*Daniel Deha

Baca Juga

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...

Tandai HUT Ke-30, Teater Gema Gelar Wicara “Filosofi Hidup Berteater”

Portal Teater - Teater Gema baru saja merayakan 30 tahun berdirinya pada Senin (13/1) lalu. Menandai perayaan tersebut, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Terkini

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Pemerintah Alokasikan Rp1 Triliun Dana Perwalian Kebudayaan 2020

Portal Teater - Pemerintah mengalokasikan Dana Perwalian Kebudayaan bagi pegiat seni budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp1 triliun. Alokasi...

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...