Teater Lorong Yunior Eksplorasi Kreativitas Anak Lewat Lakon “Sang Juara”

Portal Teater – Teater Lorong Yunior  mengeksplorasi kreativitas anak-anak lewat pementasan drama musikal “Sang Juara” pada Minggu (19/1) di Gedung Kesenian Jakarta. Lakon ini mengangkat kisah tentang perjuangan dan kegembiraan anak-anak yang berminat pada kesenian.

Sutradara Djaelani Manock dalam sebuah pernyataan tertulis mengatakan, salah satu bidang seni yang diminati anak-anak dalam lakon ini adalah seni sastra, terutama puisi.

Dalam pertunjukan ini, anak-anak tidak hanya membaca puisi, tapi juga akan dipadukan dengan tarian dan musik. Tujuannya untuk mengeksplorasi bakat dan potensi anak-anak dalam berkesenian.

“Yaitu bagaimana kita menafsir makna puisi lalu kita minta anak-anak itu membuat nada-nada dari teks puisi yang dinyanyikan secara ansambel oleh potensi dan bakat anak-anak yang ada di Teater Lorong Junior,” ujarnya.

Djaelani menjelaskan, eksplorasi yang dilakukan terhadap potensi keaktoran anak-anak dalam lakon ini mengacu kepada tradisi anak-anak, yaitu “bermain”.

Dengan konsep “bermain”, Teater Lorong Yunior berniat membiarkan anak-anak bermain-main dengan apa yang menjadi imajinasi mereka di atas panggung; tidak terbatas pada pakem pemanggungan konvensional, sehingga lebih natural, spontan, dan penuh kejutan.

Yang dilakukan tim kreatif adalah hanya membentuk struktur dramatik dan konlifk dari lakon yang dimainkan anak-anak tersebut.

“Dari pola bermain anak-anak itu kita berikan peran pada tokoh yang dimainkan. Dialog-dialog dibuat sesuai yang ada di fantasi dan imajinasi mereka,” ucapnya.

Sementara itu, musik akan mengisi ruang-ruang adegan untuk membangun efek dan suasana kegembiraan untuk memberi kesegaran bagi fantasi anak-anak di atas panggung.

Dengan membiarkan anak-anak “bermain” dalam adegan-adegan yang mereka perankan, Teater Lorong Yunior, kata Djaelani, mendapatkan satu insight baru tentang apa yang harus dilakukan terhadap anak-anak dalam berkesenian hari ini.

“Seperti halnya pada cerita “Sang Juara” kami mendapatkan satu pandangan nyata tentang keadaan sekarang yang dialami dan dirasakan pada anak-anak itu,” katanya.

Pentas Teater Lorong Yunior "Sang Juara" di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (19/1). -Dok. Ahmad Rifqi.
Pentas Teater Lorong Yunior “Sang Juara” di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (19/1). -Dok. Ahmad Rifqi.

Sinopsis

“Sang Juara” bercerita tentang sekelompok anak yang bersepakat membentuk kepanitiaan lomba baca puisi. Lalu dibentuklah bagian-bagian dan tugas-tugas, di mana ada Ketua Panitia, Bendahara, Pencari Dana dan Keamanan.

Acara pun bisa terselenggara dan lomba bisa berlangsung. Panitia kerepotan menghadapi tingkah anak-anak yang tidak mau diam dan berisik.

Panitia sibuk mengatur supaya anak-anak tidak ribut, duduk tertib dan tidak berisik.

Anak-anak yang belum mengerti cara membacakan puisi yang baik, mereka bacakan dengan caranya sendiri yang dapat dipahami.

Sementara, ada anak-anak yang sudah mengerti cara membaca puisi walaupun harus terus belajar lagi.

Ketika perlombaan dimulai, mereka kedatangan seorang bintang tamu yang ingin ikut serta lomba baca puisi. Dia adalah seorang artis terkenal dari negeri seberang yang mengetahui acara ini dari media sosial.

Suasana kian heboh karena kedatangan si artis. Anak-anak pun tidak lagi konsentrasi pada perlombaan mereka.

Lalu bagaimana keadaan selanjutnya: siapakah yang menjadi juara perlombaan itu?

Saksikan kreasi anak-anak Teater Lorong Yunior di GKJ dalam dua kali pentas, yaitu pada pukul 16.00 WIB dan pukul 19.30 WIB.

Tim Produksi

  • Produser: Rara Zahranty
  • Pimpinan Produksi: H.M. Isnaeni Syarif
  • Sekretaris Produksi: Faridah Gustiani
  • Bendahara Produksi: Diana Rahmawati
  • Naskah/Sutradara: Djaelani Manock
  • Ass. Sutradara: Ahmad Rifqi
  • Penata Artistik: Oman Noorta
  • Tim Artistik: Ahmad N. dan M. Yasser
  • Penata Musik: Rizky Robby
  • Tim Musik: Sultan M.S, Jefferson, Wigar, Goldy, Miftah
  • Penata Gerak: Andika Ananda
  • Penata Kostum: Ina Surya
  • Penata Make Up: Nisa Okta
  • Asisten Make Up: Zahra
  • Stage Manager: Rizal Izra dan Putra Wijaya
  • Penata Cahaya: Eggy Iskandar
  • Penata Suara: Tommy
  • Desain Graphis: Fildzah Fauziyah
  • Konsumsi: Oma Catering
  • Dokumentasi: Tewel Seketi
  • Koordinator Latihan: Nurul
  • Tim Marketing dan Promo: Chika, Natalia, Rara, Gita, Pitta

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Chika (085280302020), Rara (081382097149), dan Gita (08111958584).*

Baca Juga

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...