Teater Keliling Siap Pentas Ulang “The Great Rahwana”

Portal Teater – Teater Keliling siap mementaskan ulang karya pertunjukan “The Great Rahwana” bulan depan. Sebelumnya, karya ini dipentaskan sepanjang 21-22 September 2019 di Ciputra Artpreneur Jakarta dengan melibatkan 600 pemain dan kru.

Pentas teater ini terinspirasi dari novel “Rahwana Putih” karya Teddy Rusdy yang diadaptasikan Dolfry Inda Suri dan Aldiansyah Azura ke dalam genre drama musikal.

Sutradara pertunjukan Rudolf Puspa mengatakan, pertunjukan perdana Teater Keliling tahun 2020 ini dibawakan dalam bentuk drama musikal untuk memberi warna kekinian dalam sebuah pertunjukan seni.

Hal itu bermaksud merangkul hati kaum muda masakini agar lebih dekat pada karya seni teater. Karenanya, meskipun dibawakan secara ringan, namun tetap membawa pesan moral yang padat sebagaimana falsafah cerita Ramayana yang mashyur.

Sebanyak 300 pendukung yang terdiri dari aktor, penari, pemusik, fighter dan art designer, stage crew, dan volunter produksi saat ini tengah bekerjasama menyiapkan produksi hingga hari pertunjukkan.

“Hal ini dilakukan sesuai dengan prinsip karya seni teater, yaitu hasil kerja kolektif,” kata Rudolf melalui pernyataan tertulis, Jumat (6/3).

Rudolf menambahkan, sejak Januari 2020, kru Teater Keliling telah mengadakan latihan untuk pertunjukan ini. Sebulan berikutnya, mereka mengadakan audisi dan workshop di sekolah-sekolah untuk mencari aktor baru.

Sembari menggelar workshop, Teater Keliling juga mengadakan showcase di beberapa mall di Jakarta selama Februari.

Sepanjang Maret ini, grup teater berbasis Jakarta ini akan melanjutkan latihan dan mini show di beberapa tempat lainnya. Antara lain di Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Perpustakaan Nasional.

“Di basecamp kami latihan musik dan choir. Kalau tari dan castdi Taman Suropati. Latihan sengaja terbuka agar umum bisa lihat dan tertarik untuk nonton nantinya,” katanya.

Di bulan April mendatang, Teater Keliling akan fokus mengadakan latihan rutin hingga jelang hari pertunjukan.

Pertunjukkan sendiri akan dibawakan dua kali di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Sabtu (11/4), yaitu pada pukul 14.00 dan 19.00 WIB.

Sebelum hari pertunjukan, akan ada pentas khusus bagi undangan dan media, tepatnya pada Jumat (10/4) malam.

Teater Keliling akan mementaskan "The Great Rahwana" di TIM Jakarta, Sabtu (11/4). -Dok. Rudolf Puspa.
Teater Keliling akan mementaskan “The Great Rahwana” di TIM Jakarta, Sabtu (11/4). -Dok. Rudolf Puspa.

Sinopsis

“The Great Rahwana” diawali cerita penculikan Dewi Sinta oleh Rahwana ketika ia dan suaminya, Rama, sedang menjalani hukuman pengusiran dari kerajaan Ayodya ke hutan Dandaka.

Selama berada di kerajaan Alengka Diraja, Dewi Sinta di tempatkan di pesanggrahan Taman Argasoka yang begitu indahnya selama penantian menerima lamaran Rahwana untuk menjadi permaisuri.

Selama di Taman Argasoka ia ditemani oleh Dewi Trijata, keponakan Rahwana yang berusaha meyakinkan Dewi Sinta akan keagungan Rahwana dalam mencintainya.

Lebih dari 11 tahun Dewi Sinta berada di Taman Argasoka dan selama itu pula Rahwana dengan sabar menanti kesediaan Dewi Sinta untuk menjadi istrinya.

Rahwana memiliki sikap yang ingin memuliakan “cinta” dan ia pun mengatakan bahwa “cinta harus diperjuangkan”.

Inilah sisi yang berbeda dari Rahwana yang jarang diketahui karena tertutup oleh kabar burung yang mengatakan ia adalah Dasamuka yang berarti sepuluh wajah angkara murka.

Seperti sudah menjadi takdir, akhirnya Rama dengan didukung pasukan kera di bawah komando Anoman berhasil membawa pulang Dewi Sinta.

Rahwana yang sulit dikalahkan dengan perkasanya memilih penyelesaian perkara ini secara ksatria dalam mengagungkan cinta.

Pemeran tokoh Rahwana (tengah) bersama sejumlah penari memainkan salah satu babak drama musikal 'The Great Rahwana' di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (21/9/2019). -Dok. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym.
Pemeran tokoh Rahwana (tengah) bersama sejumlah penari memainkan salah satu babak drama musikal ‘The Great Rahwana’ di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (21/9/2019). -Dok. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym.

Tentang Teater Keliling

Teater Keliling didirikan di Jakarta pada 13 Pebruari 1974 oleh Ir. Dery Syrna, Buyung Zasdar, Paul Pangemanan dan Rudolf Puspa.

