Taiwan Rekatkan Persahabatan dengan Indonesia melalui ‘Formosa Circus Arts’

Portal Teater – Sebelas pemain Sirkus Formosa Taiwan atau Formosa Circus Arts (FOCA) menampilkan pertunjukan sirkus akrobatik berbalut teater kontemporer yang menggetarkan jiwa publik ibukota di Balai Kartini Jakarta, Kamis (27/6) pekan lalu. Pertunjukan itu bukan sebuah sirkus biasa, tetapi dengan memilih tema ‘The Heart of Asia’, menyiratkan pesan yang sangat mendalam.

Sebagaimana disebutkan manajemen FOCA, pertunjukan itu tidak hanya mempertontonkan daya magis kesenian semata, tetapi serentak sebagai ruang bagi upaya persahabatan dan kerjasama kesenian antara masyarakat dari kedua negara: Taiwan dengan Indonesia.

Lebih dari itu, Taiwan ingin mempresentasikan upaya mendorong pertukaran budaya dengan negara-negara mitra Kebijakan Baru Arah Selatan (New Southbound Policy/NSP) yang dilaksanakan oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA). Jadi, secara tidak langsung, pertunjukan ini didatangkan oleh MOFA.

Pagelaran sirkus akrobatik FOCA itu merupakan yang pertama kalinya di Jakarta. Selain menggelar pertunjukan di Balai Kartini, FOCA juga telah menggelar pertukaran budaya dengan sanggar guru tari tradisional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan di Surabaya.

Dimulai dengan latar suara deburan ombak, sembilan penari merangsek ke atas panggung. Mereka membawa bola kaca yang dimainkan dengan syahdu.

Aksi teatrikal berpindah pada satu penari pria yang membawa bendera merah dan penari lainnya yang melakukan akrobatik.

Aksi-aksi tersebut merepresentasikan budaya Taiwan yang adalah rumah yang indah dengan 23 juta penduduk; yang hidup penuh keharmonisan.

Selama durasi 90 menit, para pemain menampilkan pertunjukan yang penuh aksi teatrikal, akrobatik, sekaligus menegangkan untuk dinikmati.

Terbagi Jadi 4 Bagian

Pementasan para seniman Taiwan itu terbagi menjadi empat bagian. Pertama, menampilkan nuansa budaya Timur yang berhubungan dengan posisi geografis dari Taiwan dengan martial arts dan tai-chi.

Kedua, nuansa Hakka, yaitu salah satu suku di Taiwan dengan menghadirkan semangat suku Hakka dengan menampilkan gerakan memetik teh, bunga tong dan pertunjukkan kursi-kursi yang ditumpuk.

Ketiga, nuansa Aborigin, yaitu tentang kehidupan anak kecil yang baru lahir sampai menjadi pria dewasa. Di dalamnya juga ada pertunjukan yoyo lampu.

Akhirnya, ada nuansa multikultural yang menunjukkan masyarakat Taiwan penuh dengan keberagaman.

Pada akhir ini, tidak hanya budaya Taiwan dan suku-suku di dalamnya saja yang dipertunjukan, tetapi juga memadukan unsur Timur dan Barat, tradisional dan balutan gerak tari kontemporer serta akrobatik.

Sementara, dalam beberapa bagian lain akan terlihat para pemain berdiri melayang di atas 6 susunan kursi, atau akrobatik dengan kain, maupun aksi menegangkan yang juga mengundang tepuk tangan penonton.

Formosa Circus Arts

FOCA didirikan pada tahun 2011 oleh Lin Chih-Wei, ketika ia masih menjadi mahasiswa. Kelompok sirkus ini terdiri dari anak-anak muda berusia 20 tahunan yang pandai akrobatik, hip-hop, seni teater modern, wushu, dan kesenian lainnya.

Kelompok sirkus ini sudah melanglang buana hingga ke 50 negara dan 20 kota. Sukses menggelar pertunjukan lebih dari 1.000 kali, Sirkus Formosa Taiwan pernah unjuk gigi di Amerika, Prancis, Inggris, Spanyol, dan negara-negara lainnya.

Setelah Indonesia, mereka akan melanjutkan turnya ke Chennai dan New Delhi, India.

FOCA didirikan di atas dasar perpaduan dari budaya Taiwan yang dikembangkan jadi produksi kesenian dengan menyatukan antara teater, seni tradisional, akrobat, dan lebih ke modern sirkus. (Dari berbagai sumber)

*Daniel Deha

Baca Juga

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

TEKO UI akan Pentas Teater Musikal Skala Besar di GKJ

Portal Teater - Teater Psikologi Universitas Indonesia (TEKO UI) akan mempersembahkan pentas teater musikal dengan skala besar selama dua hari, pada 13-14 Februari 2020...

Terkini

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Pemerintah Alokasikan Rp1 Triliun Dana Perwalian Kebudayaan 2020

Portal Teater - Pemerintah mengalokasikan Dana Perwalian Kebudayaan bagi pegiat seni budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp1 triliun. Alokasi...

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...