Teater Koma Pentaskan Kembali “J.J. Sampah-Sampah Kota” Setelah 40 Tahun

Portal Teater – Teater Koma, sebagai salah satu teater Indonesia modern, terus berproses dan berinovasi seiring tuntutan zaman dan peradabannya, terutama dalam penerapan teknologi dan media dalam medan pertunjukannya.

Tahun ini komunitas teater yang berbasis di Bintaro, Jakarta Selatan ini memasuki usia 42 tahun. Sesaat lagi, komunitas teater besutan Nano Riantiarno ini akan merayakan usia emasnya.

Sebagai komitmen berkarya, Teater Koma memiliki visi untuk senantiasa menyuguhkan dua mahakarya mereka dalam setahun, dengan durasi pementasan 10-15 hari. Menariknya, Teater Koma sudah memiliki penontonnya sendiri.

Berdiri 1 Maret 1977, Teater Koma merupakan salah satu kelompok teater paling produktif di Indonesia. Hingga tahun ini, Teater Koma sudah memproduksi setidaknya 158 karya.

Pentas "J.J. Sampah-Sampah Kota" oleh Teater Koma, 8-17 November 2019. -Dok. Teater Koma.
Pentas “J.J. Sampah-Sampah Kota” oleh Teater Koma, 8-17 November 2019. -Dok. Teater Koma.

Karya Ke-159

Setelah mementaskan dengan sukses dan meriah lakon “Goro-Goro: Mahabarata 2” pada 25 Juli hingga 4 Agustus 2019 lalu, sebagai karya ke-158, Teater Koma dalam publikasi resmi di lamannya akan menyelesaikan janji mereka untuk mementaskan naskah kedua tahun ini.

Naskah pentas ke-159 nanti berjudul “J.J. Sampah-Sampah Kota”, sebuah naskah tentang kejujuran, sampah dan penguasa.

Naskah ini yang pernah dipentaskan Teater Koma di 1979, dan kini kembali dipentaskan di bawah arahan sutradara Rangga Riantiarno. Sementara naskahnya ditulis oleh Nano Riantiarno.

Pentas ini merupakan sebuah pentas besar yang akan berlangsung selama 10 hari berturut-turut, yakni 8-17 November, di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pada hari Senin sampai Sabtu, pementasan akan diterjadi pada pukul 19.30 WIB, sementara pada hari Minggu pada pukul 13.30 WIB.

Dua orang pendiri yang berjasa besar dalam perkembangan Teater Koma, Nano Riantiarno dan istri. -DOk. Teater Koma.
Dua orang pendiri yang berjasa besar dalam perkembangan Teater Koma, Nano Riantiarno dan istri. -DOk. Teater Koma.

Sinopsis

Jian dan Juhro adalah sepasang suami istri. Mereka hidup di sebuah gubuk di kolong jembatan. Sehari-hari, seperti sebagian penghuni kolong jembatan lainnya, Jian bekerja sebagai kuli pengangkut sampah. Digaji harian. Tidak punya jaminan masa depan.

Meski begitu dia tetap bekerja dengan jujur, rajin, giat dan gembira. Bersama Juhro, yang tengah hamil tua, dia hidup bahagia.

Semua ini tak lepas dari pengawasan Mandor Kepala dan tiga mandor bawahannya, Tiga Pemutus. Mereka sudah mempelajari sekian banyak penghuni kolong jembatan.

Hasil penyelidikan itu mengerucut kepada satu kandidat. Keberadaan Jian merupakan sebuah keunikan. Dan, mereka memutuskan, keunikan itu harus diuji. Semacam tes. Mereka ingin melihat sampai sejauh mana kejujuran Jian bisa bertahan.

Suatu hari, Para Pemutus menjatuhkan sebuah tas berisi uang di sekitar tempat Jian bekerja. Melihat jumlah uang yang amat banyak dalam tas, Jian panik. Dia bertanya-tanya dalam hati, siapakah pemilik tas tersebut.

Tapi, setelah pergumulan hebat, Jian merasa uang tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya. Dan ini, bagi Para Pemutus, sudah merupakan sebuah pemberontakan.

Tim Produksi

Pemain:

IDRIES PULUNGAN • BUDI ROS • TUTI HARTATI • DAISY LANTANG, RATNA ULLY • RAHELI DHARMAWAN • ADE FIRMAN HAKIM • ZULFI RAMDONI • DANA HASSAN • ANDHINI PUTERI • SEKAR DEWANTARI • DLL.

Pekerja:

  • Asisten Sutradara: BAYU DHARMAWAN
  • Penata Artistik: IDRIES PULUNGAN
  • Penata Cahaya: DERAY SETYADI
  • Penata Musik: FERO A. STEFANUS
  • Penata Gerak: RATNA ULLY
  • Penata Rias & Rambut: SENA SUKARYA
  • Penasehat Rias & Rambut: SUBARKAH HADISARJANA
  • Penata Busana: ALEX FATAHILLAH
  • Multimedia: DEDEN BULQINI
  • Pengarah Teknik: TINTON PRIANGGORO
  • Perancang Grafis: RA7DIKA
  • Instruktur Vokal: NAOMI LG
  • Manajer Panggung: SARI MADJID
  • Pimpinan Produksi: RATNA RIANTIARNO
  • Konsultan Kreatif: N. RIANTIARNO & OHAN ADIPUTRA

Untuk informasi registrasi dan ticketing dapat dilihat di sini.

*Daniel Deha

Baca Juga

Di Antara Metode Penciptaan dan Praktik Kerja Berbasis Riset

Portal Teater - Pada 17-18 Januari 2020, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW) menggelar Ujian Komposisi Koreografi dan Kreativitas Tari Jenjang 3 Jurusan Seni...

“Senjakala” Kritik Seni di Era Digital

Portal Teater - Komite Seni Rupa Dewan Kesenian (DKJ) telah sukses menggelar pameran "Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)" di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki,...

Deal! Hilmar Farid Jawab Keresahan Pelaku Seni dan Budaya

Portal Teater - Penghapusan Direktorat Kesenian dari struktur Direktorat Kebudayaan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim awal tahun ini memunculkan polemik di kalangan...

Terkini

Di Antara Metode Penciptaan dan Praktik Kerja Berbasis Riset

Portal Teater - Pada 17-18 Januari 2020, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW) menggelar Ujian Komposisi Koreografi dan Kreativitas Tari Jenjang 3 Jurusan Seni...

TEKO UI akan Pentas Teater Musikal Skala Besar di GKJ

Portal Teater - Teater Psikologi Universitas Indonesia (TEKO UI) akan mempersembahkan pentas teater musikal dengan skala besar selama dua hari, pada 13-14 Februari 2020...

“Anak Garuda”, Sebuah Inspirasi Merawat Mimpi

Portal Teater - "Anak Garuda", sebuh film yang diproduksi Butterfly Pictures telah resmi tayang perdana di seluruh bioskop di tanah air pada Kamis (16/1)...

Pematung Dolorosa Sinaga Jadi Direktur Artistik Jakarta Biennale 2020

Portal Teater - Pameran seni kontemporer Jakarta Biennale kembali menyapa warga kota Jakarta tahun ini. Diadakan tiap dua tahun sekali untuk "membaca" identitas kota...

“Senjakala” Kritik Seni di Era Digital

Portal Teater - Komite Seni Rupa Dewan Kesenian (DKJ) telah sukses menggelar pameran "Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)" di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki,...