Pembentukan grup teater ini didukung oleh Jajang C Noer, Saraswaty, Willem Patirajawane, RW Mulyadi, dan Syaeful Anwar.

Sejak awal memilih kegiatan pentas keliling dengan tujuan “memasyarakatkan teater Indonesia” serta memperkenalkan teater Indonesia ke kancah internasional.

Dalam perjalanannya hingga kini telah lebih 1650 kali pertunjukkan di dalam dan mancanegara. Selain pementasan juga memberikan workshop bagi grup-grup teater di daerah dan juga ke sekolah serta kampus.

Dalam perkembangannya, Teater Keliling memberi ruang bagi pegiat teater daerah untuk ikut ambil bagian dalam pertunjukkan.

Teater Keliling menyadari bahwa kekayaan dan keberagaman yang dimiliki Indonesia. Karena itulah, tema pertunjukan Teater Keliling selalu berwarna nasionalisme.

Selain di dalam negeri, Teater Keliling juga melalangbuana ke luar negeri seperti ke Singapura, Timor Timur, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Mesir, Pakistan, Australia, Rumania, dan Jerman.

Beberapa festival internasional diikuti dan mendapat penghargaan yang membanggakan karena pada umumnya mereka “kaget” bahwa Indonesia ternyata ada teater modern.

Teater Keliling sepanjang 1975-1993 selalu datang ke Malaysia untuk pentas keliling di seluruh Semenanjung Malaka hingga Serawak.

Tahun 2012, Dolfry Inda Suri menggantikan Dery Syrna, ibunya, yang kemudian mendirikan Yayasan Teater Keliling sebagai payung Teater Keliling.

Di bawah tangan putri sulung Rudolf Puspa itu, Teater Keliling telah berkeliling Indonesia, antara lain mementaskan teater di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali hingga Lombok, serta Lampung hingga Sumatra Utara.

Teater Keliling memiliki hubungan yang baik dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 1974. Keterikatan itu diteruskan oleh generasi keduanya.

Pada 19 Desember 2019 lalu, secara resmi seluruh arsip Teater Keliling yang terhimpun sejak 1974-2011 diserahkan ke Arsip Nasional Republik Indonesia untuk disimpan, dirawat dan menjadi milik negara. Ini menjadi yang pertama kalinya di mana naskah  teater di arsipkan oleh Negara.

Setahun berikutnya, Teater Keliling mendapat pnghargaan MURI sebagai grup terbanyak pentas. Tak kalah bahagianya ketika sutradara Rudolf Puspa mendapat penghargaan dari Federasi Teater Indonesia sebagai “Abdi Abadi” yang pertama tahun 2016.

Seusai pertunjukan April nanti, Teater Keliling pada Juni-Juli 2020 akan berkeliling Jawa dan Bali dan di akhir tahun kembali pentaskan “Takdir Cinta Pangeran Diponegoro”.

Tiket “The Great Rahwana” sudah dibuka dan dapat dibeli lewat aplikasi Ultra Voucher dengan kode referal UVXTK.*

Baca Juga

Presiden Jokowi Tetapkan Pembatasan Skala Besar

Portal Teater - Setelah melewati pelbagai pertimbangan, Presiden Joko Widodo akhirnya secara resmi menetapkan pembatasan sosial berskala besar untuk menekan laju penyebaran dan pertumbuhan...

Merayakan Hari Teater Dunia Di Tengah Corona

Portal Teater - Keprihatinan yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh rekan teater Indonesia yang sejak Februari 2020 harus membatalkan atau mengundurkan waktu pertunjukkan. Hal itu...

Penyebaran Virus Corona di Indonesia Terus Meluas

Portal Teater - Penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia terus meluas sejak pertama kali teridentifikasi melalui dua pasien di Depok, Jawa Barat, awal Maret...

Terkini

Presiden Jokowi Tetapkan Pembatasan Skala Besar

Portal Teater - Setelah melewati pelbagai pertimbangan, Presiden Joko Widodo akhirnya secara resmi menetapkan pembatasan sosial berskala besar untuk menekan laju penyebaran dan pertumbuhan...

Kasus Corona Masih Fluktuatif, Ratusan Bioskop di China Kembali Ditutup

Portal Teater - Menyusul kembali meningginya penemuan pasien terkonfirmasi virus Corona akhir pekan lalu, otoritas China meminta pelaku industri bioskop untuk menutup kembali lebih...

ITI Ajak Insan Teater Berbagi Karya Lewat Media Daring

Portal Teater - Virus corona (Covid-19) merebak seantero dunia. Ratusan negara telah terpapar virus yang datang bagai ledakan asteroid ini. Sementara ratusan ribu umat...

Corona Meluas, Teater Katak Tunda Pementasan “Zeus and The Olympian God”

Portal Teater - Mencermati transmisi virus corona (Covid-19) yang makin luas di Indonesia, Teater Katak mengumumkan penangguhan seluruh aktivitas produksi pertunjukan "Zeus and The...

Tujuh Program Studiohanafi Ditunda Karena Corona

Portal Teater - Meluasnya penyebaran virus corona, di mana saat ini tercatat sudah 27 provinsi di Indonesia terpapar dan mungkin akan menghantam seluruh penduduk,...