teamLab Hadirkan Instalasi Seni Digital Pertama di Indonesia

Portal TeaterTeknologi digital dalam instalasi seni telah berevolusi tanpa batas. Alhasil, interaksi karya seni dengan pengunjung dan lingkungan sekitar (baca: publik) bisa menciptakan momen auratik yang unik.

Berbasis di Jepang, teamLab (berdiri tahun 2001) terbentuk untuk visi tersebut. Sebagai kelompok seni ultrateknologi interdisipliner seni kolektif, teamLab dalam praktik kolaboratifnya berupaya menavigasi pertemuan seni, sains, teknologi, desain, dan dunia alamiah.

Salah satu medium atau momen yang menghubungkan karya seni dengan pengalaman audiens dan lingkungan adalah melalui pameran. Melalui pameran, pengunjung secara langsung berinteraksi dengan karya-karya seni.

Selama lebih dari 17 tahun, kelompok seni ini sudah menampilkan karyanya di berbagai negara dan selalu menjadi pameran seni yang ditunggu-tunggu.

"teamLab: Dance! Art Exhibition, Learn & Play! Future Park" di Odaiba, Tokyo (2015). -Dok. teamlab.art.
“teamLab: Dance! Art Exhibition, Learn & Play! Future Park” di Odaiba, Tokyo (2015). -Dok. teamlab.art.

Tahun ini, teamLab mendapat undangan dari Sorak Gemilang Entertainment (SGE), sebuah platform seni yang berbasis di Jakarta, untuk mengadakan pameran seni digital interaktif pertama di Indonesia.

Pameran seni bertajuk “teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives” ini bertempat di Mal Gandaria City, Jakarta.

Memakan waktu selama enam bulan, yaitu sejak 20 Juni hingga 20 Desember 2019, pameran interaktif ini menyuguhkan lima instalasi digital warna-warni, yang bisa menjadi spot foto bagi pengunjung untuk diunggah di media sosial atau yang disebut dengan Instagramable.

Tema kelima instalasi digital tersebut, antara lain: “Animals of Flowes, Symbiotic Lives”; “Graffiti Nature”; “Sliding Through the Fruit Field”; “Sketch Aquarium”; dan “Light Ball Orchestra”.

Perkenalkan Konsep Kreasi Kolaborasi

Sebagai raksasa pameran seni digital dunia, teamLab selalu punya ide kreatif untuk mendesain model pamerannya. Di Jakarta, teamLab Future Park memperkenalkan konsep kreasi kolaborasi (co-creation), di mana para pengunjung dapat berinteraksi satu sama lain dalam sebuah pengalaman kreatif.

“Disebut co-creation maksudnya kamu bisa menikmati instalasi seni ini sendirian, tapi akan lebih menyenangkan kalau bisa datang bersama orang lain,” kata CEO teamLab Kids Akitae Matsumoto.

Dengan memilih tema “Animal of Flowers, Symbiotic Lives”, teamLab ingin meningkatkan kesadaran individu terhadap kehadiran orang lain melalui kegiatan interaktif.

Teknologi digital dalam instalasi seni pun berevolusi tanpa batas. Sehingga melalui pameran ini, pengunjung bisa berinteraksi dengan binatang, bunga, buah, hewan laut, serta lampu secara digital.

“Aktivitas kreatif individu menjadi kegiatan kreatif kolaboratif sehingga dapat memberikan pengalaman hubungan antarmanusia yang harmonis dan kooperatif,” pungkasnya.

Chief Executive Officer (CEO) SGE Mervi Sumali menambahkan, pameran ini sama dengan yang dihadirkan di Jepang ataupun Singapura. Dengan begitu, masyarakat Indonesia tidak perlu bepergian ke luar negeri untuk merasakan suasana pameran yang mengusung kecanggihan teknologi.

“Seluruh pengunjung di Jakarta akan mendapatkan pengalaman positif dalam menikmati aktivitas kreativitas tanpa batas melalui instalasi digital interaktif,” katanya.

Para pengunjung berfoto ria di depan instalasi karya seni. -Dok. industry.co.id.
Para pengunjung berfoto ria di depan instalasi karya seni. -Dok. industry.co.id.

