TEKO UI akan Pentas Teater Musikal Skala Besar di GKJ

Portal Teater – Teater Psikologi Universitas Indonesia (TEKO UI) akan mempersembahkan pentas teater musikal dengan skala besar selama dua hari, pada 13-14 Februari 2020 di Gedung Kesenian Jakarta.

Karya yang merupakan produksi kedua TEKO di luar kampus UI ini diberi judul “CAGAK”.

Lakon ini diproduseri Aisyah Aulia Rifianti (Ketua Teater Psikologi UI 2018) dan disutradarai Muhammad Ihsan. Sementara Mario Jabbar hadir sebagai penulis naskah.

Pada 2017, grup teater beranggotakan mahasiswa Fakultas PSikologi UI ini menggelar  pertunjukkan teater musikal perdananya berjudul “Tin Republic” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pentas itu berjalan sukses.

Berupaya terus mengeksplorasi kemampuan para anggotanya, kali ini TEKO UI kembali menyapa pencinta teater ibukota dalam pentas multidisplin dengan memadukan teater, musik dan tari dalam satu ansambel.

“Pertunjukan ini adalah bentuk aktualisasi TEKO UI dalam memfasilitasi anggota mereka untuk mengeksplorasi kemampuan mereka sambil mempromosikan nama TEKO UI di berbagai acara,” ujar Rosa Nabiila, Humas TEKO UI, dalam sebuah pernyataan tertulis.

Rosa menuturkan, pentas besar oleh teater kampus yang berdiri pada 2008 ini akan melibatkan 25 aktor, 150 anggota kru, dan ditargetkan untuk tampil di depan sekitar 800 penonton.

Dengan “CAGAK”, TEKO UI ingin menghembuskan narasi penting bagi kehidupan anak muda zaman ini. Salah satunya perihal identitas dan keberanian membuat pilihan-pilihan penting dalam hidup.

‘”CAGAK” ada di sini untuk menunjukkan pentingnya pertimbangan dalam membuat pilihan yang tepat,” ungkapnya.

Pementasan "CAGAK" oleh Teater Psikologi UI pada 13-14 Februari 2020 di Gedung Kesenian Jakarta. -Dok. kiostix.com
Pementasan “CAGAK” oleh Teater Psikologi UI pada 13-14 Februari 2020 di Gedung Kesenian Jakarta. -Dok. kiostix.com

Sinopsis

“CAGAK” menceritakan tentang peristiwa pertikaian antar dua sindikat mafia di sebuah kota. Kasus itu menjadi yang terbesar sepanjang sejarah kota.

Di mana Sang Serigala telah memulai perang terbuka dengan Sang Laba-Laba. Pertempuran itu menggugurkan orang-orang tak berdosa.

Ketika semua tenaga telah terkuras untuk perang tiadak akhir, kekuatan baru terlalhir dari masing-masing pihak.

Lyov dan Isabella, tangan kanan dari kedua sindikat yang berselisih, melakukan kudeta terhadap pemimpin mereka demi mengakhiri perang.

Pada saat yang sama, terjadi revolusi di Badan Kepolisian untuk mengangkat keadilan dan memberantas para sindikat.

Di tempat lain, ibu Lyov dibunuh oleh salah satu cecunguk Laba-Laba. Lyov, Kepala Serigala yang baru, murka terhadap Kepala Laba-Laba yang baru, Isabella.

Demi membalas dendam, Lyov kembali merusak kedamaian yang telah tercapai. Api permusuhan kembali dihembuskan ini akhirnya dimanfaatkan Badan Kepolisian untuk menghancurkan Serigala dan Laba-Laba selamanya.

TEKO UI dalam kiprahnya selama 12 tahun telah memenangi beberapa kompetisi teater di internah kampus UI, antara lain menjuarai monolog pada UI Art War 2018 dan pemenang pada UI Art War 2016.

Di antara beberapa kampus yang ada di Jakarta, UI adalah salah satu yang paling produktif memproduksi karya-karya teater. Bahkan beberapa fakultas memiliki grup teater sendiri.

Yang terpenting di masa depan, bukan hanya produktivitas karya, tapi juga menjaga kualitas karya agar terus berkembang dan memiliki matarantai ekosistem yang terjalin dengan penonton, pasar, teknologi, dan budaya.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Rosa Nabiila (081213182220).*

Baca Juga

Adaptasi Game Mobil Legend, Teater Alamat dan Teater Binaan Garap “Pertarungan Takdir”

Portal Teater - Teater Alamat berkolaborasi dengan teater binaannya, yaitu Teater Batara dan Teater Balang, akan mempersembahkan garapan terbaru untuk dipanggungkan perdana tahun ini...

Nara Teater: Bertumbuh dalam Ekosistem yang Buntung

Portal Teater - Ketika Gedung Graha Bhakti Budaya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, dirubuhkan, banyak yang risau soal geliat dan ekosistem kesenian dan...

“the last Ideal Paradise”, Site-Specific Claudia Bosse untuk Indonesia

Portal Teater - Koreografer terkemuka Claudia Bosse berkolaborasi dengan seniman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Lampung akan menghadirkan karya site-specific mengenai terorisme, teritori,...

Terkini

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...

Taman Ismail Marzuki Baru dan Ekosistem Kesenian Jakarta

Portal Teater - Pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) Baru memasuki tahap pembongkaran fisik bangunan di kawasan TIM Jakarta. Karena komunikasi publik dari pihak Pemerintah Provinsi...

Perjalanan Spiritual Radhar Panca Dahana dalam “LaluKau”

Portal Teater - Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana (RPD) akhirnya kembali ke panggung teater setelah lama tak sua karena didera kondisi kesehatan yang...

Perkuat Ekosistem Seni Kota Makassar, Kala Teater Gelar Aneka Program

Portal Teater - Sejak terbentuk pada Februari 2006, Kala Teater cukup dikenal sebagai salah satu grup teater yang memiliki sistem manajemen yang solid. Dengan sekitar...

“the last Ideal Paradise”, Site-Specific Claudia Bosse untuk Indonesia

Portal Teater - Koreografer terkemuka Claudia Bosse berkolaborasi dengan seniman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Lampung akan menghadirkan karya site-specific mengenai terorisme, teritori,...