Teater Koma Suguhkan “J.J Sampah-Sampah Kota” dengan Pendekatan Multimedia

Portal TeaterTeater Koma kembali mementaskan naskah “J.J Sampah-Sampah Kota” dengan sentuhan yang berbeda dan unik. Diadaptasi dan disutradarai Rangga Riantiarno, naskah yang sebelumnya dibawakan tahun 1979 ini lebih menekankan penerapan multimedia.

Rangga mengatakan, salah satu keunikan dalam lakon kali ini adalah dengan adanya penggunaan proyektor multimedia untuk menghadirkan salah satu tokoh dalam lakon tersebut.

Pada pementasan awal di bawah sutradara Nano Riantiarno, ayahnya, tokoh tersebut dipresentasikan dengan sebuah boneka. Kali ini, dengan pendekatan multimedia membuat sang tokoh lebih interaktif.

Sebagai generasi kedua Teater Koma, Ranga juga menerapkan konsep kekinian dengan menghadirkan sejumlah musik pengiring agar lebih mengena di benak penonton. Sembari tetap memasukkan beberapa lagu lawas.

Meski tetap menghadirkan nuansa masa lalu, Rangga memandang, naskah ini masih relevan dengan kondisi kekinian bangsa kita. Isu kemiskinan, kejujuran dan korupsi masih terus menjadi persoalan penting yang perlu dibenahi dan terus disuarakan.

“Seluruh perpaduan itu dikemas untuk menyampaikan pesan utama soal harapan agar para pemimpin di negeri ini dapat lebih mengedepankan nurani. Sehingga, persoalan kemiskinan dan korupsi dapat ditekan,” ungkapnya, melansir Republika.co.id.

Pentas Sepuluh Hari

Naskah ini akan dipentaskan selama 10 hari, yaitu pada 8-17 November 2019 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta, pukul 19.30 WIB. Kecuali hari Minggu, 10 dan 17 November 2019, naskah ini dimainkan pada pukul 13.30 WIB.

Dalam pementasan kali ini, Teater Koma menampilkan sejumlah aktor terbaiknya, seperti Idries Pulungan, Budi Ros, Daisy Lantang, Ratna Ully, Ohan Adiputra, Tuti Hartati, Ade Firman Hakim, Raheli Dharmawan, Toni Tokim, Hengky Gunawan, Angga Yasti, Suntea Sisca, Bayu Dharmawan, Andhini Puteri Lestari, Sekar Dewantari, Febri Siregar, Dana Hassan, Radhen Darwin, Palka Kojansow, Pandu Pangestu, Zulfi Ramdoni, dan lainnya.

Lakon ini mengangkat kisah soal sepasang suami-istri Jihan dan Juron (J dan J). Meski menyentil “sampah kota” (kerap dipandang secara negatif) lakon ini tetap berikhtiar untuk membincangkan aspek kejujuran dan kemiskinan.

Kata “sampah kota” dipilih karena pemeran utama dalam teater ini merupakan keluarga pemulung yang hidup di antara tumpukan sampah.

Sumber: Republika.co.id, CNNIndonesia.com

*Daniel Deha

Baca Juga

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Industri Seni Indonesia Menderita

Portal Teater - Di tengah pandemi global virus Corona (Covid-19), industri seni Indonesia ikut menderita. Jika beberapa negara terpapar corona sudah menggelontorkan dana untuk menopang...

ITI Ajak Insan Teater Berbagi Karya Lewat Media Daring

Portal Teater - Virus corona (Covid-19) merebak seantero dunia. Ratusan negara telah terpapar virus yang datang bagai ledakan asteroid ini. Sementara ratusan ribu umat...

Terkini

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Intelijen AS Sebut China Sembunyikan Data Covid-19

Portal Teater - Intelijen Amerika Serikat dalam sebuah laporan rahasia mengatakan bahwa pemerintah China telah menyembunyikan data penyebaran virus Corona di negara itu, terutama...

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...