 

Pameran tersebut dibangun di atas area seluas 2 km persegi. Untuk memberikan pengalaman yang optimal, penyelenggara pameran teamLab Future Park akan membatasi jumlah pengunjung di setiap sesi.

Dengan antusisme masyarakat Indonesia terhadap pameran seni, tidak dapat disangkal, pameran ini menjadi begitu menarik, terutama bagi kalangan muda.

“Kami sangat bangga dapat menghadirkan teamLab ke Jakarta. Pameran seni semakin menjadi primadona di Indonesia, hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang sangat tinggi di setiap event seni di tanah air,” imbuhnya.

Mervi menambahkan, hadirnya teamLab di Jakarta, membuat pecinta seni tidak perlu jauh-jauh ke Tokyo ataupun Singapura untuk mengeksplorasi kreativitas tanpa batas bersama seluruh anggota keluarga melalui instalasi digital interaktif.

Pembukaan pameran ini dilakukan oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia Triawan Munaf, didampingi oleh CEO teamLab Kids Akitae Matsumoto, CEO SGE Live Mervi Sumali, dan CMO Narada Asset ManagementN. Anie Puspitasari.

Salah satu pameran seni digital teamLab di Jepang. -Dok. teamLab.art.
Salah satu pameran seni digital teamLab di Jepang. -Dok. teamLab.art.

Tentang teamLab

teamLab adalah kelompok seni ultrateknologi interdisipliner seni kolektif yang praktik kolaboratifnya berupaya menavigasi pertemuan seni, sains, teknologi, desain, dan dunia alami.

Berbagai spesialis seperti seniman, programmer, insinyur, animator CG, matematikawan, dan arsitek bersama-sama mendirikan teamLab.

teamLab bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan baru antara manusia dan alam, dan antara diri sendiri dan dunia melalui seni.

Teknologi digital telah memungkinkan seni untuk membebaskan diri dari batas fisik dan transenden. teamLab tidak melihat batas antara manusia dan alam, dan antara diri sendiri dan dunia; satu di yang lain dan yang lain di satu. Semuanya ada dalam kesinambungan kehidupan yang panjang, rapuh namun ajaib, tanpa batas.

Karya-karya teamLab ada dalam koleksi permanen Galeri Seni New South Wales, Sydney; Galeri Seni Australia Selatan, Adelaide; Museum Seni Asia, San Francisco; Museum Masyarakat Asia, New York; Koleksi Seni Kontemporer Borusan, Istanbul; Galeri Nasional Victoria, Melbourne; dan Amos Rex dari Helsinki, Finlandia.

Sumber: teamLab.art, Tribunnews.com, Teknologi.id

*Daniel Deha

Baca Juga

Rontoknya Kekerasan karena Cinta

Portal Teater - Apakakah kekerasan akan luluh lantak dengan indahnya alis mata, binar indah bola mata dan lentik bulu mata. Atau malah makin ganas? Dalang (sutradara)...

Para Penyair Robot, Ekosistem Penulis dan Tak Ada Apa-apa

Portal Teater - Sebuah unggahan Instagram milik akun @balingehits memunculkan performance berbeda tentang pisang, bapak dan ibu. Kata ditempatkan di atas bidang IG putih...

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Terkini

Para Penyair Robot, Ekosistem Penulis dan Tak Ada Apa-apa

Portal Teater - Sebuah unggahan Instagram milik akun @balingehits memunculkan performance berbeda tentang pisang, bapak dan ibu. Kata ditempatkan di atas bidang IG putih...

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Rontoknya Kekerasan karena Cinta

Portal Teater - Apakakah kekerasan akan luluh lantak dengan indahnya alis mata, binar indah bola mata dan lentik bulu mata. Atau malah makin ganas? Dalang (sutradara)...

Teater Broadway Tutup hingga Awal 2021

Portal Teater - Teater Broadway telah mengumumkan secara resmi bahwa akan tetap menutup teaternya sepanjang sisa tahun ini hingga awal tahun 2021 mendatang. Meski demikian, pembukaan...

Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal Teater - Buku puisi "Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona" karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3...