Studiohanafi Gelar Pemutaran Tiga Film dari Festival Film 100% Manusia

Portal Teater – Galerikertas Studiohanafi terpilih menjadi salah satu venue yang akan memutarkan film-film pilihan dari Festival Film 100% Manusia. Ajang pemutaran film berlangsung sepanjang 20-29 September 2019.

Festival ini merupakan festival film internasional yang memutar beberapa jenis genre film dari beberapa negara.

Festival Film 100% Manusia bertujuan untuk mempromosikan kesadaran berbagai isu yang berhubungan dengan keberagaman dan fokus pada Hak Asasi Manusia (HAM), gender dan HIV/AIDS, dan isu-isu minoritas lainnya.

Akhir pekan ini, Galerikertas Studiohanafi akan menggelar pemutaran dua film, yaitu “Petualangan Menangkap Petir” dan “Down Swan”, masing-masing pada Sabtu (21/9) dan Minggu (22/9), setiap pukul 19.00 WIB.

Sementara akhir pekan depan, Sabtu (28/9) akan diputar “Beauty and The Dogs”. Pemutaran film ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Selain Galerikertas Studiohanafi (Depok), ada tiga kota lain yang dipilih sebagai tempat pemutaran film dalam festival ini, antara lain di Jakarta, Bekasi, dan Tanggerang.

Adapun lokasi penayangan film adalah sebagai berikut: Jakarta di @America, Kineforum, Institut Francais Indonesia, Istituto Italiano di Cultura, IFI Jakarta, Ruang Selatan, KeKini, Goethe Institut Indonesia, Erasmus Huis, Komutas Salihara, Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta.

Sementara di Bekasi film-film ini akan diputar di Summarecon Mall Bekasi dan Tanggerang di Cinespace.

Festival Film 1005 Manusia. -Dok. cinemags.co.id.
Festival Film 1005 Manusia. -Dok. cinemags.co.id.

 

Sinopsis

Menurut ulasan Galerikertas Studiohanafi, film “Petualangan Menangkap Petir” bercerita tentang seorang anak kecil yang tumbuh besar dengan media sosial di Hongkong. Ceritanya bermula ketika ada seorang bapak takut terhadap anaknya jika tumbuh sebagai orang asosial.

Akhirnya si bapak memutuskan untuk memulangkan anaknya dari Hongkong ke rumah kakek yang berada di wilayah Boyolali.

Di rumah kakek, anak itu diajak bapaknya berinteraksi dengan alam dan warga sekitar dan anak-anak lain di kampung yang berada di wilayah Boyolali.

Seorang anak, pemeran utama film ini, bermain dengan teman-temannya. -Dok. kincir.com
Seorang anak, pemeran utama film ini, bermain dengan teman-temannya. -Dok. kincir.com

Akhirnya anak tersebut bersama dengan teman-temannya memiliki mimpi untuk membuat sebuah film. Ide anak-anak tersebut terinsipirasi dari sosok sang Legenda Menangkap Petir, Ki Ageng Selo.

Film yang digarap rumah produksi Fourcolours akan dibintangi artis Bima Azriel (Sterling), Zara Leola (Neta), Fatih Unru (Gianto), Abimana Aryasatya (Om Arifin), Darius Sinathrya (Mahesa), Arie Kriting (Om Kriwil), Slamet Rahardjo (Eyang), Putri Ayudya (Beth), Jidate Ahmad (Wawan), Danang Parikesit (Kuncoro).

Selain para artis ibukota yang akan berakting, muncul juga para artis lokal yang turut serta meramaikan alur cerita film, diantaranya ada beberapa anak anak lokal yang berasal dari SD di Selo.

Film “Dawn Swan” berkisah tentang pasangan muda yang tengah berbahagia. Bisma (diperankan Ariyo Wahab) dan Mitha (diperankan Putri Ayudya) sedang menunggu kehadiran sang buah hati, hasil buah cinta mereka.

Film "Dawn Swan". -Dok. channelsatu.com
Film “Dawn Swan”. -Dok. channelsatu.com

Namun, pada sebuah momen yang tepat, Mitha dan Bisma mendapatkan kabar yang sangat menyesakkan hati dan pikiran mereka. Ketika pemeriksaan kandungan, dokter menyebutkan bahwa bayi yang dikandung Mitha memiliki kecenderungan Down Syndrome.

“Beauty and the Dogs” bercerita tentang Mariam, seorang wanita muda Tunisia, diperkosa oleh petugas polisi setelah meninggalkan sebuah pesta. Ia didorong ke malam yang mengerikan di mana ia harus memperjuangkan hak-haknya meskipun keadilan ada di pihak penyiksanya.

Film "Beauty and The Dogs". -Dok. variety.com
Film “Beauty and The Dogs”. -Dok. variety.com

Resilience

Festival Film 100% Manusia tahun 2019 mengangkat tema “Resilience”, yaitu kemampuan bertahan manusia. Tema ini diusung dengan harapan menjadi ajang bertukar pikiran sekaligus menjadi momen inspiratif sekaligus merayakan bagaimana manusia Indonesia, terutama kaum minoritas, agar tetap tegar menghadapi hidup dan lebih berani dalam menghadapinya.

Aktris Putri Ayunda yang membintangi film “Kafir: Bersekutu Dengan Setan”, dalam sebuah pernyataan menyampaikan, betapa pentingnya kehadiran 100% Manusia Film Festival 2019 di Indonesia. Dari setiap individu yang berbeda memiliki setiap perjuangannya sendiri.

Hal ini yang menjadi inspirasi 100% Manusia Film Festival berani untuk mengangkat tema kemanusiaan yang akan membahas seputar isu-isu yang muncul tanpa kenal waktu tenggelam.

Festival ini mencoba mengajak kita untuk membangun kesadaran akan Kemanusiaan yang melek kesetaraan, kepedulian, toleransi hingga pentingnya hak-hak asasi manusia (HAM).

*Daniel Deha

Baca Juga

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...