Teater Alamat Pentaskan “Setengah Kompleks-X” pada DTP 2019

Portal Teater – Teater Alamat berhasil memukau penonton melalui pementasan “Setengah Kopleks-X” di Gedung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta, Minggu (14/7), pukul 20.00 WIB.

Pertunjukan ini bercerita tentang problem kehidupan masyarakat menengah ke bawah pada sebuah kompleks perumahan yang biasa disebut cluster: perumahan kecil, satu blok dengan hanya ada beberapa rumah.

Teater Alamat sendiri, yang didirikan pada tahun 2009, merupakan sebuah teater independen yang terbentuk dari beberapa alumni teater SMAN 94 Jakarta. Nama ALAMAT adalah sebuah akronim dari “Anggota Lama SMA Sembilan Empat”.

Pertunjukan ini disutradarai oleh Budi Yasin Misbach yang dibantu oleh asisten sutradara Raden Abdul Kohar, dan diperankan oleh 12 pemain. Para pemain itu adalah: Para Muhammad Muamar Khadafi, Umyati Puspita Sari, Anang Pratama, Srimpi Pamulatsih, Bilal, Pinasti Nuring Hapsari, Mudrika Risaliva, Dedes Woro Hapsari, Andika Pratama, Alamsyah, Nur Huda, Novi Astria, Mega Bintang Triyani, Ongky Susu dan Madin Tyasawan.

Seperti karya-karya sebelumnya yang menekankan unsur-unsur eksterior, kali ini Budi Yasin lagi-lagi menghadirkan bentuk pertunjukan yang menampilkan perumahan cluster ke atas panggung. Ada empat hunian dengan masing-masing penghuni adalah dua pasang suami-istri, seorang janda dan anaknya, serta tiga karyawan laki-laki. Hunian mereka diberi kode “X”, mulai dari X1 sampai X6.

Ada banyak problem masyarakat yang diangkat melalui pertunjukan ini, antara lain: konflik monopoli penguasaan kran air, kesewenangan membunyikan klakson kendaraan, mendikotomikan antara “warga mampu” dan “tak mampu”, atau mempersoalan geografi letak rumah yang dekat dan yang jauh.

Begitu pun pada cara pandang terhadap perempuan yang kisaran konfliknya pada urusan cinta dan kesetiaan, kejujuran, kecemburuan. Kemudian bertumbuh pula rasa takut dan kekuasaan di antara para penghuni akibat teror verbal berupa sindiran, cemoohan, dan bahkan umpatan kemarahan serta perselingkuhan.

Selain itu, persoalan-persoalan percintaan dan keintiman seksual dihadirkan secara gamblang ke atas panggung. Berjangkitnya cara pandang terhadap sosok perempuan, dan rasa takut, curiga, dan berpikir negatif pun menghinggapi para penghuni blok.

Dari problem-problem itu, muncullah relasi yang timpang di antara mereka. Misalnya, ada penghuni yang merasa paling berkuasa terhadap kran air. Sebaliknya, ada penghuni yang merasa takut kehilangan suami; takut kehilangan burung piaraan; takut kehilangan sahabat; dan takut kehilangan pekerjaan.

Pada puncaknya, konflik itu berujung pada ancaman pembunuhan oleh seorang karyawan (duda) terhadap sahabatnya sendiri, yang juga adalah rekan kerja sekantor. Namun sosialitas yang terjalin di antara penghuni bisa melerai konflik yang dapat berujung kematian itu.

Hebatnya, pada titik ini, Budi Yasin justru mempermainkan sekaligus meletakkan kekuasaan dan ketakutan sebagai dua entitas yang rentan di hadapan wacana seksualitas. Betapa tidak, dalam kasus cinta segitiga antara Anwar, Asep dan Dini, kekuasaan dan ketakutan ditimbul-tenggelamkan lewat wacana: apakah Dini memiliki otonomitas untuk menentukan laki-laki yang menjadi suaminya, ataukah ia luruh di hadapan ketakutannya terhadap ancaman bunuh diri si Anwar (duda).

Problem narasi atau wacana dan kehidupan sehari-hari yang digambarkan melalui pertunjukan ini, mengajak kita untuk melihat lebih dekat dan jelas, problem-problem yang mungkin terlewatkan dan belum sempat direnungkan secara mendalam: mulai dari problem sosialitas, humanis, seksualitas, terpaan teknologi, hingga wacana feminisme.

Berikut kami lampirkan beberapa foto selama pementasan:

Para pemain foto bersama setelah pementasan "Setengah Kompleks-X".
Para pemain foto bersama setelah pementasan “Setengah Kompleks-X”.

Perselisihan suami-istri penghuni blok X2.
Perselisihan suami-istri penghuni blok X2.

Seorang janda (Dini) terlibat pertengkaran dengan anaknya setelah bercerai dengan suaminya.
Seorang janda (Dini) terlibat pertengkaran dengan anaknya setelah bercerai dengan suaminya.

 

Dini, si janda, terlibat dalam percintaan dengan Asep, seorang penghuni blok X4.
Dini, si janda, terlibat dalam percintaan dengan Asep, seorang penghuni blok X4.

Anwar, si duda, menceritakan kegelisahan dan kekecewaannya terhadap Asep kepada teman mess-nya.
Anwar, si duda, menceritakan kegelisahan dan kekecewaannya terhadap Asep kepada teman mess-nya.

Penghuni blok X5 dan X6 mengecam tindakan penghuni blok X yang ingin menguasai kran air.
Penghuni blok X5 dan X6 mengecam tindakan penghuni blok X yang ingin menguasai kran air.

Penghuni blok X1 dan X4 melanggar batas-batas wilayah privasi dengan penghuni blok yang lain.
Penghuni blok X1 dan X4 melanggar batas-batas wilayah privasi dengan penghuni blok yang lain.

Kebiasaan penghuni blok X1 yang suka memelihara burung menciptakan keakraban di antara para penghuni.
Kebiasaan penghuni blok X1 yang suka memelihara burung menciptakan keakraban di antara para penghuni.

Kedekatan antara Dini dan Asep dicurigai oleh Anwar, yang juga jatuh cinta terhadap Dini.
Kedekatan antara Dini dan Asep dicurigai oleh Anwar, yang juga jatuh cinta terhadap Dini.

*Naskah: Daniel Deha; Foto: Andi Andur

Baca Juga

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Kadisbud Iwan Henry: Teater Jadi Medium Literasi Anak

Portal Teater - Teater Lorong Yunior sukses mementaskan dua kali lakon "Sang Juara" karya dan sutradara Djaelani Mannock di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (19/1)....

Komit Bangun Kebudayaan, Bupati Tubaba Gelar “Megalithic Millennium Art”

Portal Teater - Pembangunan kesenian dan kebudayaan di Provinsi Lampung belakangan ini terus bertumbuh. Aktivisme itu tidak hanya digiatkan oleh seniman dan komunitas/sanggar seni,...

Terkini

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Pemerintah Alokasikan Rp1 Triliun Dana Perwalian Kebudayaan 2020

Portal Teater - Pemerintah mengalokasikan Dana Perwalian Kebudayaan bagi pegiat seni budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp1 triliun. Alokasi...

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...